
Tidak tuan! biar kami disini saja, kalau ada yang kurang, tuan bisa bilang pada kami, kami akan membantu tuan. ( jawab kepala chef pada cakra )
Duduk! atau kalian ingin melihat aku membuang semua makanan ini. ( ucap cakra Tegas pada ketiga chef yang hanya di lihat revan dan saga tanpa ada suara )
Baik tuan. ( jawab mereka kompak, lalu duduk di kursi bersama cakra, revan, saga )
Ayo kita mulai makan, kalian jangan sungkan untuk makan, ini masakan kalian sendiri, kalau kalian makan sedikit, berarti masakan yang kalian buat tidak enak, karna tidak cocok dengan lidah kalian sendiri. ( ucap cakra pada ketiga chef nya, karna cakra tau mereka pasti akan sungkan pada mereka, mereka mulai makan dengan diam )
Trimakasih, masakan kalian sangat enak, aku sangat suka. ( ucap cakra pada ketiga chef ,ucapan cakra juga setujui oleh revan dan saga )
Apa kalian baru dipindahkan ke chef khusus? ( tanya saga pada ketiga chef )
Ya tuan. ( jawab kepala chef )
Pantas kalian sepertinya takut, untuk kedepan biasakanlah untuk makan bersama kami, karna anak kecil itu selalu makan bersama kami dan chefnya, itu bentuk trimakasih kami pada kalian yang sudah menyuguhkan kami makanan yang enak, jadi jangan sakit hati dengan kata-kata anak kecil itu.
Dia tidak serius akan ucapannya, tolong jangan masukkan ke hati. ( ucap saga menjelaskan kepada chef yang baru bekerja dengan mereka yang di jawab anggukan hormat oleh mereka seraya tersenyum )
Kak kenapa kakak selalu merusak harga diriku sebagai bos Mereka, dengan mengatai aku anak kecil.
Ck hancur image ku sebagai pria dewasa dan bos mereka yang garang. ( ucap cakra pada saga nyeleneh )
__ADS_1
Hah! apa kakak tidak salah dengar? Kamu garang? Bukannya itu. ( jawab saga pada cakra lalu menunjuk revan dengan mulut dan dagunya Tapi revan masih tidak bergeming )
Ck dia tidak garang kak, tapi seperti serbet lecek ini, di luar iya dia maco, Asal kakak tau, didalam dia seperti berbie lembut dan letoy seperti ini. ( ucap cakra pada saga. mereka memang selalu bercanda dan revanlah yang selalu jadi korban bercandaan mereka, cakra bahkan memperagakan ala gaya sendiri Seperti kali ini, dia memperagakan gaya kemayu ala revan yang menggelikan, mungkin karna dia seorang aktor๐ )
Hahahahahaha ( tawa cakra dan saga berbarengan, chef tidak berani tertawa, mereka hanya berani tertawa dalam diam, mereka tersenyum melihat tingkah laku Sang Boss yang baru pertama kali mereka lihat ternyata Bossnya tidak seperti yang mereka takutkan sangat hamble )
Kalian masih Saja berani menertawaiku hah ? ( ucap revan pada cakra dan saga dengan seringainya yang menakutkan dengan muka yang tak terbaca, revan berdiri dari tempat duduk nya )
Ampun bang, maaf kan kami, kami tidak akan lagi menertawaimu, tapi kalau lupa maafkan lagi. ( ucap cakra sambil berlari dari ruang makan ke arah kamar, cakra takut tertangkap oleh revan, ntah apa yang akan di lakukan padanya, dan cakra selalu berhasil kabur๐)
Ampun bang, salahkan dia yang mengajak aku untuk menertawaimu. Aku hanya ketawa sedikit, maaf kan aku. Kalau besok tertawaku banyak, maaf kan lagi. ( ucap saga yang juga berlari ke kamarnya, saga juga takut tertangkap oleh revan, kalau sampai tertangkap habis lah mereka berdua, dan saga juga ikut kabur bersama cakra dan itu juga selalu berhasil ๐)
Hei kalian mau ke mana? ( ucap revan tertawa melihat tingkah lucu dua adik yang kabur darinya sambil mengeleng kepala )
Terlalu sering bersama, cakra dan saga selalu sering mengucap kata yang berbarengan, karna kata itu sering mereka ulang-ulang, jadi otak mereka selalu terkonek tanpa di rencana )
Chef yang melihat tingkah laku bosnya tak menyangka dengan apa yang mereka lihat, apalagi sekarang mereka melihat revan tertawa lepas, sungguh pemandangan yang langka untuk mereka, ternyata bosnya tak semenakutkan yang orang-orang bilang, apalagi mengenai revan.
Awalnya mereka takut dan merasa tidak terima di pindahkan ke bagian chef khusus, mereka bahkan sudah menolak tapi penolakan mereka tak di terima pihak HRD, karna rumor yang menakutkan, kini di hati mereka masing-masing menyesali pernah sempat menolak untuk di pindahkan.
Tapi sekarang mereka sangat senang berada di tempat ini, karna rumor itu terpatahkan saat melihat dengan mata mereka sendiri ternyata boss mereka sangatlah hangat )
__ADS_1
Panggilkan pelayan, untuk membantu kalian memberaskan meja ini, trimskasih makanannya, dan beristirahatlah. ( ucap revan pada chef lalu pergi kekamarnya untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh nya untuk tidur )
Baik tuan. Trimakasih. ( jawab mereka bersamaan lalu membungkuk sedikit memberi hormat pada revan lalu kembali membersihkan meja makan setelah beres mereka keluar dari kamar bossnya untuk pindah kekamar mereka saat mereka shif malam untuk beristirahat )
Di tempat lain, seorang gadis baru membuka mata dan terkejut melihat jam di dinding yang berada di dalam kamarnya.
Ya Tuhaaaaan, kenapa aku tidur seperti kerbau.
Mati aku! pasti bi inah dan pak alex menungguku.
Aku lupa lagi, tadi aku mengunci pintu. ( ucap cantika mengoceh pada dirinya sendiri Sambil menepuk jidatnya, lalu melompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi setelah selesai cantika turun ke bawah menuju meja makan )
Huuh syukurlah mereka sudah makan. ( ucapnya. saat cantika melihat meja makan yang kosong cantika pikir bi inah dan pak alex tidak lagi menunggunya untuk makan karna cantika baru bangun jam 10 malam yang harusnya orang-orang baru akan tidur ๐)
Siapa yang sudah makan? ( tanya bi inah pada cantika saat mendengar cantika bilang sudah makan, suara bik inah berhasil mengejutkan cantika )
Bibi inah dan pak alex dari tadi belum makan, mereka menunggu cantika sambil duduk menonton TV, bik inah sudah mengecek cantika, tapi pintu kamar cantika terkunci, pak alex sudah memberi kunci cadangan pada bi inah, tapi tetap tidak bisa terbuka.
Ternyata cantika mengunci pintu dari dalam dengan kunci tambahan, pak alex dan bi inah sangat khawatir, dari tadi pak alex ingin mendobrak pintu kamar cantika tapi di tahan oleh bik inah, bik inah tau pak alex sangat takut terjadi sesuatu pada cantika didalam, Karna pak alex sangat menyayangi cantika.
Bibi inah selalu menenangkan pak Alex, agar tidak terlalu khawatir dan berfikir positif, meski di dalam hatinya, bibi inah juga merasa sangat khawatir, tapi bibi inah yakin cantika memang sedang tidur, mereka sepakat kalau sampai jam 10 malam cantika belum keluar maka pak Alex akan mendobrak pintu kamar cantika.
__ADS_1
Bersambung