
"Yah, inilah kekuranganku yang banyak, Met. Aku beruntung bisa menikah dengan kamu yang baik-baik saja dan seorang gadis pula. Karena aku yang duda ini, selain bekas orang, aku juga tidak sempurna. Hidup dengan banyak kekurangan yang mengelilingi aku."
Sean berucap sambil beranjak dari duduknya. Bangun, lalu berdiri membelakangi Meta.
Ucapan itu tentu langsung menyentuh hati Meta. Dia yang selama ini keberatan untuk melayani Sean sebagai suami, malam ini tiba-tiba merasa sangat bersalah akan hal tersebut.
Sontak, entah dapat bisikan dari mana. Meta lalu bangun dari duduknya. Dengan hati yang masih bimbang, Meta melangkah untuk menghampiri Sean. Dan, tangan Meta begitu ringan untuk ia gerakan. Tangan itu bergerak, lalu melingkar di pinggang Sean dengan sempurna. Yah, Meta memeluk tubuh Sean dari belakang.
Tentu saja hal tersebut membuat Sean sangat kaget. Namun, rasa kaget itu kalah dengan rasa bahagia yang kini langsung menyerbu memenuhi hati Sean.
Sean tersenyum melihat tangan yang melingkar dari belakang. Juga dekapan hangat yang ia rasakan memancarkan kebahagiaan yang luar biasa dari dalam hatinya. Sean pun langung menyentuh tangan itu dengan lembut.
Lalu, dengan lembut Sean membuka tangan itu. Selanjutnya, dia berpindah posisi untuk menghadap orang yang kini sudah memeluknya dari belakang.
Masih dengan senyuman termanis yang dia punya, Sean menatap lekat wajah Meta. Hal tersebut membuat Meta merasa malu, dia pun langsung menundukkan wajahnya dengan cepat.
__ADS_1
"Maaf, kak Sean. Aku .... " Meta lagi-lagi menggantungkan kalimatnya. Hal tersebut membuat Sean merasa semakin gemes dengan Meta yang ada dihadapannya saat ini.
Tangan Sean pun dengan ringan segera menyentuh dagu Meta. Dia angkat dagu itu dengan lembut untuk melihat wajah yang sedang tertunduk secara langsung.
"Minta maaf? Untuk apa lagi kamu minta maaf padaku, Meta? Apa minta maaf karena kamu sudah memeluk aku barusan? Mm ... apa karena kamu merasa kasihan padaku?"
Pertanyaan itu langsung membuat Meta merasa tidak enak hati. Wajahnya yang malu, kini berubah seketika. Ingin sekali Meta menjawab dengan cepat, lalu segera menghilang dari pandangan Sean secepatnya. Tapi sayang, hal itu tidak bisa ia lakukan. Karena selain tidak bisa bergerak, dia juga tidak bisa bicara walau hanya satu kata.
"Ketahuilah, Meta. Aku tidak pernah merasa kamu punya salah sedikitpun padaku. Meskipun kamu hanya merasa kasihan atas nasibku, karena itu pelukan kamu berikan barusan. Tapi, aku merasa sangat-sangat bahagia. Aku bahagia walau hanya satu pelukan yang kamu berikan. Karena hati ini, sangat-sangat mencintai kamu. Satu pelukan saja sudah cukup buat aku merasakan indahnya dunia saat bersama kamu, Meta."
Entah mengapa, ucapan itu terasa sangat menyentuh hati. Dan, Meta tidak bisa menahan rasa itu. Tiba-tiba, matanya terasa hangat seketika. Dan, buliran bening tiba-tiba saja tumpah dari Mata meta dengan cepat.
"Ya Tuhan, Meta. Kenapa kamu menangis? Apa ada kata-kata yang aku ucapkan, yang telah menyakitkan hatimu barusan? Jika iya, aku sungguh sangat minta maaf. Tolong jangan menangis lagi. Aku merasa sangat menyesal, Meta."
Meta langsung tersenyum manis.
__ADS_1
"Aku bukan menangis karena ada kata menyakitkan dari ucapan mu, kak. Tapi, aku menangis karena aku bahagia. Aku terharu akan kata-kata yang kamu ucapkan tadi."
"Sungguh, aku merasa sangat baik jadi istri yang tidak bisa melayani kamu selama pernikahan kita. Padahal, kamu begitu luar biasa jadi seorang suami."
"Dan, kak Sean. Pelukan itu bukan pelukan karena aku kasihan padamu. Tapi, karena hati ini merasa ingin memelukmu. Entah kenapa, malam ini, aku ingin jadi istrimu yang seutuhnya."
Sean yang sudah berpengalaman jadi suami, tentu langsung paham dengan sinyal yang Meta berikan padanya. Dia pun langsung mengukir senyum lebar yang luar biasa.
Tanpa berucap satu patah katapun, Sean langsung menjatuhkan ciuman hangat nan mesra ke bibir merah merekah milik Meta. Ciuman liar yang membuat Meta agak terkejut karena ini adalah ciuman pertamanya. Dan, perasaan gugup pun semakin Meta rasakan saat ciuman itu semakin ganas Sean lakukan.
Meta yang gugup, tidak bisa melakukan banyak hal selain menerima apapun perlakuan Sean. Di tambah, tangan Sean yang cukup nakal itu tiba-tiba ikut ambil andil dalam permainan panas yang Sean ciptakan.
Meta yang hanya menerima setiap permainan Sean, pada akhirnya ikut ambil andil. Meski dia belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya, tapi respon dari tubuhnya sendiri tidak bisa ia cegah. Sambil menutup matanya rapat-rapat, Meta menikmati malah bahagia itu bersama sang suami.
______________________________________________
__ADS_1
*Catatan.
"Maaf untuk malam pertama yang mungkin tidak seperti yang kalian bayangkan. Harap maklum, seperti biasa. Aku nggak bisa bikin yang lebih panas lagi. Karena ... selain aku gak mau bikin dosa jamaah. Ini bulan puasa ya teman-teman. Jangan mikir yang kurang bagus. He he he ....