Cinta Cantika

Cinta Cantika
Mencari tahu


__ADS_3

Selamat sore pak, Saya Micel menager di swalayan ini.( ucap manager memperkenal kan diri sambil menyodorkan tangan pada Revan dengan ramah )


Selamat sore juga pak, Saya Revan. ( ucap revan memperkanalkan diri menyambut tangan manager Micel )


Ada permasalahan apa pak? Ada yang bisa saya bantu. ( ucap manager micel bertanya pada revan )


Begini pak micel, saya memang ingin meminta bantuan dari pak micel, ini kartu pengenal saya, apa boleh saya bicara bedua saja dengan pak micel, tapi tidak di sini. ( ucap revan pada manager micel, memberi kartu pengenal agar manager micel tidak berprasangka buruk, karna revan meminta bicara di tempat lain, untuk mempermudah revan menyampaikan apa yang revan maksud tanpa mengganggu orang-orang yang berbelanja di sana )


Baiklah! kita bicara di ruangan saya saja, Mari pak ikut saya. ( ucap manager micel setelah melihat tanda pengenal yang Revan berikan, lalu mengajak revan untuk masuk ke ruang kerjanya )


Silahkan duduk. ( ucap manager micel pada revan, setelah mereka sampai di dalam ruangan manager micel, revan duduk di kursi yang berhadapan dengan manager micel )


Ada apa pak revan ? Apa ada hal yang tidak menyenangkan atas pelayanan di swalayan kami?


Sehingga membuat pak revan meminta bertemu dengan saya. ( ucap manager micel bertanya langsung pada Revan tampa basa basi )


Saya Tidak ada masalah mengenai pelayanan di swalayan ini pak micel. ( ucap revan menjawb cepat pertanyaan manager micel )


Lalu! ( ucap manager micel bingung, meminta penjelasan revan yang tidak dia mengerti )


Sebenarnya kedatangan saya ke sini, untuk meminta izin pada pihak swalayan, membolehkan saya mengecek CCTV swalayan ini, karna ada hal penting yang perlu saya lihat. ( ucap Revan pada manager micel mangatakan maksud ke datangan dia ke sana )


Kalau saya boleh tau, apa hal penting yang ingin bapak Revan lihat? ( ucap manager micel bertanya pada revan )


Seseorang. ( Jawab revan, setelah itu revan menceritakan semua detail permasalahan pada manager micel tanpa ada yang revan tutupi, itulah kenapa revan datang kesana untuk meminta izin pada pihak swalayan agar pihak swalayan bisa mengizinkan revan mengecek CCTV swalayan itu, mendengar penjelasan dari revan, rasa khawatir yang ada di pikiran manager micel ikut hilang, karna manager micel mengerti titik permasalahan bukan karna pelayanan dari swalayannya melainkan dari masalah lain )


Saya tidak bisa memberi izin pak revan untuk mengecek CCTV swalayan ini. ( ucap manager micel pada revan )

__ADS_1


Tolong izin kan saya pak micel, saya hanya ingin melihat CCTV yang hari ini saja, sungguh tidak ada yang lain. ( ucap revan. meyakinkan manager micel supaya bisa mengizinkan revan melihat CCTV di sana )


Bukan saya tidak mau memberi izin pak revan.


Saya harus meminta persetujuan pada atasan saya. ( ucap manager micel )


Bisakah pak micel membantu saya untuk menyampaikan tujuan saya pada atasan pak micel? ( ucap revan. bertanya pada manager micel, berharap manager micel mau membantunya )


Baik lah, pak revan tunggu di sini. ( ucap manager micel lalu pergi meninggalkan revan dari ruangannya )


Setelah keluar dari ruangannya, manager micel masuk ke ruangan lain, mengeluarkan Hp dari saku celana, membuka aplikasi camera lalu memphoto tanda pengenal revan yang dari tadi masih di tangan manager micel, photo itu langsung dia kirim ke seseorang.


Setelah photo terkirim, manager micel menelpon.


Periksa data orang tersebut, jangan terlalu lama. ( ucap micel pada seseorang di seberang telpon, setelah itu mematikan Sambungan telpon. )


Tak berapa lama masuk notice di Hp micel, micel langsung melihat ke layar hp, setelah selesai melihat notice yang di kirim kan seseorang, micel melangkah keluar dari ruang itu munuju ruangan tadi, lalu masuk menemui revan kembali.


Bagai mana pak micel, apa saya di izinkan? ( ucap revan. bertanya pada manager micel, Saat melihat menager micel sudah berada di hadapannya )


Ayo pak revan ikut saya. ( ucap manager micel pada revan, tanpa menjawab pertanyaan dari revan dahulu, revan hanya menggangguk, Berdiri lalu melangkah mengikuti manager micel ke ruangan di samping meja kerja manager micel.


Ternyata manager micel mambawa revan ke ruang sisi Tv yang ada dalam ruangannya, revan melihat manager micel lalu sedikit membungkuk, mengisyaratkan ucapan trimakasih.


Manager Micel langsung membuka sandi CCTV, mengulang rekaman hari ini, mempersilahkan revan untuk melihat, revan mengambil alih rekaman dan memutar di jam 11 ke atas, revan yang melihat rekaman itu tersenyum, semua itu tak luput dari pandangan micel.


Pak micel apa saya bisa mengcoppy rekaman ini? ( ucap revan bertanya pada manager micel meminta izin )

__ADS_1


Silahkan. ( jawab manager micel membolehkan, revan menggangguk kan kepala lalu mengcoppy data tersebut )


Pak micel, trimakasih banyak atas bantuannya. ( ucap revan pada manager micel saat revan telah selesai mengcoppy rekaman CCTV )


Sama-sama pak revan, ini tanda pengenal pak revan saya kembalikan. ( jawab manager micel sekalian memberikan tanda pengenal revan yang masih dia pegang, langsung di ambil oleh revan )


Kalau begitu saya pamit dulu pak micel, sekali lagi trimakasih, sampai bertemu kembali. ( ucap revan pada manager micel sambil mengulurkan tangan, yang di jawab anggukkan Oleh manager micel sambil menyambut uluran tangan revan.)


Revan keluar dari ruangan Manager micel lalu melangkah menuju mobil yang ada di parkiran, sekarang revan sudah berada di dalam mobil.


Pak kita balik ke hotel. ( ucapnya pada pak supir )


Baik tuan. ( jawab pak supir mulai melajukan mobil )


Buka email mu, dan cari tau siapa gadis itu secepatnya. ( ucap revan pada seseorang di seberang telpon setelah itu mematikan sambungan telpon )


Gadis yang devan maksud adalah cantika, setelah mendengar cerita dari cakra, revan penasaran bagai mana rupa gadis yang membuat adik nya seperti orang gila. Bukan apa-apa revan sangat mengenal cakra.


Selama ini cakra tidak pernah dekat atau tertarik dengan wanita manapun, banyak wanita yang mendekati cakra, tidak satu pun yang membuat cakra tertarik bahkan melihat ke arah mereka.


Itu yang membuat revan dan saga takut, takut ada penyimpangan dengan adiknya.


Revan dan saga tidak pernah melarang cakra pacaran, malah selalu menyuruh cakra untuk punya pacar, bahkan revan dan saga selalu memperkenalkan cakra dengan gadis yang baik menurut mereka.


Tapi bukannya tertarik, malah di acuhkan oleh cakra.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2