Cinta Cantika

Cinta Cantika
Memulai Usaha


__ADS_3

Pak apakah cantika bisa menjadi seorang Fashion Designer? ( tanya cantika pada pak alex )


Kenapa tidak. ( jawab pak alex )


Tapi cantika tidak sekolah desainer? ( tanya cantika )


Nona Fashion Designer juga ada yang tidak sekolah desain, kadang ada yang karna bakatnya. ( jawab bi inah )


Benar kata bi inah, kalau sudah ada bakat, semua tergantung kemauan nona. ( ucap pak alex )


Bapak dan bibi tunggu di sini sebentar. ( ucap cantika )


Nona mau kemana? ( tanya pak alex )


Mau kemobil, ada yang mau cantika ambil. ( jawab cantika )


Tunggulah disini biar bapak yang ambilkan.( ucap pak alex )


Emang bapak tau apa yang mau cantika ambil. ( tanya cantika )


Tahu. ( ucap pak alex )


Benar! Apa yang bapak tidak tau tentang cantika, mau cantika nyumput di kolong, bapak juga akan tahu. ( jawab cantika tersenyum )


Hahahahahaha nona benar. ( ucap bi inah sambil tertawa


Pak alex hanya tersenyum dan pergi meninggalkan cantika dan bi inah di meja makan, padahal jam sudah menunjukkan angka 11 lewat, pak alex dan bi inah masih menunggu cantika yang tadi baru bangun, tidak mungkin cantika langsung bisa tidur lagi dengan cepat.


Setelah mengambil tas cantika yang berada di dalam mobil, pak alex kembali kemeja makan menemui bi inah dan cantika, lalu meletakkan tas cantika di atas meja.


Daebak.👏👏👏👏( ucap cantika melihat pak alex menaruh tasnya di atas meja )


Keren kan nona, pak alex udah kayak cenayang ( ucap bi inah tertawa )


bibi benar. ( jawab cantika juga ikut tertawa )


Pak terimakasih. ( ucap cantika berdiri memeluk pak alex terharu )


Untuk apa? ( tanya pak alex bingung )


Untuk tahu semua yang aku lakukan, untuk selalu menjagaku, untuk semua perhatian dan kasih sayang, dan untuk semua yang tak tergambarkan. ( jawab cantika kembali sedih, terharu dan bahagia dalam waktu yang bersamaan, dengan mata yang mulai berkaca-kaca )


Sudah-sudah, ayo tunjukkan apa ini. ( ucap bi inah memecahkan yang tahu akan ke mana itu )

__ADS_1


Iya ayo tunjukkan. ( ucap pak alex yang juga tahu maksud bi inah )


Ya udah, tapi tidak di sini, di ruang TV aja. ( jawab cantika yang kembali membaik melepaskan pelukannya dari pak alex )


Ayo. Biar bapak yang bawakan tasnya. ( ucap pak alex )


Mereka bertiga melangkah bersama ke ruang TV, ada beberapa pekerja yang masih melihat ketiga orang manusia itu haru dan takjub, kalau di lihat oleh orang yang tidak mengetahui, mereka benar-benar seperti keluarga kandung.


Hampir tiap malam kalau mereka menonton TV,


mereka tidak duduk di kursi, melainkan duduk di atas karpet bulu yang tebal, selonjoran di bawah dengan posisi cantika yang besandar pada bi inah, mereka memang sering begitu.


Cantika akan nempel dengan bi inah seperti ulat, tapi bi inah tidak pernah risih dengan apa yang cantika lakukan, bi inah bahkan memeluk dan mengusap cantika manja, bercerita tentang flim yang mereka tonton, atau ribut dengan menghabiskan makanan.


Setelah itu mereka akan tertawa sangat keras, memikirkan kekonyolan mereka sendiri, pak alex yang duduk di sebalah kadang ikut nimbrung dan kadang hanya sekedar melihat tingkah mereka.


Cantika, pak alex, bi inah sudah sampai di ruang TV, Berbeda dengan Malam-malam kemarin, sekarang mereka tidak menonton TV melainkan ingin membahas apa yang akan cantika lakukan.


