Cinta Dalam Ikhlas

Cinta Dalam Ikhlas
Bab 1


__ADS_3

Waktu begitu cepat, Aisyah sekarang sudah beranjak dewasa . Ia adalah seorang gadis yang periang dan juga sangat cerdas. Dari sekolah dasar , ia adalah salah satu murid yang sangat berprestasi. Hingga masuk ke fakultas akuntansi dengan mendapatkan beasiswa. Ia merupakan Tiga bersaudara dan ia adalah anak nomer dua. Menjadi seorang sarjana adalah keinginannya, dia tidak mau menjadi wanita bodoh.


Hari ini, Aisyah sedang di wisuda dan hanya di hadiri seorang ibu karna ayahnya sudah tiada sewaktu ia masih kecil. Sehingga ekonomi mereka pas-pasan. Sangat bersyukur sekali karna mendapat beasiswa jadi keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa terwujud.


"Pengumuman mahasiswa mahasiswi terbaik tahun ini akan segera di mulai. Mohon perhatiannya, terimakasih." ucap MC itu.


"Selamat siang semuanya, saya disini akan mengumumkan mahasiswi yang mendapat gelar cumlaude. Diraih oleh, Aisyah faqihatun Nisa. Kita patut berbangga atas pencapaiannya. Mari kita sambut Aisyah. Silahkan maju ke depan."


Semua orang bertepuk tangan.


"Silahkan ananda Aisyah ada yang ingin di sampaikan." ucap MC itu.


"Saya Aisyah Faqihatun Nisa mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing. Kepada teman-teman seperjuangan. Serta, tidak lupa terimakasih terbesar untuk ibu tercinta saya. Karna doa dan dukungan dari beliau hingga saya bisa seperti ini. Terimakasih."


Aisyah langsung memeluk ibunya. Dengan tangisan kebahagiaan.


"Selamat ya nak, ibu bangga padamu !" ucap ibu Mirna.


"Itu semua berkat doa ibu!"


"Nggak nak, itu semua juga karna kegigihan mu!"

__ADS_1


"Ibu bisa aja!"


Saat mau beranjak pulang, Aisyah bertemu dengan temannya yang juga satu kampus dengannya. Aldi Syahputra, dari situlah awal kedekatannya di mulai.


"Selamat ya Syah, kamu dapat gelar cumlaude!" ucap Aldi.


"Makasih!"


"Ini ibu kamu Syah,!"


"Huumb, oh ya kenalin buk ini temanku namanya Aldi."


"Mau naik angkot!"


"Ya udah, aku anterin ya?"


"Nggak usah , malah ngerepotin!"


"Nggak apa Syah, nggak ngerepotin kok!"


"Yang bener!"

__ADS_1


"Beneran Syah!"


Akhirnya Aisyah mau di anterin sama Aldi. Ia duduk di depan, sedangkan ibunya di belakang.


"Apa nggak ada yang marah di, kamu nganterin aku?"


"Nggak lah, siapa juga yang marah!"


"Pacar Mu!"


"Pacar, gebetan aja kagak punya kok!" jangan-jangan pacarmu kali yang marah !"


"Ah, aku juga nggak punya kok!"


Mereka saling dekat sekarang, waktu di kampus sih ngobrol aja nggak pernah. Hingga akhirnya tukeran nomer wattsap. Saling mengenal satu sama lain. Sepertinya , ibu Mirna menyukai kedekatan mereka berdua. Memberikan lampu hijau. Aldi kelihatanya anak yang baik. Maka dari itu Bu Mirna menyukainya. Aisyah Juga taunya , di kampus dia cowok yang pendiam nggak banyak bergaul sama teman-temannya.


Seiring berjalannya waktu akhirnya dia jadian. Aldi kelihatanya anak orang berada. Sedangkan ia orang yang nggak punya. Apakah mungkin orang tuanya menyetujui hubungan mereka ini. Jalanin aja dulu, belum tentu orang tuanya Aldi menolaknya. Siapa tau mereka orang yang baik. Jangan menduga-duga dulu yang belum pasti.


Sekarang , Aisyah mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan swasta. Saat interview, ia ditawari gaji yang sangat lumayan, bisa untuk membantu pertumbuhan ekonomi keluarganya. Bisa nabung untuk masa depan. Sehingga ia menerima tawaran pekerjaan itu. Bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kepadanya.


Tunggu kelanjutannya kisah ini ya. Author juga minta dukungan dari kalian. Happy reading....

__ADS_1


__ADS_2