
Baiklah daddy, aku serahkan situa bangka itu pada daddy, tapi daddy harus mengatakan padaku, dimana anak buah daddy menyekap orang-orang yang mengejarku. ( tanya cakra pada daddynya, untuk melampiaskan kemarahannya pada orang-orang yang sudah berkata kotor pada cantika )
Daddy akan mengirim alamatnya padamu, tapi kamu jangan pergi kesana malam ini, kasian gadis kecil itu, kalau kau tinggalkan dia sendirian. ( jawab daddy mengingatkan cakra )
Hemm.... ! apa yang tidak daddy lewatkan tentangku. ( ucap cakra menyindir daddynya Karna selalu mengetahui semua yang cakra lakukan )
Hahahaha tentu saja tidak ada, kau anakku, daddy hanya ingin menjagamu, kalau terjadi apa-apa padamu, daddy tidak punya anak lagi, seharusnya kamu bersyukur, itu tandanya kalau daddy sangat menyayangimu, dan ingat satu lagi, jaga gadis kecil itu dengan baik, jangan lakukan hal yang macam-macam padanya, kalau kau tidak mau di sebut seorang pedofil. ( jawab daddy kembali mengingatkan cakra )
Trimakasih daddy, aku sangat bersyukur punya daddy, dan Daddy tenang saja... ! aku Pasti menjaganya, aku juga tidak akan melakukan hal yang macam-macam padanya, cukup satu macam saja. ( ucap cakra menggoda daddynya sambil tersenyum tipis )
Hei... ! Ngomong apa kau anak nakal, dia masih di bawah umur, berjanjilah kau tidak akan melakukan hal yang buruk padanya. ( jawab daddynya resah dan meminta cakra berjanji padanya )
Daddy aku berjanji tidak akan melakukan hal yang buruk padanya, malah aku akan melakukan hal yang baik, apa daddy tidak ingin cucu dariku? ( tanya cakra kembali menggoda daddynya )
Cakra....! Jangan bercanda kamu nak, daddy akan membunuhmu jika kau melakukan hal itu padanya. ( jawab daddynya mengancam cakra )
Hahahaha daddy... ! Apa daddy fikir aku seburuk itu, daddy tenang saja, aku tidak akan melakukan hal apapun padanya, aku hanya bercanda daddy. ( ucap cakra sambil tertawa karna daddynya menganggap serius candaannya )
Semoga saja Daddy bisa percaya padamu, ingat cakra... ! jangan sakiti cantika, dia anak yang baik. ( jawab daddynya kembali mengingatkan cakra, terbesit rasa takut dihati daddynya, kalau cakra melakukan hal yang iya-iya pada cantika, apalagi anaknya seorang laki-laki normal, daddynya juga tahu cantika seorang gadis yang sangat cantik meski masih dibawah umur )
Daddy tahu tentangnya? ( tanya cakra yang terkejut saat daddynya menyebut nama cantika )
__ADS_1
Iya daddy tahu, daddy mengutus orang untuk mencari tahu, awalnya sulit meretas datanya, karna dijaga sangat ketat, tapi salah satu anak buah daddy pernah bekerja dengan mereka, dialah yang memberi tahu daddy, cantika anak dari prof. William orang yang berpengaruh di sana, dan kau tau..! Art dan Rizs sahabatmu adalah sepupu kandungnya, Ibunya cantika adik kandung dari paman Chail, jadi jagalah dia, besok pagi setelah dia bangun, antarkan dia pulang, daddy yakin orang-orang ayahnya pasti sedang sibuk mencari keberadaannya. ( jawab daddynya menjelaskan )
Ya Tuhan, tenyata benar dunia ini memang selebar daun talas, aku tidak menyangka kalau mereka sudara, tenyata begitu mudah mencarinya, kenapa aku bisa lupa untuk bertanya pada daddy mengenainya, daddy tau, dua hari ini kepalaku pusing hanya memikirkannya. ( ucap cakra menyesali kebodohannya )
Hahahahaha dasar anak nakal, kau Lupa..! Kalau kau memang selalu melupakan daddy, kau ingat daddy saat kau butuh saja.( ucap daddynya mengingatkan kelakuan cakra terhadapnya )
Hahahahaha maafkan aku daddy, ohya mamy lagi apa daddy? titip salam rindu sama mammy, katakan pada mami aku pulang besok malam, trimakasih telah melindungiku daddy. ( jawab cakra mengalihkan pembicaraan, agar daddynya tidak marah )
Mammy mu sedang masak di bawah, nanti akan daddy sampaikan salammu, tanpa trimakasih darimu, daddy juga akan selalu melindungimu,
ya sudah, daddy mau berangkat kerja, kalau ada apa-apa kamu telpon saja daddy, itupun kalau kamu masih ingat. ( ucap daddynya menyelesaikan pembicaraan mereka, sambil menyindir cakra )
Ok daddy, daddy hati-hati. ( jawab cakra langsung mematikan sambungan telpon mereka cari aman π )
**********
Saat mendengar cerita dari cakra, rahang revan dan saga mengeras, ingin mereka memukul tuan gabriel saat ini, tapi di larang oleh cakra, sebab daddynya lah yang akan membereskan tuan gabriel dengan caranya sendiri, mereka harus merelakan tuan gabriel untuk saat ini.
