
"Kenapa lo baru bilang sekarang.Lo kan bisa bilang sama kami semalam" ujar Ella.
"Gue hanya ingin beri kalian kejutan" sahut Naya.
"Jadi, lo kenapa gak pergi.Bukannya lo semalam video call dengan kita dan mengatakan lo pergi" ucap Putri.
"Ini semua gara-gara Leon" melirik Leon.
"Maksud lo" tanya Ella.
"Begini, semalam itu papa dan mama Leon ngomong sama gue kalau gue dan Leon di jodohkan.Gue gak terima, soalnya mereka bilangnya mendadak, jadi gue gak bisa berpikir."
"Trus?" sahut Putri.
"Trus, setelah itu gue video call dengan kalian dan mengatakan gue bakal pergi.Tapi setelah video call dengan kalian, gue ngirim pesan pada Leon.Gue meminta maaf sama Leon.Gue gak nyangka kalau Leon bakal masuk ke kamar gue.Dan banyak lagi hal yang tidak bisa gue jelasin" jelas Naya.
"Memang apa yang terjadi dengan lo dan Leon di kamar" tanya Putri sambil menatap curiga Naya.
Mendadak pipi Naya merah merona "Hehehheh, itu......hmm.....gue hanya...... mengobrol dengan Leon, itu saja" ucap Naya gugup.
"Yang penting intinya mengenai perjodohan gue dan Leon, gue menerima nya.Makanya gue gak jadi pergi" lanjutnya.
"Apa jangan-jangan lo nerima perjodohannya karna lo suka sama Leon ya?" ucap Putri sambil menyipitkan matanya menatap Naya.
"Itu......gue gak tahu" kata Naya sambil melirik Leon.
"Kalian gak usah bahas itu lagi deh" sambung nya.
"Ok, kami gak akan bahas lagi.Tapi kalau nikah, undang-undang kita, ya" kata Ella.
__ADS_1
Blush.....
Wajah Naya makin memerah "Argh! Terserah kalian lah.Udah kalian sana pergi" mendorong Ella dan Putri.
"Jadi, ceritanya lo ngusir kami gitu" balas Putri.
"Terserah, kalian sana pergi."
"Iya, kami pergi.Ciee....yang tidak lama lagi jadi pengantin baru." Ella dan Putri terkekeh dan pergi.
"Kenapa jadi begini sih" gumam Naya.
Leon berdehem "Ehem!"
Naya menatap Leon, "Ada apa?"
"Sekarang lo semua jelasin pada gue."
"Apa maksud lo, lo gak tahu kalau lo suka sama gue" tanya Leon.
"Cowok ini pertanyaan nya banyak banget.Apa setiap perkataan, mesti ada penjelasan nya gitu" batin Naya.
"Leon, apa semua perkataan gue itu mesti ada penjelasan nya.Gue capek di beri pertanyaan mulu ama lo" gerutu Naya.
Leon mendekatkan wajahnya pada Naya."Kalo lo gak mau jelasin apda gue, gue akan cium lo" ancam Leon.
Deg
"Leon, lo jangan macam-macam di sini banyak murid tahu.Kalo mereka lihat gimana."
__ADS_1
"Semuanya, kalian keluar dari kelas.Kalian tutup pintu dan jendela.Dan saat kalian keluar kelas, kalian jangan mengintip atau pun membuka pintu atau kalian kena imbasnya" perintah Leon.
Semua murid-murid dalam kelas menuruti perintah Leon dan keluar dari kelas.Mereka menutup pintu dan jendela.Yang akhirnya Naya dan Leon tinggal berdua di dalam kelas yang benar-benar sepi.
"Leon, lo gila apa.Lo nyuruh murid-murid keluar dari kelas.Memang nya kenapa?" tanya Naya.
"Lo sendiri yang bilang di sini banyak murid-murid.Makanya gue suruh keluar" jawab Leon enteng.
"Itu kalau lo macam-macam sama gue.Gak mungkin kan lo macam-macam sama gue" balas Naya.
"Sekarang lo jelasin pada gue, atau gue bakal cium lo" ancam Leon.
"Lo ngancam gue.Hmph! Gue gak takut sama ancaman lo.Karna lo gak mungkin cium gue" balas Naya.
Leon tersenyum tipis, "Lo yakin?"
"Gue yakin."
Cup
Ciuman Leon mendarat di bibir Naya.Naya terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.
"Gue dah bilang pada lo, Naya.Gue benar-benar akan cium lo" bisik Leon.
Deg
"Leon, lo benar-benar gila.Lo sembarangan cium gue" teriak Naya.
"Sssttt.....lo jangan teriak.Lo mau kalau murid-murid pada dengar teriakan lo."
__ADS_1
"Hmph!"
"Makanya, lo jangan permainin gue.Sekali gue bilang, gue akan ngelakuin" ucap Leon.