
Jangan anggap cantika tidak ada, jangan tinggalkan cantika. ( jawab cantika pada pak alex semakin menangis tersedu dan mengeratkan pelukannya )
Kurangnya kasih sayang yang cantika dapat, membuat cantika merasa takut kehilangan orang yang menyayanginya lebih besar, dari orang yang lebih banyak mendapatkan kasih sayang dan pak alex mengerti akan ke khawatiran cantika.
Bapak tidak akan meninggalkan nona, bapak akan selalu ada di samping nona, bapak akan selalu menyayangi nona, bapak akan selalu ada untuk nona sampai nona menjadi dewasa dan tak butuh bapak lagi. ( ucap pak alex menenangkan cantika )
Bapak janji. ( jawab cantika melepaskan pelukannya dari pak alex dan mengangkat jari kelingkingnya )
Janji. ( ucap pak alex menautkan jari kelingking mereka sambil tersenyum )
Tapi kalau cantika sudah dewasa cantika tidak akan meninggalkan bapak, cantika akan mengurus bapak dengan baik. ( ucap cantika teringat kembali perkataan pak alex padanya tadi )
Iya bapak tau kamu anak yang baik. ( jawab pak alex tersenyum)
Bi inah yang dari tadi melihat interaksi mereka ikut meneteskan air mata, bi inah bersyukur cantika tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ayah, meski yang memberi bukan dari ayah kandungnya tapi setidaknya cantika mendapatkan kasih sayang itu. Awalnya bi inah menghampiri mereka untuk mengajak Mereka makan malam, tapi bi inah di suguhkan dengan hal yang mengharukan, meski sedih tapi bi inah bahagia.
Sepertinya bibi tidak akan menambah garam lagi di masakan malam ini, cukup menambahkannya dengan air mata kalian, pasti lebih enak. ( ucap bi inah mengejutkan cantika dan pak alex )
Bibi ih, bikin kaget. ( ucap cantika pada bi inah manja )
Sejak kapan bibi di situ?( tanya pak alex )
Dari kalian mengupas bawang. ( jawab bi inah )
Kapan kami mengupas bawang? ( tanya cantika dengan polosnya )
Tadi di situ. ( ucap bik inah )
Tidak, kami tidak mengupas bawang. ( jawab cantika tambah bingung )
Sekarang bawangnya sudah terkupas. ( ucap pak alex menambah kebingungan cantika)
iya banyak sekali. ( jawab bi inah )
Mana bawangnya ? ( tanya cantika lagi dengan polosnya)
Haahahahahahahahaha. ( tawa pak alex dan bi inah pecah melihat kepolosan cantika )
Apa yang lucu? ( tanya cantika bengong )
Nona yang lucu. ( jawab bi inah menghentikan tawanya )
__ADS_1
Lucu dari mana bi, aku aja habis menangis. ( ucap cantika polos )
Sudah! Sekarang hilangkan bawang, hilangkan lucu, hilangkan tangis, ayo kita makan, kalau di teruskan gak akan ada habisnya. ( ucap pak alex menghentikan )
Ayo nona kemeja makan. ( ucap bi inah )
Gak usah di pikirkan nona, tadi itu pak alex dan bi inah hanya bercanda. ( ucap pak alex mengerti kebingungan cantika )
Ooh. Kalau begitu ayo kita makan. ( jawab cantika )
Mereka bertiga melangkah kemeja makan, lalu makan dalam diam, memang kalau saat lagi makan harus diam, takut keselek selesai makan baru bicara kembali.
Enam belas orang yang bekerja di mansion itu, sangat iri melihat kedekatan nona mereka dengan pak alex dan bi inah, Mereka juga selalu melihat sikap manja cantika pada pak alex dan bi inah, apalagi cantika sering bergelayut manja pada mereka.
Makan harus bersama dengan mereka, kalau pak alex tidak sempat makan, nona mereka akan membungkusnya untuk pak alex. Kemana-mana harus dengan pak alex dan bi inah, menonton Tv, berenang, dan banyak interaksi lainnya yang mereka lihat.
