
Ya, inilah sikap baru Meta setelah hamil. Dia suka ngambek jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia sungguh sangat jauh berbeda dari Meta yang sebelumnya. Sering manja gak jelas. Sering ngambek walau hanya masalah kecil.
Namun, Sean cukup bisa memakluminya. Meskipun ini adalah hal yang baru dia hadapi, juga rasa keraguan akan anak yang ada dalam kandungan Meta, tapi dia tetap berusaha sebaik mungkin jadi suami untuk orang yang paling dia sayangi. Sean tak bosan-bosannya belajar dari berbagai artikel yang bisa ia temui seputar merawat perempuan yang sedang hamil. Karena itu, dia terlihat cukup berpengalaman sekarang.
"Sayang."
Sean berucap lirih. Ingin rasanya dia menegur Meta yang sedang asik makan mangga muda dengan dicocol sambal cabe hijau, tapi sayang, rasa itu seketika lenyap. Karena saat ini, dia merasa begitu bersalah dengan Meta. Terutama, pada anak yang ada dalam kandungan Meta saat ini.
Sean langsung memeluk Meta dari belakang. Dengan pelukan yang penuh kehangatan, dia memeluk Meta dengan erat.
Tentu saja Meta merasa agak aneh dengan sikap Sean sekarang. Karena biasanya, Sean selalu menatapnya terlebih dahulu saat berhadapan. Apalagi di saat Meta ketahuan bikin salah seperti sekarang. Melanggar apa yang Sean larang.
"Kak ... Sean. Kamu ke-- napa?"
__ADS_1
"Gak ada apa-apa. Cuma ingin peluk kamu aja. Oh iya, kenapa makan sambel cabe hijau, hm? Bukankah aku melarang kamu makan itu?" Sean berucap dengan posisi wajah yang hampir tidak ada jarak dari wajah Meta.
Ya karena saat ini, dia menyadarkan kepalanya di bahu Meta.
Meta pun hanya nyengir kuda saja. Tahu kalau apa yang dia lakukan saat ini adalah kesalahan, maka dia tidak akan berucap.
Tangan Sean langsung menyentuh perut Meta yang masih datar. "Ini pasti maunya kamu, kan Sayang? Mama kamu ini terlalu memanjakan kamu. Sampai-sampai, tidak ingin mengindahkan larangan papa lagi sekarang."
"Kak Sean, ada apa dengan kamu sekarang? Apa kamu sudah sangat yakin kalau ini adalah anakmu?"
Pertanyaan itu langsung membuat Sean beranjak dari posisi sebelumnya. Dia masih tidak menjawab, tapi dia kini mengubah posisinya yang awalnya memeluk Meta dari belakang, kini langsung menghadap Meta.
Selanjutnya, Sean tanpa bicara sepatah katapun langsung menjatuhkan kepala di atas pangkuan Meta. "Maafkan aku, Sayang. Aku tidak seharusnya menaruh kecurigaan padamu walau hanya seujung kuku. Karena kamu memang tidak akan pernah mengkhianati aku." Sean berucap sambil menangis di atas pangkuan Meta.
__ADS_1
Lalu, Sean mengatakan semau penyesalan yang dia rasakan saat ini. Dia juga menjelaskan prihal hasil tes yang benar-benar membuat dia sadar kalau dia sudah salah besar. Berulang kali kata maaf Sean ucapkan dengan air mata yang terus saja tumpah.
Karena hal tersebut, Meta yang awalnya sempat merasa sedikit kesal, lalu merasa luluh dan sangat lega. Meta seka air mata yang kini tumpah di pipi Sean dengan lembut.
"Tidak perlu minta maaf seperti itu padaku, kak. Kamu juga manusia yang pasti punya banyak rasa. Terutama, rasa curiga. Karena itu, aku maklum dengan kamu. Dan, aku malahan bangga padamu, kak. Karena kamu masih bisa bersikap baik-baik saja walau hatimu sedang merasa curiga. Itu adalah hal luar biasa yang sangat aku kagumi dari kamu, kak Sean."
Seperti itulah penyelesaian masalah yang sedang mereka hadapi. Selanjutnya, Sean dan Meta datang ke rumah orang tua Sean. Mereka menyebarkan kabar bahagia ke semua keluarga.
Dan, tentunya tanggapan mereka sungguh sangat luar biasa kagetnya. Jangan berharap kalau kabar itu langsung membuat semua keluarga bersorak, tersenyum karena kebahagiaan. Karena seperti Sean sebelumnya, mereka juga curiga.
Tapi, penjelasan dengan bukti yang Sean bawa membuat kecurigaan itu mendadak sirna. Hingga pada akhirnya, semua keluarga tersenyum bahagia. Bahkan, mama Sean menangis karena terharu.
Kehamilan itu adalah anugerah terindah buat semua anggota keluarga. Mereka pun sangat bersyukur dengan semua yang sang pencipta berikan. Ternyata, dibalik kejadian, selalu ada hikmah yang tersembunyi. Seperti, dibalik kecelakaan fatal yang Sean alami, ternyata ada kebahagiaan yang sang pencipta titipkan.
__ADS_1