Cinta Atau Hutang Budi

Cinta Atau Hutang Budi
*Part 35 Baru tau


__ADS_3

Setelah kunjungan Meta malam itu, seperti yang Sean katakan sebelumnya, dua hari kemudian, Sean diizinkan pulang. Tapi, Meta tidak lagi menunjukkan wajahnya dihadapan Sean. Hal tersebut membuat Sean merasa agak kecewa. Karena Sean berharap, Meta yang menjemputnya pulang dari rumah sakit.


Sean berjalan dengan langkah lemas. Wajah murung seakan tidak ingin meninggalkan rumah sakit membuat ide usil tiba-tiba muncul dalam benak Jesi saat ini.


"Mm ... kak Sean kenapa sih? Gak senang yah pas sudah diizinkan pulang? Apa ... mau nginap di sana terus?" Jesi bertanya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah rumah sakit.


"Hush! Ngomong apa sih kamu, Je? Gak boleh lho ngomong gitu. Tinggal di rumah sakit gak enak. Jadi, jangan didoakan lagi kakak kamu ini," ucap sang mama.


"Mm ... bukan ngedoain, Mama. Hanya merasa aneh aja. Orang biasanya bahagia kalo keluar dari rumah sakit. Ini ... pas udah ninggalin rumah sakit malah murung. Kan jadi gak enak dan bikin hati penasaran aja. Salahnya di mana gitu."


"Mm ... sayang. Mungkin salahnya di, gak ada yang jemput dia. Mm ... bukan gak ada. Orang yang dia harapkan buat jemput dia gak ada di sini. Makanya dia gak bersemangat saat ingin pulang," ucap Jona dengan tatapan menggoda ke arah Sean.


Karena ucapan Jona, semua anggota keluarga pun langsung melirik ke arah Sean dengan lirikan penuh selidik juga penuh dengan godaan. Hal tersebut langsung membuat Sean memasang wajah tidak enak.


"Sok tahu kamu, Jo. Jangan ngomong yang nggak-nggak. Atau .... " Sean tiba-tiba menggantungkan kalimatnya.


Karena saat itu, dia yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil langsung melihat seseorang yang dia harapkan. Tapi sayangnya, itu hanya penglihatan Sean saja. Karena orang yang ingin dia lihat, saat ini sedang duduk diam di depan jendela kamar.

__ADS_1


'Udahlah, Se. Apa yang kamu pikirkan. Meta gak akan datang ke sini. Orang dia sedang sibuk menyiapkan pesta pernikahannya saat ini. Kamu mikir jangan berlebihan,' kata Sean pada dirinya sendiri. Dan, ucapan itu hanya dia ucap dalam hatinya saja.


Sementara itu, Jesi yang merasa ada yang aneh dengan Sean, langsung menatap Sean dengan tatapan lekat. "Ada apa, kak Sean? Apa yang kamu lihat?"


"Eh, gak ada apa-apa. Hanya ... hanya salah lihat saja." Setelah berucap kata-kata itu, Sean langsung masuk ke dalam mobil.


Mobil berjalan meninggalkan rumah sakit. Suasana dalam mobil itu terasa cukup tenang karena tidak ada yang bicara. Sean yang kini satu mobil dengan mama dan papanya, tidak sedikitpun angkat bicara. Dia hanya diam saja dengan pikiran menerawang jauh.


Sementara itu, persiapan pernikahan tetap berjalan sesuai dengan rencana sebelumnya. Yah, meskipun kini tidak ada campur tangan keluarga Meta lagi, tapi semua yang sudah keluarga Meta siapkan, tidak mereka rusak sedikitpun. Sedangkan Jesi, dia juga sudah lepas tangan. Untung saja persiapan pernikahan sudah berjalan delapan puluh persen. Jadi, Jaka hanya melanjutkan sedikit saja lagi untuk menyempurnakan resepsinya.


.....


"Udah siap, sayang?" Jona berucap sambil menggendong bayi cantik dengan penuh kelembutan.


"Udah. Mm ... mama sama papa pergi gak yah? Nah, kak Sean ikut juga gak yah?"


"Ingin tahu? Hubungi aja mereka, Je."

__ADS_1


Jesi langsung mendengarkan apa yang suaminya katakan. Dengan gerakan cepat, Jesi langsung mengutak-atik layar gawai miliknya. Lalu, beberapa saat kemudian, panggilan pun tersambung.


"Kak Sean. Mama mama? Kok gak angkat panggilan dari aku?"


"Ada, mama lagi siap-siap kek nya."


"Oh, kak Sean ikut gak?"


Pertanyaan itu membuat Sean terdiam beberapa saat. "Aku ... mm ... kek nya nggak deh. Aku gak enak badan sepertinya," ucap Sean dengan nada sedikit lemas.


"Oh, sayang sekali. Kamu tiba-tiba gak enak badan. Mm ... jika kamu bisa ikut, kamu mungkin bisa bertemu Meta di sana."


Sikap usil Jesi masih tidak menghilang. Ditambah lagi dengan niatnya untuk menukar Jaka dengan Sean, hal itu semakin membuat Jesi merasa bersemangat untuk mendekatkan Sean dengan Meta.


"Ya jelas bertemulah, Je. Orang pernikahannya sendiri, masa aku datang gak bertemu dengan mempelainya. Aku tinggalkan di mana penglihatan ku jika datang tidak bertemu dengan kedua mempelai?"


Ucapan itu langsung membuat Jesi sadar akan satu hal. Yaitu, Sean yang masih belum tahu, kalau Meta dan Jaka tidak jadi menikah.

__ADS_1


"Mm ... kak Sean masih belum tahu kabar besar yah? Yang menikah hari ini bukan Meta. Tapi, calon istri kak Jaka yang lain. Yang aku juga tidak ingat siapa namanya."


__ADS_2