
Tidak mommy.. Tidak daddy.. itu tidak berlaku untuk kalian.. Karna kalian tidak pernah melihat tumbuh kembangku dengan mata kalian sendiri sampai aku sebesar ini... Apa itu yang di katakan semua yang kalian lakukan untukku..
Tidak mommy.. Tidak daddy.. semua yang kalian lakukan untuk diri kalian sendiri.. Untuk kepuasan mommy dan daddy sendiri agar mencapai sesuatu yang mommy dan daddy inginkan.. Disana kalian melupakan aku yang membutuhkan kalian selama ini... aku tidak butuh uang, Tapi yang aku butuhkan kasih sayang.. Posisi itu diisi oleh pak alex dan bik inah.. yang menggantikan mommy dan daddy dalam menyayangiku, Yang melihat semua tumbuh kembangku, yang selalu ada disisiku sampai saat ini.. Dimana mommy dan daddy ? Tanya cantika sambil mengungkapkan semua unek-unek yang sudah lama tersimpan didalam hatinya selama ini..
Nak... Perkataanmu tidak sesimple itu, di dunia ini siapa yang Bisa hidup tanpa uang, kami bekarja keras untukmu, untuk mencukupi hidupmu.. Itu kenapa kami bekerja siang dan malam, semua karna kamu nak.. karna kami menyayangimu, kami tidak mau kamu susah.. Jawab daddy cantika penuh penekanan.
Aku tahu daddy, siapa yang bisa hidup tanpa uang didunia ini, aku tahu tidak ada yang bisa hidup.. Tapi apa pekerjaan daddy dan mommy sebagai seorang dokter saja tidak cukup untuk membiayaiku... Aku rasa itu lebih dari cukup.. aku tidak mempermasalahkan karir mommy dan daddy, yang aku permasalahkan demi karir mommy dan daddy melupakan aku... kalian lupa apa yang aku butuhkan selain materi yang sudah kalian beri.. Aku butuh kasih sayang mommy.. dan Daddy... Apa kalian pernah memberikan itu untukku.. Tidak kan..
Asal mommy dan daddy tahu... Disaat umurku 15 tahun, aku tidak pernah memakai uang dari mommy dan daddy lagi, satu hal lagi yang perlu mommy juga harus tahu, pakaian yang mommy pakai, itu keluaran dari bautique ku.. Apa mommy tahu itu.. Tidak kan... kalian tidak pernah tahu dan mahu tahu apa yang aku lakukan... Ucap cantika memberi tahu Kedua orang tuanya dengan perasaan sedih dan air mata yang terus mengalir...
Sayang.. Bukan begitu nak... jawab mommy cantika merasa bersalah menatap sang putri, tidak tahu harus berkata apa lagi...
Sudah mommy.. Cantika tidak ingin mendengar apapun.. Cantika tahu cantika tidak penting dalam hidup kalian... Jika memang cantika penting dalam hidup mommy dan daddy..
mommy dan daddy Pasti bisa membagi antara pekerjaan dan aku, tapi coba mommy dan daddy ingat apa mommy dan daddy bisa membaginya untukku, dalam satu bulan, kita hanya bertemu dua sampai empat kali, itupun mommy dan daddy melihatku saat kita makan malam saja, setelah itu mommy dan daddy masih melanjutkan pekerjaan kalian masing-masing dirumah, dimana ada waktu untukku.. Tanya cantika kepada kedua orang tuanya..
Apa kau yang Sudah meracuni pikiran putriku alex, sehingga dia berani menjawab kami... Ucap daddy cantika menyalahkan pak alex, bukannya menyadari kesalahannya sendiri...
__ADS_1
Daddy... Kenapa daddy menyalahkan pak alex.. ucap cantika tidak terima..
Kenapa daddy tidak boleh menyalahkan dia, dia yang bersamamu selama ini, pasti dia yang meracuni pikiranmu untuk membenci kami.. Jawab daddy cantika yang sudah tersulut emosi, menunjuk pak alex yang mempengaruhi putrinya...
