
Maafkan Author karna lama Updatenya yaπ, empat hari ini Author masuk rumah sakit, jadi gak bis Up cepat, semoga kalian semua selalu sehat.π
ABang...! Kakak... ! Apa telinga dan kaki kalian tidak lagi berguna, sehingga membuat kalian begitu lama?Sudah lah... ! abang tolong telpon dokter sekarang, tubuh Cantika sangat panas. ( jawab cakra prustasi dan Sangat panik membuat perkataan yang keluar dari mulutnya tak terkontrol Sama sekali)
Baiklah.. ( ucap revan mengurungkan niatnya untuk memarahi cakra, saat melihat kearah cantika yang sangat pucat dan mengigau, tanpa berdebat revan langsung menelpon dokter pribadi yang menangani mereka kalau mereka berada diparis )
Bang Kenapa dokter Nhael lama sekali, aku akan menukarnya dengan dokter lain kalau dia tidak cepat datang, apa abang benar-benar sudah menelponnya. ( ucap cakra marah tidak jelas karna khawatir dengan keadaan cantika, padahal revan baru saja selesai menutup telpon )
Kamu harus tenang dek, bersabarlah, Jangan panik, abang baru saja selesai menelpon, dokter Nhael akan segera sampai. ( ucap saga menenangkan cakra )
Plaak.... ! jangan sentuh dia bang, tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku. ( ucap cakra menepis tangan revan dengan emosi, saat revan ingin memeriksa keadaan cantika )
Dek aku hanya ingin memeriksanya, bukan mau macam-macam. ( jawab revan yang terbawa emosi atas sikap cakra yang terlalu Posesif )
Tidak boleh menyentuhnya bang, abang hanya boleh melihat saja. ( Ucap cakra dengan penekanan )
Baiklah-baiklah seterah kamu saja. ( ucap revan mengalah, saga hanya menggeleng kepala melihat interaksi mereka berdua, lalu keluar meninggalkan mereka )
Kenapa dokter itu lama sekali, akan aku Potong nanti kakinya kalau tidak bisa berjalan lebih cepat, dokter macam apa dia, pasien akan mati kalau menunggunya selama ini, apa dia tidak punya pintu kemana saja agar bisa lebih cepat, aku akan memecatnya setelah ini, kerjanya tidak becus, apa bayaran yang aku berikan kurang banyak membuatnya begitu lamban. ( cakra masih tetap mengomel, sedangkan revan tidak lagi menanggapi cakra, revan hanya bisa menggeleng kepalanya saat mendengar omelan dan makian cakra pada dokter Nhael yang baru ditelpon revan 10 menit yang lalu )
Dek nih.. ! kompreskan cantika pakai ini dulu, sebelum dokter Nhael datang, agar panasnya menurun. ( ucap saga menyerahkan baskom berisi air dan handuk kecil pada cakra untuk mengkompres cantika, tadi saga keluar untuk mengambil handuk dan air agar bisa mengkompres cantika )
__ADS_1
Emang bisa pakai ini kak? apa tidak apa-apa? ( tanya cakra sedikit ragu )
Tidak apa-apa, apa kamu tidak ingat mammy sering mengkompres kamu saat demam. ( ucap saga mengingatkan cakra )
Trimakasih kak. ( jawab cakra saat mengingat apa yang dilakukan maminya kalau cakra demam tinggi )
Cakra mengkompres cantika dengan telaten, 20 menit kemudian dokter Nhael sudah sampai di kamar cakra, di sambut dengan omelan cakra yang mengatainya lama, saat dokter Nhael hendak memeriksa cantika.
