Cinta Cantika

Cinta Cantika
Siasat


__ADS_3

Awalnya tuan gabriel sudah yakin, cakra pasti akan menerima permintaannya tanpa memberi tahu Cakra terlebih dahulu, karna yang tuan gabriel tahu, cakra tidak pernah tertarik dengan gadis manapun, dengan paras putrinya yang cantik, tuan gabriel yakin cakra pasti langsung tertarik dengan putrinya tanpa ada penolakan dari cakra.


Tapi malah berbanding terbalik dengan apa yang tuan gabriel pikir, cakra bahkan langsung menolak putrinya, tanpa mencoba untuk menjalankan hubungan perkenalan terlebih dahulu, Tuan gabriel masih tidak terima atas penolakan cakra pada keluarganya.


Kurang ajar, beraninya dia menjatuhkan harga diriku dan putriku, hahahaha kau sedang berhadapan dengan orang yang salah cakra, aku bukan tandinganmu, kau bahkan anak yang baru lahir kemarin, sedangkan aku sudah bau tanah, jauh di atasmu.


Hahahahahahaha...walau kau menutupi identitasmu dari orang lain, tapi tidak denganku Putra Ifassy Nurrazqa Aditama, aku tidak akan melepasmu, walau ke lobang semut sekali pun menantuku. ( ucap tuan gabriel seperti orang gila berteriak-teriak merutuki cakra, untung tu ruangan kedap suara )


mami bantu aku, aku menyukainya. ( ucap alodia, memeluk ibunya sambil menangis )


Serahkan semuanya pada papimu nak. ( jawab ibu Alodia yang bernama Diana Lisa Gabriel umur 46 tahun, dia memiliki toko perhiasan )



( Diana Lisa Gabriel di panggil nyonya Gabriel )


Jangan menangis Nak, hapus air matamu, serahkan semua pada papi, biarkan cakra saat ini menang, kita akan menemui orang tua cakra nanti, papi akan menawarkan kerja sama yang menguntungkan, siapa yang tidak tertarik dengan uang, uang lebih kuat dari darah.


Hahahahahaha


kita lihat! apakah anak ingusan itu masih berani menolak kita seperti yang di lakukannya hari ini,


Dia yang akan datang sendiri menjilat ludahnya untuk menikahimu, lalu cakra dan orang tuanya akan menjadi budak penghasil tambang keluarga kita, biarkan nanti mereka yang merangkak mencari kaki kita. Hahahahaha ( ucap gabriel seakan mendapatkan kartu AS )


Di tempat lain sebuah mobil berhenti di depan pintu hotel, turunlah tiga orang pria dengan menenteng jasnya masing-masing dengan wajah yang tidak bisa di baca, tidak ada satu kata yang terucap dari mulut mereka, dari mulai mereka masuk ke dalam mobil, sampai mereka turun dari mobil, mereka tetap konsisten untuk diam membisu.


Sekarang mereka sudah berada di dalam hotel, melangkah menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai hotel paling atas, sampai di lantai paling atas, mreka bertiga masuk ke dalam kamar lalu duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Tolong antarkan makan malam kekamar saya sekarang juga, jamuan untuk 6 orang didalam dan untuk 12 orang yang berada diluar. Jangan pakai lama. ( ucap cakra pada petugas hotel menggunakan panggilan telpon ( Akhirnya bicara juga 😅)


6 orang! Untuk siapa dek? Banyak amat. ( ucap saga bertanya pada cakra( Akhirnya nyaut juga 😅)


Untuk kita lah kak, masak untuk semua bodyguard. ( ucap cakra pada saga nyeleneh )


Kakak tau, tapi disini hanya ada kita bertiga, yang tiganya lagi siapa? Apa kamu ingin memberi makan Hantu? ( jawab saga Tersenyum Jahil )


Iya kalau tu hantu mau. ( ucap cakra pada saga, menunjuk ke arah revan memakai bibirnya )


Hahahahah, kurang ajar, masak abang di bilang hantu bang. ( jawab saga tertawa, lalu bicara pada revan )


