Cinta Cantika

Cinta Cantika
Meminta Maaf


__ADS_3

Cantika membalikkan tubuhnya menghadap cakra..


Sayang.. ucap cakra terhenti bicara ketika cantika membungkam bibirnya untuk tidak bicara.. Cakra hanya termenung ketika cantika mengecup bibinya..


Maafkan aku kak, aku yang salah.. Maaf aku tidak peka dengan apa yang kakak inginkan, aku bersumpah aku hanya khawatir kakak lelah, aku hanya memikirkan kakak, tidak lebih dari itu.. Ucap cantika setelah mengecup bibir cakra singkat..


Kakak juga minta maaf ya sayang.. Kakak sudah membentakmu.. Kakak berjanji tidak akan melakukannya lagi.. Ini yang pertama dan yang terakhir.. Ucap cakra menangkup pipi cantika dengan kedua tangannya.. menghapus air matanya yang masih mengalir disana.. Kali ini bukan karna marah, tapi karna rasa bersalah cantika pada cakra yang membuat air matanya terus saja mengalir.. Apalagi melihat mata cakra yang masih memerah disebabkan oleh dirinya..


Iya kak.. Aku juga berjanji tidak akan menolak apapun yang kakak lakukan.. Tapi tolong jangan keluarkan air mata ini untukku, aku sakit melihatnya.. ucap cantika serius.. dengan mengecup kedua mata cakra bergantian..


Apa bedanya dengan ini hemmm.. Padahal kakak sudah berjanji pada diri kakak sendiri untuk membuatmu bahagia, tapi kakak malah membuatmu menangis, ucap cakra juga mengecup kedua mata cantika bergantian, melakukan hal yang sama seperti yang cantika lakukan padanya..


Aku mencintaimu kak, aku benar-benar sangat mencintaimu.. aku pegang janjimu untuk selalu membuatku bahagia.. Aku pun akan menjanjikan hal yang sama padamu, aku juga akan membuatmu bahagia karna sudah memilih aku untuk berada disampingmu.. Jika kedepannya aku salah, nasehati aku, aku akan menerimanya, tapi jangan membentakku seperti tadi.. Sangat tidak enak rasanya, begitu sesak disini.. Ucap cantika menjelaskan sambil menunjuk dadanya..


Iya sayang.. Maafkan kakak ya.. kakak sungguh berjanji tidak akan mengulanginya lagi.. jawab cakra dengan perasaan bersalah..


Kita Lupakan saja.. cukup sampai disini, Aku sudah memaafkan kakak, aku harap kakak juga bisa memaafkan aku, untuk kedepannya kita harus lebih saling terbuka dengan pemikiran kita masing-masing.. Saling mendengarkan satu sama lain.. Tidak saling egois dengan membenarkan pemikiran kita sendiri.. Karna apa yang baik menurutku, belum tentu baik menurut kakak, dan apa yang baik menurut kakak belum tentu baik menurutku.. Jangan ada yang kita sembunyikan seburuk apapun itu, aku sudah belajar dari apa yang aku lakukan kemarin dengan menjauhi kakak, tidak ada yang baik bukan, di tambah dengan permasalahan hari ini.. juga tidak ada yang baik untuk kita berdua.. Karna kita juga yang tersiksa.. Ucap cantika menjelaskan keinginannya pada cakra..


Baik sayang.. kedepannya kita akan melakukan apa yang kamu katakan barusan.. Jawab Cakra tersenyum mendengar perkataan cantika saat menunjukkan sisi dewasanya membuat cakra gemas..


Apa boleh tanya cakra dengan menatap cantika meminta persetujuannya..


Boleh jawab cantika dengan tersenyum..


Tanpa basa basi cakra langsung membungkamnya..

__ADS_1


Cantika yang belum siap pun terkejut dengan apa yang dilakukan cakra..


Ya Tuhan.. Aku pikir dia meminta persetujuan dariku untuk hubungan kita kedepannya agar saling terbuka.. Ternyata dia meminta persetujuanku untuk yang lain.. Dasar laki-laki.. Ucap batin cantika karna cakra masih terus membungkamnya..


Satu setengah jam pun berlalu, terimakasih sayang.. Ucap cakra berbisik ditelinga cantika dengan lembut, setelah mereka usai memadu kasih..