Jangan sentuh dia. ( ucap cakra membentak dokter Nhael, karna sikap Posesif cakra kumatπ membuat dokter Nhael terkejut )
Bagaimana saya bisa mengobatinya tuan cakra, kalau saya tidak boleh memeriksanya. ( jawab dokter Nhael bingung, sedangkan revan dan saga hanya geleng-geleng kepala saat melihat sikap posesif cakra )
Saya tidak bisa memberi obat tanpa memeriksanya tuan. ( jawab dokter )
Untuk apa kamu jadi dokter kalau tidak bisa mendiaknosa penyakit dengan cara melihat, harusnya kamu juga tahu, obat apa yang pasien butuhkan dengan hanya melihatnya saja, percuma saya bayar kamu mahal kalau kamu tidak bisa mengobatinya. ( ucap cakra emosi tanpa jeda )
Cakra sudah.... ! Cukup...! Kamu ingin cantika segera sembuh atau kamu ingin cantika mati disini, Kalau kamu ingin melihat cantika mati disini, abang akan suruh dokter Nhael pulang, simpan sikap kekanakanmu itu, biarkan dokter Nhael melakukan tugasnya sebagai dokter, kalau tidak... ! kamu obati cantika sendiri. ( Ucap Revan penuh emosi, melihat dengan tatapan membunuh, revan tersulut emosi akan sikap cakra yang terlalu berlebihan, saga dan dokter Nhael langsung takut melihat wajah Revan seperti ingin menelan orang hidup-hidup )
Silahkan dokter, jangan ngambil kesempatan. ( ucap cakra membolehkan dokter Nhael untuk mengecek kedaan cantika dengan sedikit penekanan, saat cakra melihat tatapan revan yang ingin membunuhnya, setelah cakra perbolehkan, dokter Nhael langsung memeriksa keadaan cantika )
Saga hanya diam saja saat melihat drama pengobatan cantika, saga hanya bisa menggeleng kepalanya saat mendengar perdebatan antara cakra, dokter Nhael dan Revan.
__ADS_1
Bagaimana dokter, apa tidak apa-apa? Soalnya dari tadi dia selalu mengigau. ( ucap cakra yang tidak sabar, saat melihat dokter Nhael selesai memeriksa keadaan cantika )
Nona ini mengalami tekanan yang berat, sepertinya dia mengalami hal yang buruk, terlihat dari tidurnya yang tidak nyaman, panas tinggi ini akibat kelelahan dan perutnya yang kosong, saya akan memberikan obat penenang, obat untuk asam lambung dan obat penurun panas, tapi panasnya sudah sedikit menurun karna tuan mengkompresnya, tuan tenang saja, demam tinggi memang sering membuat pasien mengigau, itu karna tekanan alam bawah sadarnya, nanti juga berhenti kalau panasnya menurun, saya sudah menyuntikkan vitamin agar tubuhnya kembali pulih. Setengah jam lagi tuan bisa membangunkannya, usahakan dia makan dulu, baru tuan berikan obat, sebisa mungkin jangan ada yang bertanya mengenai hal apapun padanya. Buat dia senang.( ucap dokter menjelaskan )
Trimakasih dokter. ( ucap cakra, revan dan saga bersamaan )
Sama-sam tuan, ini resep obatnya. ( ucap dokter memberikan resep obat cantika pada cakra )
Trimakasih dakter, maafkan saya telah berkata kasar. ( jawab cakra, menyadari ucapannya yang begitu kasar pada dokter Nhael )
Tidak apa-apa tuan, saya melihat keadaan tuan yang begitu mengkhawatirkan nona ini, jadi saya bisa memaklumi, kalau begitu saya pamit dulu tuan, ada pasien yang menunggu saya dirumah sakit. ( ucap dokter Nhael yang bisa mengerti sikap cakra padanya )
Biar saya antar dokter. ( ucap revan menawarkan diri, revan tahu dokter Nhael datang menggunakan taxsi )
Dek sini, biar kakak dan abang yang tebus obat cantika setelah mengantar dokter Nhael, kamu jaga dia aja. ( ucap saga Langsung mengambil resep obat di tangan cakra )
Permisi tuan. ( ucap dokter pamit pada cakra lalu keluar dari kamarnya, di susul revan dan saga yang akan mengantar dokter Nhael ke tempat kerjanya setelah itu menebus obat cantika )
Setelah semua pergi, cakra masih dengan telaten mengkompres cantika, suhu panas di tubuh cantika juga sudah berkurang, cakra yang takut meninggalkan cantika di kamarnya sendirian, ikut membaringkan tubuhnya di sebelah cantika, saat melihat cantika yang masih mengigau, cakra Memeluk cantika dengan erat sambil mengelus kepalanya, agar cantika bisa lebih tenang, sambil menunggu revan dan saga pulang membawa obat untuk cantika.
Bersambung
__ADS_1