
Jika mereka sudah berempat, mereka tidak akan menggunakan bahasa formal.. Seperti saat mereka sedang bekerja atau diluar ruangan.. mereka akan mengobrol biasa saja seperti sahabat pada umumnya..
Ini kak.. orang ini benar-benar tidak tau malu, membuat ku sangat illfeel. Ucap cantika saat masuk melihat bagitu banyak bunga diruangannya.
Ya Tuhan.. Ternyata orang itu benar-benar menjijikkan.. ucap jin ae yang sudah tau dari mana datangnya kekesalan cantika pagi ini, juga membuatnya ikut kesal saat melihatnya..
Kak.. bantu aku menyingkirkan bunga-bunga ini.. lalu kembalikan bunga ini pada orang itu, seperti biasa.. Ucap cantika meminta bantuan youra mengembalikan bunga itu keorang yang mengirimkan padanya, sebab youra lah yang sering mengembalikannya..
Iya dek.. Nanti kakak kirim kembali kepadanya.. jawab Youra..
Dek.. Panggil Jae wha.
Iya kak.. Kenapa.. Jawab cantika..
Orang ini meminta bertemu denganmu hari ini.. katanya dia sudah mengenalmu lama.. Makanya dia selalu mengirimkan bunga-bunga ini untukmu.. Ucap jae wha memberitahu cantika..
Kakak tau dari mana dia ingin bertemu denganku, apa kakak mengenalnya, siapa namanya.. tanya cantika bingung..
Jangan kan mengenalnya, aku juga tidak tau dia siapa, dan siapa namanya.. hanya saja tadi pagi dia menelpon ku, aku juga tidak tau dia mendapatkan nomor HP ku dari mana, aku hendak memberitahumu, tapi aku ingat hari ini kamu mengantar tuan cakra kebandara.. Jadi aku tidak jadi memberitahumu, aku putuskan memberitahumu setelah kita bertemu disini.. Ucap jae wha menjelaskan kebingungan cantika..
Oh.. Jam berapa dia meminta bertemu kak, Tanya cantika ingin tahu..
Jam tujuh malam ini, di restoran jeang fu, ruang VIP kelas satu, jawab jae wha memberitahu.. (di korea restoran itu adalah restoran kelas atas, selain makanannya yang terkenal enak, juga tempatnya sangat indah)
Baiklah.. Kita kesana, aku ingin melihat orang itu dan memakinya.. ucap cantika geram..
Kita.. ucap jin ae bingung.. karena yang diundangkan cantika.. Itu yang dipikirkan olehnya..
Iya kita kak, aku, kak jae wha, kak youra dan kakak.. Kalian tidak akan membiarkan aku pergi kesana sendirian kan.. Jawab cantika melihat ketiganya secara bergantian..
__ADS_1
Mana mungkin.. Bisa digorok aku sama tuan cakra, ucap jae wha cepat..
Ya sudah, sehabis kerja kita berempat langsung berangkat kesana, aku juga penasaran ingin melihat bagaimana bentuk orangnya.. Ucap youra memberitahu ketiganya, karena diantara mereka dia lah yang lebih tua jadi lebih sering mengambil keputusan jika diluar pekerjaan, dan ketiganya pasti akan menurut saja tampa membantah..
Ok.. Aku setuju.. Aku juga penasaran.. Jawab jin ae yang sudah mengerti..
Terimakasih banyak ya kak, selama ini kalian tidak memberitahu suamiku, daddy ku, dan papi ku, tentang hal ini, aku tidak tau apa yang terjadi jika mereka tau.. Ucap cantika dengan tulus pada ketiganya..
Cantika sudah tau mereka bertiga bekerja dengannya atas rekomendasi ketiga pria yang sangat disayanginya itu, bukannya marah, tapi cantika malah senang saat mengetahui ketiga susternya adalah orang suruhan cakra, daddy, dan papi nya, yang bertujuan untuk menjaganya.. Sehingga membuat mereka menjadi sahabat sekarang..
Tidak usah berterimakasih.. Kamu seperti sama siapa saja.. Kakak tidak suka.. Ucap youra mewakili Jae wha dan Jin ae..
Iya.. Maaf... Sekarang saat nya kita mulai bekerja.. ucap cantika pada ketiganya..
