Cinta Cantika

Cinta Cantika
Sungai Siene


__ADS_3

Hari yang sudah semakin sore membuat cantika selesai memilih kain yang akan dikirim ke beberapa konveksi yang tadi sudah deal untuk bekerja sama dengannya dalam beberapa bulan kedepan, cantika tidak bisa menggunakan penjahit lokal, karna kurangnya pegawai yang bekerja membuat mereka tidak bisa menyelesaikan jahitan dengan cepat, Sesuai yang cantika targetkan.


Hari ini cantika sangat lelah, tapi cantika tetap bersemangat untuk merintis usaha yang baru akan di mulai olehnya, setelah kain di antarkan malam ini, pihak konveksi menjamin pakaian cantika akan siap kurang lebih 2 minggu lagi, cantika bernapas lega, karna kerjaannya hanya tinggal menunggu, sebab semua sudah dibereskan.


Nona....! apa kita akan ikut mengantar kain ini ke konveksi? ( tanya pak alex selesai melihat kain yang sudah di muat kedalam beberapa mobil )


Iya pak, sebab aku ingin memastikan kalau semua barang sudah sampai. ( jawab cantika )


Baik nona, kalau begitu bapak permisi untuk ambil mobil dulu di parkir. ( ucap pak alex )


Gak usah pak, kita bareng aja keparkir setelah mobil ini jalan. ( jawab cantika )


Baik lah nona. ( ucap pak alex yang berdiri di sebelah cantika )


Mobil membawa kain-kain yang cantika beli sudah jalan ketempat konveksi yang sudah cantika beritahu alamat lengkapnya.


Di susul cantika dan pak alex di belakang mereka.


*****


Cakra, Revan dan Saga sudah kembali ke hotel untuk beristirahat, karna habis memborong banyak barang yang akan mereka bawa pulang besok malam.


Sana dek mandi, kita akan siap-siap ke Sungai Siene. ( saga menepuk pundak cakra yang masih tiduran di atas kasur )


Ini masih jam 6 kak. ( jawabnya )


Iya kakak tau, tapi kita akan berangkat jam setangah tujuh. ( saga mengatakan waktu keberangkatan mereka )


Emang kakak dan abang sudah siap-siap. ( tanya cakra yang masih dalam posisi menelungkup )


Makanya bangun, gak liat kakak udah rapih dan abang juga udah rapih, tuh abang lagi ngopi di ruang tamu, tinggal kamu yang belum apa-apa. ( jawab saga sedikit kesal pada cakra )

__ADS_1


Ya udah aku mandi dulu. ( cakra turun dari kasur langsung kekamar mandi )


Setelah memastikan cakra masuk kekamar mandi saga langsung meninggalkan kamar cakra untuk bergabung dengan revan di ruang tamu.


Bang....! Apa abang sudah dapat informasi mengenai gadis itu. ( tanya saga pada revan saat sudah duduk didekat revan )


Belum... Karna datanya tidak bisa di akses sampai detik ini, orang suruhan abang sudah mencari IT terbaik, tetap saja mereka juga tidak bisa mengakses data gadis itu. ( jawab revan dengan cukup kecewa )


Berarti dia bukan dari keluarga biasa bang.( ucap saga lagi )


Iya Kau benar, walau begitu abang akan tetap berusaha mencari tau, meski memakan waktu yang lama. ( jawab revan, saga hanya mengangguk tanda mengerti )


Dua puluh menit kemudian cakra keluar dari kamar langsung keruang tamu menemui revan dan saga dengan berpakaian rapih dan tas kecil di dadanya menandakan kalau cakra sudah siap.


Ngobrol dulu apa langsung berangkat? ( tanya cakra pada revan dan saga Masih berdiri di dekat mereka )


Langsung berangkat Aja. ( jawab revan lalu berdiri di susul saga yang juga langsung berdiri )


Mereka bertiga melangkah keluar kamar menuju mobil, lalu pergi meninggalkan hotel menuju Sungai Siene, ke restoran yang sudah di sewa revan sebelumnya, agar mereka bisa menghabiskan waktu tanpa di ganggu oleh orang-orang yang berkunjung kesana, dalam tiga puluh menit mobil berhenti pas di depan restoran yang sudah di sewa revan.