Mereka juga ingin seperti pak alex dan bi inah, tapi tidak berani mendekati cantika, walau sebenarnya cantika juga baik memperlakukan mereka, tapi berbeda dengan pak alex dan bi inah yang cantika anggap orang tuanya.
Walau orang-orang yang bekerja di mansion iri dengan pak alex dan bi inah, tapi mereka juga bahagia melihat interaksi mereka yang seperti keluarga, iri mereka hanya iri untuk membangun bukan iri untuk menjatuhkan, tapi tidak salah dengan pak alex dan bi inah karna merekalah yang mengurus cantika dari masih bayi sampai sekarang ini.
Tadi mengapa mengurung diri nona. ( ucap pak alex memulai percakapan selesai mereka makan )
Iya kenapa nona, gak seperti biasanya. ( ucap bi inah juga sambil membersihkan makanan di atas meja makan )
Jangan di pikirkan, laki-laki Itu pria baik, dia memang tidak sengaja menabrak nona. ( Ucap pak alex )
Hah kok bapak tau? ( ucap cantika bingung karna cantika belum memberi tahu pak alex )
Pak alex mencari tahu. ( jawab bi inah mengerti ke bingungan cantika )
Ooh. Syukurlah Kalau laki-laki itu pria baik, tadi cantika sempat takut. ( ucap cantika Yang mengerti pak alex pasti mencari tahunya )
Nona memikirkan hal yang buruk? ( tanya pak alex )
Hehehe iya. ( jawab cantika cengengesan )
Terus apa yang nona lakukan tadi di kamar?( tanya bi inah )
Tidur bi. ( jawab cantika )
Tidur selama itu? ( tanya pak alex )
__ADS_1
Iya pak. ( jawab cantika )
Tumben nona tidur selama itu? ( tanya bi inah )
Gak tau bi, bangun-bangun cantika lihat jam udah hampir jam 10. ( jawab cantika )
Emang tadi masuk kamar langsung tidur? ( tanya bi inah )
Maunya tadi langsung tidur bi, tapi gak bisa tidur, terus cantika guling-guling di kasur, gak tau tidurnya jam berapa. ( jawab cantika )
Karna laki-laki itu? ( tanya pak alex )
Hehehe iya. ( jawab cantika cengengesan lagi )
Apa nona suka kali sama laki-laki itu? ( tanya bi inah )
Suka gimana, orang mukanya gak kelihatan. ( jawab cantika )
Emang kalau kelihatan jadi suka? ( tanya bi inah menggoda )
Iya. ( jawab cantika menggoda bi inah juga )
Hah benaran? ( tanya bi inah kaget )
Hahahaahaha cantika bercanda bi, makanya bibi jangan menggoda cantika kalau gak mau kena goda. ( jawab cantika sambil tertawa )
Besok nona mau ke mana? ( tanya pak alex menghentikan cantika dan bi inah )
Gak kemana-mana pak, masuk kuliyahnya dua setengah bulan lagi. ( jawab cantika )
Selama itu nona ? ( tanya bi inah )
Iya bi, makanya aku bingung mau melakukan apa selama itu. ( jawab cantika )
Nona gak punya hobby yang lain selain membaca? ( tanya pak alex )
Pak alex tahu cantika sering menggambar pakaian, malah sangat bagus menurut pak alex, cantika tidak tau kalau pak alex mengetahuinya, pak alex sering melihat gambar-gambar cantika yang cantika taruh dalam tas jinjing yang di tinggalnya di dalam mobil.
Tanpa cantika sadari, pengsil dan pewarna untuk cantika menggambar bentuk-bentuk pakaian dan mewarnai, pak alex lah yang selalu mengganti dengan merek yang sama.
Bi inah juga tahu akan hal itu, kadang pak alex pergi bersama bi inah untuk membelinya.
__ADS_1
Bersambung