Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin

Cewek Humoris Musuhnya Cowok Dingin
Bab 45


__ADS_3

"Naya" panggil Ella.


"Hmm, ada apa El" sahut Naya.


"Tadi ngapain Leon nyuruh murid-murid keluar kelas.Memang apa sih yang kalian lakukan di dalam kelas berdua" tanya Ella.


Naya yang sedang makan tersedak "Uhuk uhuk" Naya meminum airnya dengan cepat.


"Apa sih yang lo bilang.Kagak ada yang kami lakukan cuman mengobrol doang" ucap Naya gugup.


"Beneran? Tapi kenapa mesti nyuruh kami semua keluar kelas" kata Putri.


"Itu karena Leon ngancam cium gue.Gak mungkin kan Leon nyium gue di depan kalian" batin Naya.


"Itu karena Leon yang aneh.Gue gak tahu kenapa Leon nyuruh kalian keluar kelas" jawab Naya berbohong.


Ella dan Putri menatap Naya curiga.Naya membalas tatapan temannya dengan kebingungan, "Ngapain kalian natap gue kayak gitu."


Ella dan Putri kembali memakan makanan mereka dan tidak menatap Naya lagi.


"Mereka ini kenapa sih? Tadi natal gue, sekarang acuhin gue" gumam Naya.


Setelah Naya, Ella dan Putri selesai makan di kantin, mereka kembali ke kelas.


Naya duduk di tempatnya dan memainkan gadgetnya.


Ting....


Pesan dari mama Clara masuk di handphone nya Naya.


Mama Clara:


Naya, sepulang sekolah kalian ke butik untuk melihat baju.Mama sudah bilang pada Leon.


"Mama, nyuruh gue untuk melihat baju untuk apa sih" gumam nya.

__ADS_1


*


*


*


Sepulang sekolah.....


"Nay, mama udah bilang sama lo kalau kita ke butik hari ini" tanya Leon.


"Udah, tapi kenapa kita ke butik.Emang ngapain kita kesana?"


"Memang mama belum cerita ya. kalau kita ke butik untuk melihat gaun pengantin" jawab Leon.


"What?! Gaun pengantin? Untuk siapa?" tanya Naya terkejut.


"Lo bodoh atau idiot sih.Untuk lo lah.Masa untuk gue" jawab Leon.


"Untuk gue? Emang sama siapa gue menikah?" tanya Naya sekali lagi.


"Selow aja ngomong nya kali."


"What! Gue nikah sama lo.Ehh! Leon gue masih sekolah, dan lo juga" tersadar omongan Leon.


"Gue dan lo nikah muda, dan masih status pelajar" lanjut Naya.


"Emang lo gak mau nikah sama gue."


"Bukan gitu, tapikan kita masih status pelajar dan masih sekolah.Gak mungkin kita nikah di umur begini" ucap Naya pelan.


"Tenang kok, kita gak akan nikah sekarang juga.Kita hanya lihat gaun pengantin doang" balas Leon sambil mengusap rambut Naya.


"Tapi kan ujung-ujungnya juga nikah" gumam Naya.


"Nah, sekarang kita ke butik naik apa.Lo kan gak bawa mobil" kata Naya.

__ADS_1


"Tenang aja.Kita naik taksi kesana."


*


*


*


Naya dan Leon sudah tiba di butik.Mereka masuk dan di sapa oleh karyawan yang bekerja di sana.


"Selamat datang Tuan Leon dan Nona Naya" sapa karyawan itu.


"Mbak, tolong bantu calon istri saya untuk mencari gaun pengantin.Gaun pengantin nya merek terbaru dengan desain yang bagus."


"Calon istri palamu" batin Naya.


"Baik.Nona silahkan ikuti saya, kita akan mencari gaun pengantin yang pas buat Nona Naya."


Beberapa waktu kemudian, Naya keluar dari ruang ganti dengan gaun pengantin yang bagitu indah.



Leon terpukau melihat kecantikan Naya yang menggunakan gaun pengantin.Leon hampir tidak berkedip melihat Naya.


"Leon, Leon!" panggil Naya.


"Hmm, iya."


"Lo napa sih diam gitu.Gue gak cocok ya pake gaun ini, gue gak cantik" ucap Naya sambil menundukkan kepalanya.


Leon berjalan mendekat pada Naya.Leon mengangkat dagu nya Naya, "Lo sangat cantik dari yang gue bayangkan" bisik Leon.


Deg


Jantung Naya berdetak cepat disertai pipi yang sudah merah merona akibat mendengar bisikan Leon.

__ADS_1


__ADS_2