Cukup daddy, pak alex tidak pernah memintaku untuk membenci daddy dan mommy, aku tidak pernah membenci daddy ataupun mommy, aku hanya kecewa pada sikap daddy dan mommy dalam memperlakukan aku... hanya itu.. Ucap cantika sedih akan sikap orang tuanya, yang selalu menyalahkan orang lain..
Tidak usah membelanya... Kamu tidak pernah menjawab Perkataan daddy dan mommy selama ini, tapi kali ini kamu sudah berani menjawab kami, siapa lagi yang bisa mempengaruhimu selain dia... jawab daddy cantika masih melimpahkan semua kesalahan pada pak alex..
Maafkan aku daddy.. aku menjawab karna aku sudah terlalu kecewa dengan sikap daddy dan mommy terhadapku, ternyata aku salah, bukannya daddy dan mommy menyadari kesalahan sendiri, malah melimpahkan kepada orang lain, pak alex tidak pernah mengajari aku hal yang buruk.. Aku hanya ingin kasih sayang dari mommy dan daddy, bukannya uang... Ucap cantika menangis tersedu, relung hatinya sakit, mengemis kasih sayang kepada orang tua sendiri...
Pak.. Mana dompetku.. Tanya cantika pada pak alex yang dari tadi hanya diam mematung ditempatnya menyaksikan perdebatan antara orang tua dan anak dengan perasaan yang berkecamuk...
Ini nona.. jawab pak alex memberikan dompet cantika padanya...
Ini daddy... Ucap cantika setelah mengambil empat ATM dari dalam dompet yang diberikan oleh daddy nya dahulu untuk kebutuhan cantika, dikembalikan cantika kepada daddy nya...
Daddy akan ambil semua ini, Kamu bilang kamu tidak butuh uangkan, jadi mulai sekarang daddy akan tarik semua fasilitasmu, kamu akan tahu apa yang daddy dan mommy lakukan untukmu semuanya benar, Dan daddy akan mengembalikan semuanya jika kamu datang untuk mengaku salah pada kami... Ucap daddy cantika teguh dengan pendiriannya, kalau uang lebih dari segalanya Untuk mengungkapkan kasih sayang... Tanpa harus memberi perhatian...
__ADS_1
Daddy.. Ucap mommy cantika mengelengkan kepala, tidak setuju atas apa yang dilakukan suaminya...
Tenang lah sayang, ini tidak akan lama.. Jawab daddy cantika menenangkan istrinya dengan sedikit berbisik, daddy cantika yakin dalam beberapa waktu kedepan, cantika pasti akan datang untuk meminta maaf pada mereka, mommy cantika terpengaruh atas ucapan suaminya, yang awalnya dia tidak setuju akhirnya jadi setuju lalu mendukung suaminya.
Terimakasih daddy, terimakasih mommy, sudah menghadirkan aku kedunia ini.. maafkan aku sudah membebani mommy dan daddy selama ini, aku selalu berdoa agar mommy dan daddy selalu bahagia, meski tanpa aku, sekali lagi maafkan aku mommy.. daddy.. Ucap cantika dengan deraian air mata yang tiada hentinya, dengan dada yang begitu sesak. Mencium tangan kedua orang tuanya bergantian, setelah itu sedikit membungkuk memberi hormat..
Ayo sayang kita pergi.. Ucap daddy cantika mengajak istrinya untuk pergi meninggalkan cantika didalam kamar rawat inapnya..
Iya sayang.. Ayo... jawab mommy cantika menyetujui ajakan suaminya...
Daddy dan mommy cantika pergi meninggalkan ruang rawat cantika dengan ego mereka sendiri, tinggal pak alex saja disana yang menemani cantika yang masih berdiri mematung ditempatnya... Kedua orang tua cantika bahkan Tidak memperdulikan keadaan cantika yang sangat membutuhkan keberadaan mereka saat ini...
Pak.. panggil cantika dengan isak tangis yang memilukan setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan ruang rawatnya..
Iya nak... Maaf kan bapak.. Jawab pak alex mendekati cantika, memeluk cantika dengan erat, mengelus kepala cantika dengan sayang..
Bersambung
__ADS_1