Cinta Cantika

Cinta Cantika
Dunia Itu Sempit


__ADS_3

Aku tanya mami, kok mami malah balik nanya sama aku.. Bukannya tadi caca disebelah mami.. Ucap cakra menatap maminya..


Iya nak.. Tapi mami gak tau caca kemana.. Caca juga gak bilang sama mami.. jawab mami aera jujur..


Mungkin caca ke toilet nak.. Ucap mama aruem agar cakra tidak khawatir..


Iya mamamu benar.. Mungkin caca ketoilet.. ucap papa chail membenarkan perkataan istrinya untuk meyakinkan cakra..


Aku susul dia dulu ma.. pa.. aku mau mastiin dia benar ditoilet atau enggak.. Jawab cakra langsung berdiri menyusul cantika ke toilet..


Posesif amat sih bro.. ucap art tapi diacuhkan oleh cakra..


Kemana kamu sayang.. Ucap cakra prustasi karna belum juga menemukan cantika..


Cakra sudah mencari cantika diseluruh mension tapi belum juga menemukan keberadaannya..


Apa dia berada dilantai paling atas.. Gumam cakra pada dirinya sendiri, tanpa berpikir dengan cepat cakra langsung melangkah menuju lantai paling atas mansion itu..


Sayang.. Ucap cakra langsung melingkarkan tanggannya dipinggang cantika saat menemukan cantika yang sedang berdiri menatap langit malam dari balkon..


Kenapa kakak disini.. Tanya cantika pada cakra yang masih memeluknya dari belakang..


Kakak mencarimu.. apa kamu tau sayang.. kalau Kakak sudah mencarimu keseluruh mension ini, kamu berhasil membuat kakak takut karena tidak menemukanmu.. tapi Kenapa kamu malah disini heemmmm.. kenapa gak bilang kalau pergi... tanya cakra dengan meletakkan dagunya dipundak cantika.. Semakin mengeratkan pelukannya pada cantika..


Aku ingin menyendiri saja.. Karna dibawah aku seperti orang bodoh yang selalu dipermainkan oleh semua orang, aku ingin marah tapi tidak bisa.. semua orang malah menjadikan aku bahan lelucon.. Mungkin bagi kalian lucu.. Tapi tidak untukku.. jawab cantika mengatakan apa yang dirasakannya saat ini pada cakra..


Sayang.. Bukan begitu.. Kami..


Pergi lah kak.. aku hanya ingin sendiri.. Tolong mengertilah.. ucap cantika memotong perkataan cakra dengan melepaskan tangan cakra dari pinggangnya..


Sayang.. Ucap cakra tidak ingin pergi..


Aku mohon.. Tolong tinggalkan aku sendiri.. Ucap cantika serius.. kembali memotong perkataan cakra..

__ADS_1


Kakak tidak mau pergi.. Ucap cakra semakin mengeratkan pelukannya pada cantika..


Kalau begitu biar aku yang pergi.. Jawab cantika serius, Karna sekarang dia benar-benar ingin sendiri..


Sayang maaf.. Maafkan kakak dan semuanya, kamu harus tau sayang, tidak ada dari kami yang ingin menjadikanmu sebagai bahan lelucon.. semua sangat menyayangi kamu.. itu semua mengalir apa adanya tanpa kami rencanakan.. kakak berani bersumpah.. Karna Kami selalu begitu jika bertemu, semua terkoneksi dengan sendirinya.. Kakak mohon maafkan kami sayang.. Sungguh kami tidak bermaksud menyakitimu ataupun mempermainkanmu.. Ucap cakra jujur... Menahan cantika yang hendak pergi darinya.. Cakra semakin memeluk cantika dengan erat sehingga cantika tidak bisa melepasnya...


Cantika yang sudah kewalahan untuk melepaskan pelukan cakra yang begitu erat padanya hanya bisa pasrah dan diam saja tanpa menanggapi perkataan cakra..


Melihat cantika tidak merespon ucapannya, cakra tidak lagi bersuara, membiarkan cantika menenangkan dirinya.. Saat ini diam akan lebih baik untuk mereka..


*******


Sedangkan di lantai bawah..


Aera... panggil seseorang dengan suara yang sangat familiar ditelinga mami aera...


Chintiya.. Ucap mami aera terkejut melihat seseorang yang barusan memanggilnya


Ya tuhan.. Ini beneran kamu chintiya.. Ucap mami aera berdiri lalu memeluk chintiya yang sudah berada di sampingnya..