Ok siap dokter.. Ucap ketiganya berbarengan menggoda cantika.. dengan tersenyum lalu membungkuk..
Ck.. Mulai lagi.. Jawab cantika tidak suka dengan cemberut, karena mereka sudah sering melukan itu..
Apa sudah senang, sekarang kembalilah bekerja.. Ucap cantika memerintah..
Maaf dek.. Kami hanya menggodamu.. saut jae wha mewakili youra dan jin ae..
Iya aku tau.. Tapi aku tidak suka, meskipun aku sering mendengarnya.. Ucap cantika semakin cemberut..
Iya tidak lagi.. Ini yang terakhir, jangan cemberut lagi, kakak minta maaf.. Gak baik pagi-pagi sudah cemberut.. jawab youra menengahi atas kelakuannya juga..
Iya.. tapi kalian yang membuat ku begitu, lihat Aku sudah tidak cemberut lagi, sekarang kita mulai bekerja.. Ucap cantika tersenyum..
Siap dokter.. Jawab ketiganya kompak, lalu berlari ketempat masing-masing... sebelum cantika mengeluarkan taringnya..
__ADS_1
Ck.. Dasar.. Ucap cantika tersenyum dengan menggelengkan kepala.. Melihat tingkah ketiganya.. Merekapun kembali bekerja seperti biasa..
***********
Tepat pukul 6 sore.. Pekerjaan merekapun selesai..
Kak Wha.. Panggil cantika pada jae wha..
Iya kenapa dek.. Tanya jae wha mendekati cantika disusul youra dan jin ae dibelakangnya..
Kakak ada janji sama kak art, kenapa dibatalin.. tanya cantika ingin tau..
Ck.. aku sudah tau, dia pasti akan mengadu padamu.. Menyebalkan.. Jawab jae wha cemberut..
Bukan mengadu kak, kak art hanya bertanya, kita mau kemana, soalnya dia mau mengajak kakak ketempat yang penting hari ini, tapi kakak malah membatalkannya, lebih baik kakak ikut kak art saja.. Kasian dia.. biar aku pergi sama kak youra dan kak jin ae untuk menemui orang itu, maaf kan aku karena aku tidak tau jika kakak sudah ada janji dengan kak art.. Ucap cantika sungguh-sungguh..
Kakak tidak bisa dek, jika tuan cakra tau, habis lah kakak, kakak tidak mau mengambil resiko, kakak akan memastikan sendiri dengan mata kepala kakak kalau kamu tidak apa-apa, bukannya kakak tidak percaya pada kak youra dan jin ae, kakak sangat percaya pada mereka, tapi kakak tetap tidak bisa.. Jawab jae wha juga sungguh-sungguh...
Kak.. Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil suami ku tuan, apalagi dia juga sudah memintamu untuk tidak memanggilnya tuan, panggil namanya saja kak, sekarang kakak bekerja denganku, bukan dengannya, kakak juga kekasih kakak ku, apalagi kalian akan menikah, kita akan jadi saudara, tolong berhentilah memanggilnya dengan sebutan itu.. aku tidak suka mendengarnya.. ucap cantika mengingatkan jae wha dengan sedikit kesal dengan suara yang sedikit meninggi karena sudah sering cantika memintanya..
Iya.. mulai hari ini kakak akan memanggil suamimu dengan namanya, Maaf kakak sudah membuatmu kesal.. Jawab jae wha tau cantika kesal padanya saat ini, apalagi dia tau cantika dan cakra sudah sering sekali meminta jae wha untuk tidak memanggil cakra tuan..
Maafkan aku kak, aku tidak bermaksud.. Ucap cantika menyadari kesalahannya..
Tidak apa.. Kakak mengerti, wajar kamu kesal, karena kakak tidak mendengarkan perkataanmu dan suamimu, untuk tidak lagi memanggilnya tuan.. Jawab jae wha tersenyum..
Terimakasih kak.. Tapi kakak tetap harus ikut kak art.. Ucap cantika serius..
Dek.. Kakak kan sudah bilang.. Kakak tidak bisa.. jawab jae wha tak kalah serius..
__ADS_1
Caca benar wha.. Kamu pergilah bersama art, biar aku dan jin ae yang menjaganya.. Ucap youra menengahi dengan meyakinkan jae wha..
Maaf kak.. Tapi aku tidak bisa.. Jawab jae wha bersikeras..