Mereka bertiga melangkah masuk kedalam restoran, yang langsung di arahkan pemilik restoran ke area kebelakang, karna di area belakang restoran memiliki pemandangan Sungai Siene yang begitu indah dan sejuk di pandang mata.


Mereka bertiga sedang duduk di dalam pandopo sambil menikmati makanan pembuka yang baru di antar oleh pihak restoran, makanan yang enak dengan pemandangan sungai siene juga langit yang begitu indah, membuat mereka bertiga bisa melupakan sejenak semua lelah dengan padatnya pekerjaan mereka.


Bang apa restoran ini benar abang boking seluruhnya? ( tanya cakra pada revan )


Iya memang kenapa? Kau tidak suka? ( revan balik bertanya pada cakra )


Aku suka bang, hanya saja aku ingin berjalan-jalan lebih dekat ke tepi sungai siene, kalau memang sudah abang boking, aku tidak ragu untuk menikmati pemandangan Sungai siene lebih dekat. ( jawab cakra memperjelas keinginannya, karna cakra takut ketenangannya akan terganggu oleh orang-orang yang mengenalnya )


Pergilah, kami akan menunggumu di sini saja, nikmati waktumu. ( ucap saga pada cakra )

__ADS_1


Jangan terlalu lauh. ( ucap revan pula )


Cakra pergi meninggal kan revan dan saga, cakra berjalan menyusuri tepian sungai siene yang memang indah dengan beberapa lampu yang menghiasi jalan, cakra berdiri dan mematung di sana sambil mengahadap kearah sungai melepaskan beban pikiran yang beberapa hari ini iya rasakan, dengan tarikan nafas yang begitu dalam.


******


Cantika selesai menyerahkan kain keberapa konveksi yang bekerja sama denganya, sekarang cantika sudah berada di dalam mobil untuk pulang ke mension.


Pak... ! apa hari ini bapak begitu lelah. ( cantika bertanya pada pak alex )


Tidak nona, kenapa nona? apa nona ingin ke suatu tempat lagi? ( pak alex bertanya kembali kepada cantika, pak alex tau kalau cantika bertanya begitu, cantika menginginkan sesuatu )


Bisakah kita makan sabu-sabu di tempat biasa pak?( cantika bertanya pada pak alex )


Baik nona. ( pak alex memutar balik mobil mereka mengarah ketempat yang cantika maksud )


Pak hubungi bibi agar menyusul kita, makan malam yang sudah ada, minta orang rumah yang menghabiskan. ( ucap cantika pada pak alex )


Baik nona. ( jawabnya, sambil menyetir pak alex mengirim pesan pada bi inah sesuai apa yang cantika sampaikan padanya barusan )


Cantika dan pak alex sudah sampai di restoran langanan mereka, mereka duduk di ruangan VVIP di tempat biasa, cantika sangat suka ruang ini karna langsung menghadap keluar dengan pemandangan yang indah, karna sudah sering makan di sini pihak restoran sudah mengetahui apa yang akan cintaka makan, mereka mengambil alih semua yang cantika butuh kan.


Pak.... ! bibi sudah jalan? ( tanya cantika pada pak alex sambil menunggu pesanan mereka datang )


Sudah Nona... Empat puluh Lima menit lagi bibi akan sampai. ( jawab pak alex karna jarak mension cantika ke tempat mereka satu jam )


Oh masih lama, kalau begitu aku jalan-jalan dulu ke depan sana ya pak. ( ucap cantika )


Gak makan dulu nona ? ( tanya pak alex karna melihat cantika sudah berdiri dari duduknya )


Nanti aja pak nunggu bibi, baru kita makan, bapak di sini aja ya sambil istirahat, pasti bapak capek nyetir seharian, cantika jalannya gak jauh kok. ( jawab cantika meyakinkan pak alex, agar tidak terlalu khawatir memikirkannya yang akan keluar sendiri )

__ADS_1


Ya sudah nona hati-hati, jang lama-lama. ( ucap pak alex yang di jawab anggukan oleh cantika )


Bersambung


__ADS_2