Cinta Cantika

Cinta Cantika
Di Rumah Cantika


__ADS_3

Apa kamu tidak bisa melihat cantika begitu manja pada mereka, bahkan cantika mengakui mereka orang tua kedua baginya, dari situ bisa dilihat cantika kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, mungkin karna kesibukan mereka. Ucap Revan menjelaskan pada cakra.


Heeeemm... Aku rasa abang Ada benarnya, semalam aku membahas orang tuanya, tapi cantika selalu mengalihkan perkataanku dengan pertanyaan lain, matanya terlihat sangat sedih... Jawab cakra mengingat cantika beberapa kali mengalihkan pembicaraan mereka saat membahas orang tuanya.


Untuk kedepannya, Jangan Kamu tanya mengenai orang tuanya, dia baru mengenalmu, tidak mungkin langsung menceritakan masalahnya padamu, Bersabarlah... tunggu sampai dia sendiri yang mau menceritakan permasalahannya padamu.. Ucap revan mengingatkan cakra, revan tahu sifat cakra yang selalu bertindak cepat, jika sudah menginginkan sesuatu.


Kakak setuju dengan abang, kita tidak tahu apa yang dia alami, jadi lebih baik diam dari pada membuka lukanya.. kalau kamu menyukainya, berusahalah agar kamu bisa menjadi tempat sandarannya, tapi ingat... tunggu sampai dia menjadi wanita dewasa, untuk saat ini.... kamu cukup menjadi kakak baginya, Ucap saga ikut mengingatkan cakra.


Trimakasih bang, trimakasih kak,. jawab cakra saat mendengar nasehat revan dan saga untuknya.


Ohya Dek.. Semalam kamu tidak melakukan apapun kan padanya... Ucap saga hanya ingin menggoda cakra...


Hah.. Aa\~aaku tidaak melakukaan apa-apa.. Jawab cakra gagap sedikit gugup.


Pletak...


Aduuh... Abang sakit... Ucap cakra sedikit berteriak karna tiba-tiba revan menjitak kepalanya dengan sangat keras...


Kamu Tahu Dia masih dibawah umur haaah... Tega-teganya kamu mengambil kesempatan di saat keadaannya sedang tidak baik... Ucap revan memarahi cakra dengan tatapan membunuh, dari sikap cakra yang gugup dan salah tingkah, membuat revan yakin semalam cakra tidak hanya merawat cantika, revan tahu cakra melakukan hal yang lebih dari merawatnya..


Aa\~aku tidak melakukaan apa-apa Bang.. Jawab cakra masih gugup tidak berani menatap revan..


Kamu fikir abangmu anak kecil yang bisa kamu bodohi hah.. Abang sangat mengenalmu cakra, sekarang jawab jujur, atau abang akan melakukan cara lain agar kamu bisa berkata jujur. ucap revan masih menatap cakra dengan tatapan membunuh yang tidak bisa diartikan..


Aa\~aku minta maaf bang, Aku akan jujur, Aku hanya menciumnya bang, maaf... Aku gak bisa menahan diri, Tapi aku bersumpah hanya itu, aku tidak melakukan hal yang lebih dari itu padanya.. Jawab cakra jujur Menatap revan..

__ADS_1


Bhuug...


Bhuuug..


Aduuuh... Ampunn kak, sakit...Ucap cakra kesakitan Karna saga memukul tubuhnya berkali-kali.


Ini belum seberapa, jika keluarganya tahu apa yang kamu lakukan pada cantika, kamu pasti akan digantung oleh mereka... Jawab saga yang tersulut emosi mendengar ucapan cakra....


Rasanya aku ingin memenggal kepalamu.. Kau tahu.... Apa Yang kau lakukan adalah pelecehan untuknya... Ucap revan yang masih emosi dengan apa yang dilakukan cakra.


Ya Tuhann dek. Tidak salah semalam kakak memanggilmu pedofil... Dia masih belum cukup umur, bukan menjaganya, kamu malah merusaknya, Jika cantika tahu apa yang kamu lakukan, apa kamu yakin dia akan sebaik ini padamu.. Ucap saga yang juga sama emosinya dengan revan..


Apa yang mereka berdua katakan memang benar, cantika masih belum cukup umur menerima semua perlakuanku... Ya Tuhaan.... kenapa aku tidak menyesali perbuatanku padanya, Heeem lebih baik aku cari aman saja, supaya mereka berdua bisa diam .. Ucap cakra dalam hati...


