
Kak aku sudah menghabiskan sarapanku, aku mau minta maaf padamu, aku salah, aku mohon maafkan aku, jujur semalam aku sudah berpikir jika aku melupakan sesuatu, aku sudah berusaha mengingatnya, tapi aku tetap tidak ingat apa yang aku lupakan, karena aku sangat lelah, aku langsung beristirahat, aku tidak melihat sekeliling karna aku tidak menghidupkan lampu kamar ini, aku membiarkan lampu kamarnya redup, kakak kan tau sendiri semenjak aku sembuh aku tidak suka terang..
Kak aku mohon maafkan aku, maafkan aku baru sadar pagi ini kalau semalam aku melupakanmu, aku minta maaf karena aku belum terbiasa, dan maafkan aku juga karena aku sudah mengahancurkan kelopak bunga mawar yang sudah kakak rangkai untukku, aku benar-benar tidak melihatnya.. aku juga baru sadar pagi ini saat melihat kelopak bunganya sudah bertaburan dilantai, aku mohon maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja menghancurkannya, kakak boleh menghukumku apapun itu, aku tidak akan marah.. Ucap cantika menjelaskan dengan jujur dan sungguh-sungguh pada cakra tanpa menjeda perkataannya agar cakra tidak memotong lagi..
Apa hanya permintaan maaf yang bisa kamu ucapkan, sungguh aku tidak ingin melihatmu saat ini.. ucap cakra asal bicara..
Maafkan aku.. Ucap cantika dengan suara bergetar, dengan langkah gontai cantika mengangkat kaki nya untuk pergi dari sana...
Mau kemana.. Tanya cakra pada cantika saat melihat cantika berjalan menuju pintu..
Aku mau keluar, bukankah kakak tidak ingin melihatku, aku akan kembali saat kakak sudah ingin melihatku.. jawab cantika berhenti lalu berbalik melihat suaminya. dengan suara yang masih gemetar karena berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh..
Cakra mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan yang keluar dari bibir istrinya..
Melihat cakra yang hanya diam saja, cantika langsung membalikkan tubuhnya untuk melanjutkan langkahnya yang terhenti..
Cakra langsung berdiri, dengan langkah cepat mengejar cantika dengan memeluknya..
Tidak bisakah kamu merayu suamimu agar suamimu ini tidak lagi marah padamu, kenapa selalu ingin kabur heeemmm.. Ucap cakra berbisik ditelinga cantika.. dengan meletakkan dagunya dibahu cantika..
Aku tidak tahu caranya, saat ini aku tidak bisa memikirkan apapun, karena dada ku sangat sesak mendengar perkataan kasar kakak yang terus kakak lontarkan padaku.. Jawab cantika dengan terisak, tumpah sudah air mata yang susah payah ditahannya..
Maaf sayang.. Kakak tidak sengaja.. Ucap cakra menyesali perkataannya yang sembarang berucap tanpa dia pikirkan terlebih dahulu, cakra baru menyadari jika perkataannya sangat menyakiti hati istrinya..
Aku tidak apa-apa kalau kakak memarahi aku, tapi tolong jangan berkata kasar padaku, aku tidak tahan mendengarnya.. ucap cantika yang masih terisak..
Iya sayang, kakak salah.. Maafin kakak ya.. jawab cakra yang entah hilang kemana amarahnya, berganti menjadi dirinya yang meminta maaf pada istrinya..
Iya.. Tapi kakak harus janji tidak boleh berkata kasar lagi padaku.. ucap cantika meminta cakra berjanji padanya, saat ini tangisnya pun sudah mulai mereda..
__ADS_1
Iya.. Kakak berjanji tidak akan lagi berkata kasar padamu.. Jawab cakra sungguh-sungguh tidak ingin melihat istrinya itu menangis lagi..
Apa kakak sudah memaafkanku.. Ucap cantika menatap suaminya yang masih menaruh dagunya dipundak cantika..
Belum.. karena kamu belum merayuku.. jawab cakra cepat..
Aku tidak tau bagaimana caranya... Ucap cantika cemberut, tapi terlihat manis dimata cakra..
Sini kakak ajarkan.. jawab cakra langsung menggendong cantika dan merebahkannya diatas kasur.