He'em jawab cantika mengangguk, hanya kata-kata itu yang bisa dikeluarkan dari bibirnya saat ini, cantika langsung memejamkan matanya karna lelah membuatnya sangat mengantuk..


Sayang jangan tidur, kita harus kerumah mama.. ucap cakra mengelus pipinya..


Aku mengantuk kak.. Biarkan aku tidur sebentar.. aku sulit sekali membuka mataku.. Jawab cantika menyaut perkataan cakra masih dengan memejamkan matanya..


Tidak bisa sayang.. Kita harus mandi.. ucap cakra menggendong cantika yang masih terpejam dengan membawanya kekamar mandi..


Sayang.. Panggil cakra menepuk pipi cantika saat mereka sudah berada di kamar mandi..


Ya tuhan.. Aku benar-benar membuatnya lelah.. Gumam cakra mengusap mukanya dengan gusar, melihat cantika juga tidak membukakan mata..


Cakra memandikan cantika dengan perlahan, membuat cantika terkejut ketika air menyentuh tubuhnya, tapi setelahnya tidak ada reaksi dari cantika, dia tetap memejamkan matanya..


Ya Tuhan sayang.. Aku merasa sedang memandikan manakin.. guman cakra geleng kepala karna cantika masih saja memejamkan matanya..


Setelah selesai memandikan cantika cakra membawa cantika keluar lalu membaringkan cantika di atas kasur, dengan tersenyum cakra menggelengkan kepala karna cantika sama sekali tidak terganggu, setelah itu cakra kembali lagi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya..


Ooh Tuhan.. Bagaimana ini.. Dia masih saja tidur, Salah kamu sendiri cakra, kamu yang membuatnya begitu.. Gerutu cakra pada dirinya sendiri.. setelah keluar dari kamar mandi melihat cantika yang masih tertidur.

__ADS_1


Cakra memilih untuk bersiap dahulu setelah itu baru kembali membangunkan cantika.


Sayang.. Bangunlah.. Kita harus kerumah mama.. Ucap cakra membangun kan cantika dengan penepuk pipinya pelan setelah dirinya rapih dengan mengenakan pakaian formal..


Sayang.. tolong bangunlah.. Nanti kita bisa telat.. Ucap cakra dengan lembut dan sabar terus membangunkan cantika..


Apa yang harus aku lakukan ya.. biar dia bangun.. Gumam cakra mencari cara untuk membangunkan cantika...


Sayang bangun.. Kita harus kerumah mama.. Ucap cakra kembali membangun kan cantika, tapi kali ini cakra mengusap wajah cantika dengan air dingin, cara terakhir yang bisa cakra lakukan supaya cantika bangun.. sebenarnya tadi waktu memandikan cantika, cakra ingin menggunakan air dingin agar cantika terbangun, tapi dia urungkan karena tidak tega melakukannya..


Kakak.. Dingin.. Ucap cantika membuka matanya perlahan merengek pada cakra karna sudah membasuh mukanya dengan air dingin..


Maaf sayang.. Habisnya dari tadi kakak berusaha membangunkan kamu tapi kamu gak bangun-bangun.. Jawab cakra menjelaskan dengan lembut pada cantika dengan mengelap wajahnya, cakra bersyukur cantika bisa juga bangun dengan cara ini.


Tapi aku benar-benar mengantuk kak.. Ucap cantika merengek manja..


Nanti tidur lagi ya.. Setelah pulang dari rumah mama.. Sekarang harus siap-siap dulu ya sayang.. Jawab cakra membujuk kekasih kecilnya..


Iya.. Tapi gendong.. Ucap cantika manja..


Eleh-eleh.. Manjanya sayangku ini.. Jawab cakra menggendong cantika menuju ruang pakaiannya..


Cantika mengambil gaun lengan panjang selutut dengan leher turtle neck yang didesainnya waktu itu, biasanya berbahan kaos atau rajut, tapi dia merancangnya menjadi gaun yang indah..


Syukurlah aku membawanya.. gumam cantika tersenyum dengan gaun yang sudah ditangannya..

__ADS_1


Kakak udah.. Tapi Gendong lagi.. Aku mau berdandan dulu habis itu baru memakai gaunnya.. Ucap cantika merentangkan tangannya minta digendong kembali.. cakra tersenyum melihat tingkah manja cantika, tanpa menolak cakra langsung menggendong cantika lalu membawanya kemeja rias..


__ADS_2