Aku minta maaf, Aku tahu aku salah, silahkan abang dan kakak memukulku.. ucap cakra menunduk pura-pura menyesali perbuatannya, cakra mengeluarkan bakat aktingnya dengan mendrama... agar revan dan saga bisa melihat penyesalan cakra..


Bang dia hanya pura-pura.. Jangan percaya padanya.. dia jago akting. Ucap saga tahu cakra hanya pura-pura menyesal.. Berbeda dengan revan..


Maaf... sudah menunggu lama.. Ucap pak alex, yang tiba-tiba menghampiri mereka diruang tamu setelah membersihkan dirinya.


Mati aku... Sial... Sial... Apa pak alex mendengar ucapan kami barusan... Semoga saja dia tidak mendengarnya.... Ucap cakra dalam hati...


Gak lama kok pak.. Tuh buktinya... makanan sama minuman yang di antar bik inah belum kami sentuh.. Jawab saga cepat menunjuk kearah makanan yang tersusun diatas meja... saga mengerti apa yang saat ini cakra fikirkan.


Kalian Jangan sungkan.. Silahkan diminum dan dimakan makanannya,... Ucap pak alex saat melihat hidangan dimeja yang memang belum mereka sentuh, pak alex langsung mempersilahkan mereka menikmati makanan dan minuman yang tersedia diatas meja. Beruntung pak alex tidak mendengar percakapan mereka bertiga sebelumnya.

__ADS_1


Trimakasih pak.. Ucap mereka bersama mulai mangambil makanan dan minuman yang sudah dari tadi disediakan untuk mereka bertiga selama menunggu cantika dan pak alex selesai bersih-bersih.


Ohya... Apa boleh saya pergi bersama kalian menemui orang-orang itu.. Ucap pak alex kembali membuka suara, saat cakra, revan, dan saga menikmati makanan dan minuman yang disediakan untuk mereka.


Apa tidak menjadi masalah jika bapak pergi bersama kami, saya tidak mau bapak kebawa-bawa dalam masalah ini.. karna mereka hanya menargetkan saya Jawab cakra Menolak secara halus, cakra tidak mau pak alex atau cantika masuk kedalam persoalannya.


Tidak apa-apa, kalian jangan memikirkan saya, memang mereka hanya menargetkan kamu, tapi mereka sudah melihat cantika, saya tidak bisa membiarkannya, untuk permasalahan ini, Saya tetap akan pergi bersama kalian, mau kalian bolehkan atau tidak.... Saya tetap akan pergi menemui orang-orang itu... Supaya mereka tidak mengganggu nona cantika kedepannya, nona cantika sudah seperti anak saya sendiri, dari nona lahir Sampai sebesar ini, tangan inilah yang mengurusnya, saya tidak akan membiarkan satu orangpun menyakiti nona, apalagi mereka sudah mengatakan hal yang tidak senonoh pada nona, saya hanya mau memberi pelajaran pada mereka. Jawab pak alex menjelaskan dan tak ingin dibantah, pak alex tahu maksud cakra, tapi pak alex tidak mau menerimanya ..


Baiklah... kita menemui orang-orang itu bersama... Ucap cakra yang tidak tahu harus bicara apalagi.


Mau menemui siapa? Tanya cantika tiba-tiba, saat mendengar percakapan mereka..


Selesai bersih-bersih cantika langsung turun menemui mereka di ruang tamu, sebelum sampai diruang tamu, cantika mendengar percakapan mereka yang hendak menemui seseorang.


Teman lama... Jawab cakra menjawab pertanyaan cantika dengan cepat, cakra tidak mau cantika mengetahui mereka akan menemui orang-orang yang mengejarnya dan cantika semalam, Cakra khawatir cantika akan Kembali ketakutan.


Ooooh...


Kalau gitu Kita makan dulu aja.. setelah makan baru kakak menemui teman kakak... Ucap cantika mengajak mereka semua makan..


Ayo.. jawab mereka semua berbarengan, lalu berdiri hendak menuju meja makan.


Eh.. Tunggu...


Kenapa bapak mau ikut kak cakra bertemu teman lamanya? Emang bapak kenal temannya? Tanya cantika menatap pak alex, merasa ada yang janggal dengan jawaban cakra yang tidak sesuai menurut pikirannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2