Cinta Atau Hutang Budi

Cinta Atau Hutang Budi
*Part 28 Belajar?


__ADS_3

"Mas Jaka. Kamu tenang saja. Aku yakin apapun yang kamu pilih adalah hal yang paling baik buat hidupmu. Jadi, putuskan lah sesuai apa yang ada dalam hati kamu, Mas. Aku rela menerima semua keputusan kamu."


"Nika ... kamu ... kamu yakin akan hal itu?"


Jaka berucap dengan nada lirih.


Namun, belum sempat Nika menjawab apa yang Jaka tanyakan, Meta yang sudah tidak kuat lagi menahan hati langsung memanggil Jaka dengan suara lantang, tapi terkesan serak akibat penuh kesedihan. "Kak Jaka!"


Tentu saja panggilan itu langsung membuat Jaka dan Nika terkejut. Seketika, pelukan keduanya langsung terlepas. Jaka pun langsung memberikan tatapan kaget sekaligus bersalah pada Meta.


"Me-- Meta. Kamu ... sejak kapan kamu tiba di sini? Bukankah ... bukankah biasanya, kamu selalu datang dari gerbang sebelah sana."


Meta tersenyum getir akibat penuturan Jaka barusan. Dalam hati dia berkata, 'Ya, aku memang datang dari gerbang sebelah sana tadi. Tapi, takdir yang membawa aku ke sini. Jika sudah takdir, mau dari manapun aku datang, tetap saja akan bertemu.'


"Kenapa memangnya, Kak? Kamu kaget dengan aku yang tiba-tiba muncul di sini? Kamu merasa bersalah, atau tidak enak hati akibat aku melihat kedekatan kalian berdua?"

__ADS_1


"Sudahlah, kak Jaka. Antara kita ini, sudah tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Aku tahu apa yang sudah terjadi dengan kamu juga dia, bukan?" Meta berucap sambil mengarahkan telunjuknya pada Nika.


"Untuk itu, mari kita akhiri sekarang saja, kak Jaka. Kamu, aku, dan dia. Datang ke rumahku. Kita buka semuanya di depan mama dan papa. Dan, batalkan pernikahan yang hanya tinggal menghitung hari saja. Karena pernikahan itu tidak mungkin akan kita lanjutkan lagi."


Seketika itu juga, mata Jaka membulat akibat terkejut. Wajahnya pun memerah seketika saat mendengar ucapan Meta barusan. Sungguh, Jaka sangat tidak percaya dengan apa yang Meta ucapkan barusan. Meta ingin membatalkan pernikahan secara langsung tanpa memberikan dirinya kesempatan untuk menjelaskan sedikitpun.


"Apa yang kamu katakan, Meta? Jangan berpikir terlaku dangkal. Hubungan kita bukan sebatas pacaran yang bisa kamu batalkan secara sebelah pihak."


"Karena hubungan kita bukan sebatas pacaran, maka aku minta kamu datang untuk mengatakan semuanya pada kedua orang tuaku. Aku yakin, mereka juga akan setuju jika pernikahan ini langsung dibatalkan."


Jaka membeku karena kata-kata Meta barusan. Dia sungguh sangat bingung sekarang. Mau dia batalkan, atau melanjutkan pernikahan, itu akan sama saja. Karena itu adalah dua hal yang sama-sama tidak akan memperbaiki masalah yang sudah ada di depan mata.


Jaka tersadar dari lamunannya ketika Meta ingin beranjak meninggalkan dirinya dan Nika. Secepat mungkin, Jaka langsung menahan tangan Meta agar tidak pergi mendahuluinya.


"Tunggu, Meta! Ada hal yang ingin aku katakan sebelum kita bicara dengan kedua orang tua kamu."

__ADS_1


Meta langsung menatap Jaka dengan tatapan tajam. "Apa!? Katakan secepatnya karena aku tidak ingin bicara dengan kamu terlalu lama lagi, kak."


"Aku minta maaf jika terlalu banyak menyakiti hatimu, Met. Tapi percayalah, aku sungguh tidak berniat untuk melukai hatimu. Aku nyaman saat bersama kamu. Tapi, untuk cinta aku memang belum menyadari akan hatiku sendiri."


"Meta, bisakah kita tetap mempertahankan pernikahan ini? Pernikahan kita hanya tinggal menghitung hari saja lagi. Aku ingin kita tetap melanjutkan pernikahan ini."


Sungguh, kata-kata itu sungguh sangat mengejutkan buat Meta juga Nika. Kedua perempuan yang ada di dekat Jaka itupun langsung membulatkan mata mereka masing-masing. Memberikan tatapan tak percaya kearah Jaka secara bersamaan.


Setelah beberapa saat terdiam, Meta akhirnya mencairkan suasana yang beku dengan tertawa tidak enak. Dia pun melihat Jaka dengan tatapan geli akibat kata-kata yang Jaka ucapkan barusan.


"Kak Jaka sungguh lucu ternyata. Kamu ingin tetap mempertahankan pernikahan ini, tapi kamu bilang tidak ada rasa cinta untuk aku. Kamu hanya ingin balas budi dengan cara menikah? Maaf, Kak. Aku memang suka dan sangat mencintai kamu. Tapi itu tidak akan pernah menjadi alasan untuk aku buat menahan agar pernikahan ini tetap berlanjut."


"Kenapa, Met? Kenapa tidak ingin melanjutkan pernikahan. Kamu hilang kamu cinta, bukan? Jika sekarang aku tidak cinta, maka berikan aku waktu untuk belajar mencintai kamu selama waktu pernikahan kita."


"Kamu ingin belajar? Bagaimana jika kamu tidak berhasil dalam belajarmu nanti, kak? Apakah pernikahan kita akan berakhir sia-sia saja?"

__ADS_1


______________________________________________


Catatan. "Buat teman-teman, maaf yah. Hari ini aku up satu bab aja. Seterusnya juga sama. Satu bab per satu hari. Sedang sangat sibuk banget soalnya. Maaf yah."


__ADS_2