
Posisi dan jarak antara wajah Naya dan Zayn sangat dekat.Posisi gula kapas ada di tengah-tengah wajah mereka.
Wajah Zayn sudah merah merona, tapi Naya tidak menyadarinya.Dia hanya asyik makan gula kapasnya.
"Ini anak gak sadar-sadar apa kalau jarak kami terlalu dekat" bisik Zayn dalam hati.
Naya menatap Zayn yang dari tadi menatapnya terus."Zayn, lo napa melongo.Lo gak makan tuh gula kapas."
Seketika wajah Naya memerah karna tersadar wajah nya dan Zayn sangat dekat."Ehh, maaf gue gak sadar" menggeser kan posisi nya.
"Ehem! Gue juga yang salah, gue yang gak bilang-bilang sama lo" ucap Zayn yang tersipu malu.
"Gak kok, gue yang gak nyadar dari tadi" jawab Naya yang juga tersipu malu.
Suasana di antara mereka berubah jadi canggung."Kenapa jadi canggung begini, pasti karna kejadian tadi.Berharap saja, gue bisa melupakan nya tapi gak bisa" batin Zayn.
Naya hanya berdiam diri dengan wajah yang merah merona.Dia sedang memakan gula kapasnya.
"Naya, emmm....kita pulang aja ya.Soalnya ini dah mau sore.Nanti orangtua Leon nanti khawatir nyariin lo" kata Zayn.
Naya mengangguk, "Iya."
Naya dan Zayn pulang ke rumah Leon yang menjadi tempat tinggal Naya sekarang ini.
*
*
*
Akhirnya Naya sampai ke rumah."Makasih Zayn, lo dah anterin gue pulang dan makasih lo dah ngajak gue jalan-jalan, gue senang banget."
"Sama-sama Nay.Kalau lo senang gue juga senang.Gue akan lakuin apapun yang buat lo senang Nay."
__ADS_1
"Makasih, lo memang teman gue yang terbaik......."
Naya turun dari mobil Zayn dan masuk ke dalam rumah.
"Tapi gue ingin hubungan kita bukan sekedar teman Nay" gumam Zayn.
*
*
*
Di dalam kamar Naya.....
Kring...kring....
"Ini siapa pula yang nelpon malam-malam" melihat siapa yang menelepon.
"Ella??? Napa nih anak nelpon gue."
"Naya....gue lihat tadi lo bersama dengan Zayn.Kalian tadi jalan-jalan ya.Gak ngajak-ngajak kami pula."
"Ehhh, itu mendadak soalnya.Lagipun Zayn yang ngajak gue, napa gue juga harus ngajak kalian."
"Bilang aja lo mau jalan berduaan dengan Zayn."
"Mana ada! Gue tadi hanya......gue kan di ajak Zayn."
"Pppffttt....Naya...Naya.... ternyata secepat ini lo move on nya dari Leon."
"Ck, gue gak pernah tuh pacaran sama Leon.Gak usah pake bilang move on segala lagi."
"Kalau di dengar Leon nanti ngamuk dia."
__ADS_1
"Gak peduli lah gue, masa bodoh."
"Nah lo cuman nelpon gue cuman bilang ginian" sambung Naya.
"Bukan itu saja Nay.Gue tadi dapat kabar mengenai Tasya."
"Memang kenapa lagi dengan Tasya?"
"Gara-gara dia di keluarkan dari sekolah, dia kabur dari rumah."
"Dia kenapa kabur dari rumah?"
"Ya, lo tau kan gimana keluarganya Tasya.Keluarganya tuh.....gimana bilangnya ya...yang penting ngeri deh."
"Kagak ngerti gue apa yang lo bilang.Sekarang Tasya dimana?"
"Gak tau tuh.Sekarang dia lagi di cariin sama orangtuanya."
"Nekat bener tuh anak.Dah banyak dosa, pake acara kabur segala lagi."
"Gak kayak lo aja Nay."
"Ehhh, gue gak pernah kabur dari rumah ya.Gue juga gak banyak dosa."
"Masa sih?"
"Iyalah.Gue gak bakal lakuin hal yang buat diri gue sendiri rugi."
"Iyalah tuh.Besok kita jumpa di sekolah ya.Lo cepetan tidurnya, jangan sampai telat besok."
"Ok, El.Bye-bye."
Tut....Tut....
__ADS_1
Naya mengakhiri panggilan nya dengan Ella, dan langsung tidur.