Masih duduk dengan posisi yang sama lesehan( dibawah )


Pak, bi, ini gambar cantika, Lihat lah. ( ucap cantika pada pak alex dan bi inah Menunjukkan gambarnya )


bagus nona. ( jawab pak alex )


Sebenarnya teman bapak pernah melihat gambar nona, dia juga Fashion Designer dia bahkan menyukai gambar nona. ( Ucap pak alex )


Hah benarkah pak, kapan? ( tanya cantika )


Waktu kita makan di restoran jepang, nona sudah masuk restoran, saat bapak memarkirkan mobil, bapak bertemu dengan dia, terus berbicara sebentar, boutique nya sangat maju dan berkembang pesat, bapak ingat dengan gambar nona, terus bapak tunjukkan padanya, dan dia sangat suka, bahkan ingin membeli, tapi bapak bilang tidak di jual. ( jawab pak alex )


Laki-laki Atau perempuan? ( tanya bi inah cepat pada pak alex di luar konteks yang di bahas )


Wanita dia sangat cantik . ( jawab pak alex tersenyum )


Ooh. ( ucap bi inah cemberut )


Hahahahahahahaha bibi cemburu. ( ucap cantika )


Bibi gak cemburu nona. ( jawab bi inah )


Itu kenapa cemberut. ( ucap cantika )


Udah ah, udah gak usah bahas bibi, bahas gambar nona aja, bibi pergi dulu. ( ucap bi inah sambil berdiri )

__ADS_1


Mau kemana? ( tanya pak alex saat melihat bi inah berdiri )


Mau kebelakang ambil minum. ( jawab bi inah cuek lalu melangkah pergi )


Jangan lama-lama. ( ucap pak alex yang tak di jawab bi inah )


Bapak sih, bibi cemburu kan. ( ucap cantika )


Biarin nona, masak cemburu sama laki-laki. ( jawab pak alex )


Hah tadi bapak bilang perempuan. ( ucap cantika )


Bapak gak bilang perempuan nona tapi wanita. ( jawab pak alex )


Kan sama aja pak. ( ucap cantika )


Ya sudah, nona juga gak bakal ngerti. ( jawab pak alex )


Yaa bapak gak jelaskan. ( ucap cantika )


Dia laki-laki nona, tapi bergaya seperti perempuan, Jadi dia wanita. ( jawab pak alex )


Ooh hahahahaha kasian bibi salah cemburu ( ucap cantika yang baru mengerti ucapan pak alex pak alex hanya tersenyum )


Di dapur bi inah hanya berdiam diri, bi inah sedikit kesal dengan perkataan pak alex yang Memuji wanita lain di depannya langsung, ada rasa sakit di hatinya.


Pak alex dan bi inah memang sepasang kekasih, mereka pacaran sudah lebih lima tahun, kedua orang tua cantika juga mengetahui itu, tapi mereka tidak mempermasalahkan, itu urusan pribadi mereka, karna dari segi Pekerjaan mereka juga sangat profesional.


Orang tua cantika juga sudah menyarankan agar mereka manikah, umur mereka juga sudah lebih untuk menikah, bahkan semua biaya akan mereka tanggung, tapi pak alex dan bi inah menolak nya, dengan alasan ada yang mereka tunggu dan belum saatnya, walau tinggal satu atap, mereka masih menjaga hal-hal yang tidak harus di lakukan.


Cantika dan semua pekerja yang lain juga mengetahui hubungan mereka, bahkan cantika sering sekali meminta mereka untuk menikah, jawaban mereka Nanti ada waktunya. Selalu begitu, bahkan cantika sangat hapal. 😅


Pak kenapa bibi lama. ( Tanya cantika saat selesai tertawa )


Nanti juga kesini lagi nona. ( jawab pak alex Yang di jawab cantika dengan anggukan )


Pak selama dua setengah bulan ini aku mau buka usaha pakaian gimana menurut bapak? ( ucap cantika pada pak alex kembali ke konteks awal )


Ide bagus nona, terus penjahit nya bagai mana nona, apa bapak beli dulu alat-alat jahitnya, terus mencari para pekerja. ( tanya pak alex )


Gak usah cari para pekerja dulu pak, kita kasih aja dulu ke penjahit-penjahit lokal, kalau barang nya laku terjual dan sudah menghasilkan, baru kita usaha sendiri. ( jawab cantika )


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2