Cinta Cantika

Cinta Cantika
Merasa Lalai


__ADS_3

Malam sudah berganti pagi.. Cantika mulai membuka mata dengan perlahan, melihat kesekeliling ruangan, cantika baru sadar kalau saat ini dia sedang berada dirumah sakit miliknya, dengan infus yang sudah terpasang ditangan..


********


Pak.. Panggil cantika Melihat pak alex yang tertidur dengan posisi duduk dikursi disebelah bed Miliknya..


Iya nona.. Jawab pak alex mendengar panggilan cantika, perlahan membuka matanya, kembali ke mood profesional.


Apa bapak tidak tidur dari semalam.. Tanya cantika dengan raut wajah khawatir, melihat pak alex dengan cepat menjawab panggilannya.. Cantika tidak mempermasalahkan pak alex kembali memanggilnya nona, karna cantika sudah tahu bakalan terjadi seperti itu...


Bapak sudah tidur.. Nona tidak usah khawatir.. Bagaimana keadaan nona, apa sudah lebih baik? Apa nona semalam tidur dengan nyenyak.? Tanya balik pak alex, untuk mengalihkan pembicaraan..


Pak jangan mengalihkan pembicaraan.. jawab pertanyaanku Dengan jujur.. Apa bapak tidak tidur semalaman karna menjagaku... Ucap cantika Tahu pak alex mengalihkan pembicaraan mereka, cantika menatap pak alex dengan raut muka sedih, dari mata pak alex cantika bisa melihat pak alex belum tidur semalaman karna menjaganya.


Jangan pikirkan bapak nona, bapak baik-baik saja.. Bagaimana perasaan nona pagi ini, apa sudah lebih baik ? apa masih ada yang sakit ? Nona ingin makan apa biar bapak belikan... Jawab pak alex masih tidak Mau menjawab pertanyaan cantika.. mengalihkan dengan perkataan lain...


Pak.. Kalau Nanya satu-satu.. jawab cantika Pura-pura bingung mau menjawab yang mana dulu. Cantika tahu pak alex tidak mau menjawab pertanyaannya, karna lagi-lagi pak alex mengalihkan pembicaraan mereka..


Bagaimana keadaan nona, apa sudah lebih baik.. Tanya pak alex mengulang pertanyaan pertamanya..


Bapak lihat, aku baik-baik saja kan, semua berkat bapak.. Ucap cantika tersenyum menatap pak alex..


Maafkan bapak nona, bapak tidak bisa menjaga nona dengan baik... Jawab pak alex menyalahkan dirinya sendiri, pak alex berfikir kejadian yang menimpa cantika akibat kelalaian darinya.


Pak.. Bapak tidak salah, cantikalah yang salah karna tidak hati-hati sampai bisa masuk kedalam jebakan mereka, Cantika yang terlalu tergesa-gesa tanpa berfikir terlebih dahulu... Ucap cantika menyalahkan dirinya sendiri..


Bapak yang salah nona, andaikan bapak tidak mengizinkan nona pergi, sekarang nona tidak akan berada disini.. Jawab pak alex menyesali keputusannya membolehkan cantika untuk datang keacara reunian kampusnya..


Pak.. Cantika mohon.. bapak jangan menyalahkan diri bapak.. Bapak tidak salah sama sekali, Kejadian ini sebagai pembelajaran buat aku, supaya aku bisa berfikir sebelum mengambil keputusan.. ucap cantika menenangkan pak alex..


Terimakasih nona, maafkan bapak. Jawab pak alex masih merasa bersalah, meskipun cantika sudah menjelaskan panjang lebar kalau pak alex tidak bersalah, tetap tidak mengubah pandangan pak alex tentang kelalaian dirinya sendiri..


Pak.... bapak tidak salah, dan Bapak harus tahu, aku Lah yang seharusnya bertrimakasih pada bapak.. Terimakasih pak.. sudah datang diwaktu yang tepat..


Terimakasih selalu mengkhawatirkanku.


Terimakasih selalu menolongku..

__ADS_1


Terimakasih selalu menjagaku dengan baik..


Terimakasih selalu ada untukku...


Terimakasih sudah menyayangiku.


Terimakasih sudah memproritasku menjadi yang utama..


Terimakasih sudah menjadi Pigur ayah yang baik untukku..


Terimakasih pak.. Trimakasih... banyak..