Kalau abang hantu kalian yang Akan abang makan duluan, yang kedua tuan gabriel. ( ucap revan nyeleneh )


Hahahahahahahaha ( mereka bertiga tertawa bersama, sebenarnya revan dan saga tau untuk siapa cakra memesan tiga porsi makanan lagi, yah siapa lagi kalau bukan untuk chef yang akan makan bersama dengan mereka, karna cakra selalu melakukan itu, itu cara mereka untuk saling membuka suara. ( dan kebisuan pun berakhir 😅👏)


Iya, abang tidak mengerti apa isi otak si tua bangka itu. ( jawab revan )


Aku yakin dia akan berniat buruk setelah ini bg. ( ucap saga pada revan, saga khawatir pada cakra, saga tau pasti sasaran mereka adalah cakra )


Ya kamu benar. ( ucap revan mengerti pemikiran saga )


Kakak dan abang tidak usah memikirkan aku, aku sudah dewasa, kalian tenang saja, aku bisa menelanjangi si tua bangka itu, lalu mengikat kakinya dengan tali tambang, setelah itu aku gantung di tiang, aku ceburkan kekolam renang, aku angkat-celup, angkat-celup, sampai situa itu menggigil kedinginan, pasti seru. ( ucap cakra pada revan dan saga dengan nyelenehnya sambil sedikit tertawa )


Pletaaaak... ( Revan dan saga berbarengan menjentik kening cakra )


Aduuuuh, kakak.. abang.. sakit. ( ucap cakra dengan nada tinggi sambil memegang kening yang digosok-gosoknya karna sakit, Sambil cemberut melihat revan dan saga )

__ADS_1


Rasain itu, sakiiiit? makan tu dewasa. ( ucap saga pada cakra )


Orang dewasa gak akan mengeluh sakit. ( ucap revan pada cakra )


Ya baiklah-baiklah, aku gak mau jadi dewasa cukup jadi anak-anak kalian saja. ( ucap cakra pada revan dan saga, sambil menggelengkan kepelanya nyeleneh )


Hahahahaha ( Tawa revan dan saga sambil keduanya memeluk cakra berbarengan )


Abang... Kakak... Sanaaaaa, iih kalian menggelikan, Hancur sudah harga diriku, menjauh lah atau gelar maco kalian akan aku cabut.


Tolong Menjauhlah dariku, meski aku mau jadi anak-anak kalian tapi aku juga gak mau di peluk. ( ucap cakra pada revan dan saga sambil berteriak-teriang mendorong mereka menjauh agar tidak memeluknya )


Hahahahahahaha ( akhirnya mereka bertiga tertawa bersama, memikirkan tingkah konyol mereka masing-masing, mereka persis seperti bunglon, kadang serius dan kadang bisa seperti anak kecil, itu cara mereka menghilangkan kekesalan di hati masing-masing dan cakralah orang pertama yang selalu berhasil memulainya 🥰)


Bel pintu berbunyi, masuklah beberapa orang membawa berbagai macam makanan yang akan di susun di atas meja makan, alhasil meja makan yang besar itupun penuh dengan semua aneka makanan yang terhidang rapi di atasnya.


Tuan makanannya sudah siap, ( ucap seorang chef hotel yang memang khusus memasak makanan untuk cakra beserta keluarga dan para bodyguard, kalau mereka menginap di sana )


Apa chef buat untuk enam orang? ( tanya cakra pada kepala chef, karna cakra tau chef yang bekerja hari ini merupakan chef baru, yang baru di pindahkan ke chef khusus )


Ya tuan. ( jawab kepala chef )


Baiklah, ayo bang, ayo kak, kita makan, aku sangat lapar. ( ucap cakra pada revan dan saga yang di ikuti kepala chef di belakang mereka, mereka melangkah menuju meja makan )


Wah terlihat sangat menarik. ( ucap cakra melihat makanan yang terhidang di meja Lalu duduk di kursinya, revan dan saga juga sudah duduk )


Kalian kenapa berdiri, ayo duduk. ( ucap cakra pada executive chef, asisten chef, sous chef yang berdiri di belakang mereka )

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2