Ayo kita temui ********-******** itu dek. ( ucap revan yang akan melampiaskan emosinya pada orang-orang yang mengejar cakra )
Besok saja bang, biarkan mereka meregangkan ototnya dulu, karna besok.. ! aku akan membuatnya lebih seru. ( jawab cakra dengan seringainya yang menakutkan, cakra tahu malam ini orang-orang itu sudah babak belur oleh bodyguard daddynya )
__ADS_1
Baiklah, kita istirahat dulu malam ini, mengumpulkan tenaga untuk permainan besok. ( ucap revan dengan seringainya )
Dek dimana cantika? ( tanya saga pada cakra, karna dari tadi saga tidak melihat dimana cantika saat mendengar cerita dari cakra )
Dia dikamarku kak, karna ketakutan, dia tertidur saat dalam perjalanan kesini. ( jawab cakra mengingat keadaan cantika tadi )
Bang apa orang yang mengamuk di sebelah restoran tempat kita makan tadi, adalah orang yang menjaga cantika? ( tanya saga pada revan saat mengingat kejadian direstoran sebelah tempat mereka makan )
Sepertinya iya. ( ucap revan membenarkan saga, karna revan juga mendengar kehebohan disana, tapi revan tidak sekepo saga untuk mencari tahu, cakra hanya mendengar interaksi mereka berdua )
Ya Tuhaan... ! Dek kamu harus mengantar cantika pulang malam ini, bangunkan saja dia, walau dari jauh, aku melihat keadaan orang tadi sangat buruk, pasti dia sangat khawatir tidak menemukan cantika. ( ucap saga pada cakra, saga melihat walau orang itu marah, tapi ada luka yang terbesit padanya )
Kakakmu benar dek, kita tidak boleh egois, pikirkan keadaan mereka juga, mereka pasti sangat khawatir pada cantika. ( ucap revan mengingatkan cakra juga )
Baiklah aku akan membangunkan dia dulu. ( jawab cakra yang mengerti maksud revan dan saga, lalu meninggalkan mereka di ruang tamu, masuk kekamarnya untuk membangunkan cantika )
Saat sampai di kamar, cakra sangat terkejut melihat keadaan cantika, tubuh cantika mengeluarkan keringat begitu banyak, padahal Ac di kamar sangat dingin, cakra langsung duduk disebelah cantika untuk menghapus keringat didahinya, cakra kembali terkejut saat menyentuh dahi cantika yang sangat panas, cakra juga mendengar igauan cantika meminta tolong dengan suara dan tubuh yang bergetar, cakra mengutuk dirinya Yang telah meninggalkan cantika sendirian dikamarnya.
Bang... Abang... Kak... Kakak... Abang... Kakak.... ( teriak cakra dari kamarnya memanggil revan dan saga Dengan penuh emosi )
Revan dan saga yang mendengar teriakan cakrapun berlari menghampiri cakra kekamarnya, untung saja cakra tidak menutup rapat pintu kamarnya, masih sedikit terbuka, membuat revan dan saga bisa mendengar teriakan cakra dari dalam, karna kalau tertutup rapat, mereka tidak akan mendengar teriakan cakra walau suaranya sampai habis, sebab semua kamar dalam ruangan itu kedap suara.
__ADS_1
Kenapa kamu teriak-teriak dek? ( ucap revan dan saga berbarengan saat mereka sudah masuk kekamar cakra, mereka memang sering bicara berbarengan yah gaisπ βοΈ)
Bersambung