Maaf aku tidak bisa membalas semua kebaikan bapak.. Ucap cantika dengan linangan air mata, mengingat begitu baiknya pak alex padanya... Cantika bersyukur punya pak alex yang menggantikan sosok ayah untuknya..


Nona.. Jangan pernah bilang terimakasih pada bapak, bapak menyayangi nona dengan tulus.. Berapa kali bapak bilang, bapak sudah menganggap nona putri bapak sendiri..


Mata ini menjadi saksi, bapak melihat proses hidup nona dari bayi sampai sebesar ini..


Tangan ini menjadi saksi, yang pertama kali memapah nona untuk berjalan, menjaga nona agar tidak terjatuh.


Kaki ini juga menjadi saksi, dimanapun nona, bapak akan bisa menemukan nona dengan mudah.


Mata bapak akan selalu Melihat nona bertumbuh menjadi wanita dewasa yang kuat dalam hal apapun.


Tangan bapak akan selalu menjaga nona sampai nona menjadi wanita mandiri yang kuat berdiri dikaki sendiri...


Dan kaki bapak akan selalu melangkah bersama nona, sampai bapak sudah tidak ada lagi didunia ini.


satu hal yang Nona harus ingat.. bapak akan selalu ada untuk nona, nona harus tahu.. yang namanya kasih sayang tidak ada kata trimakasih... Jawab pak alex menjelaskan dengan mata yang sudah berembun.. Mengelus kepala cantika dengan sayang..


Pak aku lapar.. ucap cantika mengalihkan pembicaraan, cantika tidak mau melihat pak alex sedih Karnanya..


Nona mau makan apa? Tanya pak alex menatap cantika..


Aku mau makan itu aja pak.. jawab cantika menunjuk nampan berisi makanan dari rumah sakitnya, yang sudah tersusun diatas meja dorong.


Ok baiklah.. Ucap pak alex berdiri mendorong meja makan kedekat cantika..

__ADS_1


Terimakasih pak... Jawab cantika tersenyum.


Pak yang itu makanan untuk bapak, Ucap cantika menunjuk meja dorong yang satunya..


Bukannya itu juga makanan nona? Tanya pak alex bingung..


Bukan pak, makanan itu disediakan untuk yang menjaga pasien, Aku sengaja mengatur, agar yang menjaga tidak makan sembarangan diluar.. supaya kesehatan mereka Juga tetap terjaga.. Jawab cantika menjelaskan..


Nona memang yang terbaik.. Ucap pak alex tulus memuji, karna cantika memikirkan hal sampai sedetail itu untuk kenyamanan orang-orang yang menjaga keluarga mereka yang sedang sakit, yang berada dirumah sakitnya...


Makasih pujiannya pak, ayo kita makan... jawab cantika tersenyum, mengajak pak alex menyantap makanan mereka masing-masing..


Hamba mohon Tuhan.. Buatlah cantika melupakan kejadian yang menimpanya semalam.. Ucap pak alex dalam hati melihat cantika dengan Penuh semangat menyantap makanannya..


Maafkan aku pak.. maafkan aku yang selalu membuat bapak khawatir padaku.. Ucap cantika dalam hati menatap pak alex sekilas..


Cantika BerPura-pura semangat menyantap makanannya, untuk memperlihatkan pada pak alex kalau dirinya baik-baik saja, agar pak alex berhenti menyalahkan diri sendiri.


Mereka makan dalam diam dengan pemikiran masing-masing.


Nona mau buah apa? Biar bapak bukakan.. Tawar pak alex setelah mereka selesai makan..


Harusnya tadi pak, sebelum Aku makan... Sekarang udah gak muat lagi perutnya.. Jawab cantika tersenyum..


Hehehe.. Tadi Bapak lupa nawarin nona.. Ucap pak alex cengengesan..


Cring.. cring... cring.......


Bunyi telpon masuk di Hp pak alex...


Hallo.. bos... Ucap seseorang dari seberang telpon.


Ada apa..? Tanya pak alex manjauh dari cantika... Yang menelpon pak alex adalah anak buahnya yang membawa damien semalam..


Bagaimana dengan orang ini bos, apa yang harus kami lakukan padanya... ucap anak buah pak alex dari seberang telpon..


Bereskan dia.. Jawab pak alex memberi perintah Menggenggam kuat Hpnya. Dengan tatapan tajam dan rahang yang mengeras. Mengingat apa yang sudah damien perbuat pada cantika..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2