
Bibi ih bikin kaget cantika aja. ( jawab cantika cemberut manja )
Kamu ya dasar anak nakal, Suka bikin orang khawatir aja, anak gadis tidur udah kaya kebo.( ucap bik inah menjewer manja cantika kebiasaan bi inah kalau sedang menahan khawatir )
Bibi sakit. ( jawab cantika pura-pura kesakitan )
Oh Udah mulai bohong ya! Sakit dari mana hah. ( ucap bi inah lalu memeluk cantika menghilangkan rasa khawatir yang dia tahan dari tadi, bi inah sama khawatirnya dengan pak alex, cuma bi inah bisa meredam sedang kan pak alex tidak )
Bibi maaf. ( ucap cantika merasa bersalah )
Untuk. ( jawab bi inah pura-pura tidak tau maksud cantika )
Aku mengunci pintu dari dalam, apalagi aku masuk kamar dari siang, dan keluar kamar udah hampir mau tengah malam, aku juga gak turun untuk makan malam, bibi dan bapak pasti sangat khawatir, maafkan aku. ( ucap cantika pada bi inah, sambil memegang telinga meminta maaf, itu kebiasaan cantika kalau merasa perbuatannya salah, dengan posisi tangan bi inah masih melingkar di pinggang cantika, )
Baik lah! Hanya untuk kali ini bibi maafkan, tidak adalagi untuk lain kali. ( jawab bibi inah mencubit gemas hidung cantika )
Iya janji, ( ucap cantika kembali memeluk bibi inah sambil tersenyum )
Nona...! sana temui pak alex di ruang TV, minta maaf lah padanya, dia sangat menghawatirkan nona, kalau tadi tidak bibi larang, mungkin pintu kamar nona sudah tak berbentuk sekarang. ( ucap bi inah sambil merenggangkan pelukan cantika darinya, cantika mengangguk tanda mengerti )
Apa pak alex akan marah padaku bi? ( tanya cantika pada bibi inah karna cantika tahu pak Alex pasti juga sangat khawatir padanya )
Mungkin saja! Temui sana nanti nona juga akan tau. ( jawab bibi inah tersenyum menggoda cantika )
Temani aku bi. ( ucap cantika memelas pada bi inah agar mau menemaninya menemui pak alex )
__ADS_1
Nona Sendiri saja, bibi mau ke dapur dulu untuk memanaskan makanan buat makan malam kita. ( ucap bi inah pada cantika )
Hah... ! jadi bibi sama bapak dari tadi belum makan? ( jawab cantika kaget )
Sudah! Bibi sama pak alex sudah makan khawatir dari nona dan itu cukup membuat kami kenyang sampai sekarang. ( ucap bi inah meledek cantika sambil tersenyum )
Bibi maaf. ( jawab cantika merasa bersalah kembali memegang telinganya )
Iya, sana temui pak alex, sekalian ajak pak alex untuk makan. ( ucap bi inah pada cantika sambil tersenyum, yang di jawab anggukan oleh cantika )
Lalu bi inah pergi ke dapur untuk memanaskan makanan, sedangkan cantika menuju ruang TV menemui pak Alex yang masih berada di sana.
Dengan langkah ragu-ragu cantika melangkah ke arah pak alex, seperti anak yang takut di sidang oleh sang ayah, pak alex memang cantika anggap ayahnya, karna pak alex selalu mengutamakan cantika, dari cantika kecil pak alex dan bi inahlah orang yang selalu memanjakan cantika.
Memberikan kasih sayang yang penuh untuk cantika, seperti anak mereka sendiri.
Sedangkan malam hari, mereka juga tidak pulang ke mansion, melainkan tinggal di apartemen yang lebih dekat dengan tempat mereka bekerja, Kasih sayang dan cinta yang mereka tunjukkan pada cantika, dari cantika kecil bahkan dari cantika bayi, hanya memenuhi kebutuhan cantika secara lahir yaitu materi, padahal bukan itu yang cantika butuhkan dari mereka.
Semua kasih sayang dan cinta yang cantika butuhkan, dari orang tuanya selain materi, didapat cantika dari pak alex dan bi inah, walau mereka belum menikah bahkan mereka tidak memiliki ikatan darah satu sama lain, Tapi rasa hangat dari sebuah keluarga cantika dapatkan dari mereka dan cantika juga memberikan rasa yang sama untuk mereka sebagai orang tua kedua untuk cantika.
Pak maafkan cantika. ( ucap cantika setelah sampai di depan pak alex dengan langkah gontai sambil memegang telinga mengaku salah )
Pak alex hanya diam tak menjawab ucapan cantika.
Sebelumnya pak alex mau naik ke atas mendobrak kamar cantika karna jam sudah menunjukkan angka 10 sesuai janjinya dengan bik inah, tapi sebelum naik ke atas, pak alex mendengar perbincangan bi inah dan cantika didepan meja makan.
__ADS_1
Pak alex sangat bersyukur melihat cantika baik-baik saja, sehingga rasa khawatir yang dari tadi di tahan sedikit-sedikit menghilang, saat mendengar bi inah menyuruh cantika menemuinya, pada alex langsung kembali keruang TV.
Pak alex juga melihat langkah gontai cantika melangkah ke arahnya tapi pak alex pura-pura tidak melihat ke arah cantika, pak alex tau cantika sudah menyadari kesalahan yang cantika perbuat, saat mendengar cantika meminta maaf, pak alex juga tidak melihat ke arah cantika juga tidak menjawab Ucapan cantika, tapi semua pak alex lakukan agar cantika tidak mengulangi perbuatan yang mengkhawatirkan orang lain seperti hari ini.
Pak maafkan cantika. ( ucapan cantika kembali minta maaf pada pak alex, yang kedua kali dengan tangan yang tak lepas dari telinganya )
Tapi pak alex masih diam tak menjawab bahkan melihat ke arah cantika.
Pak, cantika salah, maafkan cantika. ( ucap cantika yang ketiga kalinya meminta pak alex memaafkan dengan tangan yang masih sama )
Pak alex masih di posisi yang sama diam dan tak melihat cantika.
Pak cantika minta maaf, jangan diamkan cantika, cantika salah, bapak boleh memarahi cantika, tapi jangan anggap cantika tidak ada. ( ucap cantika Lagi pada pak alex dengan berurai air mata dengan tangan yang masih sama.)
Cantika tidak mampu lagi menahan air matanya sebab cantika takut pak alex akan sama seperti orang tuanya, cantika ada tapi seperti tidak ada.
Melihat cantika menangis pak alex merasa bersalah, menyadari tindakannya terlalu berlebihan, pak alex berdiri lalu memeluk cantika.
Kenapa menangis hah. ( ucap pak alex pada cantika sambil memeluk cantika )
Maafkan cantika pak. ( jawab cantika masih menangis dalam pelukan pak alex )
Bapak sudah memaafkanmu nona, bapak tidak marah, bapak sangat khawatir, ini yang pertama dan terakhir, jangan di ulangi lagi. ( ucap pak alex pada cantika mengingatkan cantika dengan masih memeluk cantika )
Cantika tidak akan mengulangi lagi, cantika tidak akan membuat bapak khawatir lagi, cantika janji. ( jawab cantika pada pak alex cantika masih menangis dan memeluk pak alex )
__ADS_1
Terus kenapa masih menangis hah. ( ucap pak alex melihat kearah cantika yang masih menangis )
Bersambung