Begini caranya baby.. Ucap cakra tanpa meminta persetujuan istrinya terlebih dahulu, cakra langsung mengikis jarak diantara mereka, cantika yang awalnya bingung akhirnya mengerti, cantika pun menyambut dengan membalas apa yang lakukan suaminya..
Pagut memagut diantara mereka pun berlangsung, sehingga terjadilah pergulatan panjang dengan durasi yang bagitu lama hingga menguras tenaga kedua belah pihak yang berakhir memuaskan..
Beginilah cara merayuku, apa sekarang kamu sudah mengerti baby, tanya cakra yang masih berada diatas cantika dengan menatap teduh mata sang istri dengan tersenyum, cakra masih belum melepaskan cantika, padahal pertempuran mereka baru saja selesai..
Ternyata kasur memang tempat menyelesaikan masalah dengan cepat, ditempat ini kemarahan suamiku bisa berbalik menjadi kebahagiaan untuknya, kedepannya aku akan selalu mengingat ini, jika terjadi masalah diantara kami, aku akan segera menyelesaikannya disini.. Ucap cantika didalam hati dengan tersenyum geli membayangkan apa yang akan dia lakukan kedepannya.
Pletak....
Mikir apa Hemmmmm... Ucap cakra menyentil kening cantika saat melihat cantika senyum-senyum tidak jelas..
Aduhh.. Kak sakit... Jawab cantika cemberut lalu menggosok keningnya yang memang sedikit sakit, padahal cakra menyentilnya dengan pelan.
Beda kali tenaga laki-laki sama perempuan.. Pelan menurutnya tapi sedikit kencang menurut kita.. Ya gak teman-teman.. Siapa yang pernah nyoba tunjuk tangan...😅✌️
Maaf baby, Cup.. Cup... Cup... Sudah baikan kan.. Ucap cakra tersenyum setelah mengecup kening cantika lalu mengelus bekas yang disentilnya..
Hmmmmmm.. Sudah lebih baik.. Jawab cantika mengangguk..
__ADS_1
Hahahahaha.. Kamu sangat menggemaskan baby.. ucap cakra menggigit pipi cantika dengan lembut..
Hehehe baru nyadar ya kalau istrimu ini sangat menggemaskan.. Tapi kak.. Kenapa dari tadi kakak memanggilku baby, biasanya juga sayang.. Ucap cantika dengan PD nya setelah itu bertanya pada cakra..
Tidak.. Kakak sudah sadar sejak lama kalau istri kecil kakak ini sangat menggemaskan.. untuk masalah panggilan.. mulai dari hari ini dan seterusnya kakak akan memanggilmu baby.. Jawab cakra yang sudah menempel di ceruk leher istrinya tempat yang dia sukai..
Tapi baby.. Kamu juga harus merubah panggilanmu.. jangan panggil kakak lagi, aku tidak ingin panggilanku sama dengan panggilan untuk kedua kakakmu baby.. Ucap cakra meminta cantika merubah panggilannya..
Haah.. Aku harus panggil kakak apa? Tanya cantika binggung..
Terserah apa saja.. jawab cakra agar cantika berpikir sendiri..
Kalau gitu aku panggil kakak sayang saja.. Ucap cantika sudah memutuskan panggilannya untuk cakra..
Hmmmmmm.. No baby.. cari yang lain.. Karena orang tua kita juga sering memanggil sayang.. Jawab cakra menolak..
Katanya terserah apa saja, itu bukan terserah namanya.. ucap cantika mengerucutkan bibirnya..
Memang terserah baby.. tapi selain dari panggilan itu.. Jawab cakra sambil menggigit leher cantika gemas..
Apa boleh kalau aku memanggil kakak honey.. Tanya cantika takut cakra menolak lagi..
Hmmmmm.. Itu bagus baby, aku menyukai panggilan itu saat keluar dari bibirmu.. sangat manis didengar.. jawab cakra mengecup bibir cantika..
Syukurlah kalau kakak suka.. Ucap cantika tersenyum..
Tapi kamu harus ingat baby, mulai sekarang panggilan kita sudah berubah, Ucap cakra memberitahu cantika..
Iya.. Jawab cantika mengangguk..
__ADS_1