Kamu kebiasaan deh.. Kalau ngomong satu-satu.. ucap mami aera menepuk pelan punggung chintiya yang masih dipeluk olehnya..


Hehehe.. Maaf.. Karna aku benar-benar merindukanmu.. jawab chintiya jujur sambil tersenyum..


Dek.. Kok bisa kalian saling mengenal.. Tanya papa chail pada chintiya..


Kak.. Ini sahabat chintiya yang chintiya selalu ceritakan pada kakak, dialah orangnya yang membantu shintiya kabur keparis saat papa hendak menjodohkan chintiya waktu itu.. Dia yang membelikan tiket untuk chintiya dan dia juga lah yang memberikan uang pada chintiya selama chintiya disana.. Terus chintiya kehilangan kontaknya.. chintiya pernah meminta bantuan kakak juga kan.. untuk mencarinya tapi hasilnya nihil... Ucap chintiya menjelaskan pada chail setelah melepaskan pelukannya dari aera lalu menatap sang kakak..


Ya Tuhan... Ternyata dunia itu memang sempit.. Ucap papa chail menggelengkan kepalanya setelah mendengar penjelasan sang adik..


Chintiya yang dimaksud tadi adalah mommy cantika, mereka datang karna hari ini cakra akan melamar anaknya, mereka sudah menyetujui cakra menjadi menantu mereka, karna melihat sikap gigih cakra saat meminta restu dari mereka untuk menikahi cantika, mereka memberi syarat bermacam-macam pada cakra, termasuk tidak menghubungi cantika selama satu bulan dengan mematikan Hp nya.. Cakra pun memenuhi persyaratan itu..


Maka disinilah mereka sekarang, tanpa cantika ketahui..

__ADS_1


Aera kenalkan ini suamiku..


Sayang ini sahabatku yang sering aku ceritakan padamu... Ucap chintiya..


Wilson.. Ucapnya mengulurkan tangan pada aera..


Aera.. Jawabnya menjabat tangan wilson..


Ini suamiku.. Ucap aera juga memperkenalkan suaminya pada chintiya..


Razqa.. Ucap razqa megulurkan tangannya..


Chintiya.. Jawab chintiya menjabat tangan razqa..


Wilson.. ucapnya mengulurkan tangan pada razqa..


Razqa.. Jawabnya menjabat tangan wilson..


Itu dibelakangmu siapa chin tanya aera pada chintiya..


Oh iya sampai lupa.. Perkenalkan ini alex dan ini tinahia istrinya alex, orang tua cantika juga, merekalah yang megurus cantika dari kecil saat kami bekerja.. Ucap chintiya memperkenalkan keduanya pada aera dan razqa..


Ya Tuhan.. Jadi kamu orang tua cantika chin.. Tanya aera yang terkejut mendengar perkataan chintiya..


Iya.. Aku orang tua cantika aera.. Jawab chintiya dengan tersenyum..


Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu orang tua cantika.. tapi aku bersyukur cantika adalah anakmu.. Ucap mami aera bahagia..


Tapi Aera.. aku mau minta maaf padamu.. Aku tidak tau kalau cakra adalah anakmu.. Aku baru tahu tadi saat mendengar perbincangan kalian dari sudut sana.. Ucap chintiya jujur sambil menunjukkan arah tempat yang didudukinya tadi, empat pasang mata yang melihat interaksi cantika bersama mereka tadi adalah dirinya, suaminya, pak alex dan bik inah....


Tidak apa-apa.. wajar kalau kamu tidak tau kalau cakra adalah anakku.. aku bahkan juga tidak tau kalau cantika adalah anakmu.. Jadi kita impas.. Jawab aera tersenyum lalu menepuk pelan pundak chintiya..


Duduklah.. jangan pada berdiri.. Ucap mama aruem menyela agar semua nya duduk. perkataan mama aruem pun didengarkan oleh mereka.. Semua sudah duduk ditempat masing-masing...

__ADS_1


Kamu tau aera.. Aku dan suamiku sudah menyiksa anakmu selama satu bulan kemarin.. aku benar-benar minta maaf akan hal itu.. Kalau aku tau dia anakmu.. Aku tidak akan menyiksanya.. Aku pasti langsung menerima dia menjadi menantuku.. ucap chintiya masih tidak enak hati pada aera..


__ADS_2