Cinta Dalam Ikhlas

Cinta Dalam Ikhlas
Istrinya Ustadz Alzan


__ADS_3

Ruang UKS itu mendadak hening saat Alzan masuk. Kepala sekolah dan Bu Narti yang dari tadi terus bicara pun langsung terdiam. Semuanya menatap Alzan, heran bercampur terkejut karena kedatangan salah satu donatur tepat di sekolah Olin.


"Bapak Alzan, sedang apa disini ?" tanya Kepala sekolah ramah, ia berjalan mendekati Alzan.


"Saya kesini karena di telfon Olin" jawab Alzan jujur, matanya yang bulat terus menatap Olin yang terus menunduk.


"Oh, jadi bapak kenal dengan Olin ?"


"Iya, saya sangat mengenal dia"


"Apa bapak kakak nya ?"


Kali ini Alzan menatap kepala sekolah itu "Kenapa Olin menelpon saya ? apa ada masalah ?" tanya Alzan mengalihkan pembicaraan.


"Begini pak Alzan tadi ananda Caroline pingsan, kami kira dia sakit tapi ternyata anak ini hamil dan kami semua tahu kalau dia belum menikah"


"Ha-hamil ?" ucap Alzan terbata-bata dan langsung di angguki oleh kepala sekolah.


Alzan terdiam, ia mendekati Olin lalu memeluk wanita itu dengan erat. disana tangisan Olin pecah ia tak bisa menyembunyikan rasa sakit akibat mendengar ucapan orang-orang.


"Mereka semua menghina aku mas, mereka bilang aku wanita murahan karena hamil" ucap Olin sambil terisak.


"Astaghfirullah" gumam Alzan ikut merasa ngilu mendengar cerita sang istri.


"Jelaskan pada mereka kalau aku bukan perempuan seperti yang mereka katakan !"


"Iya sayang, akan mas jelaskan" jawab Alzan "Kenapa kamu gak bilang kalau kamu hamil dek ?".


"Aku aja baru tau mas"


Alzan melepas kan pelukannya, lalu berbalik menatap para guru yang saat ini menatapnya dengan penuh keheranan, pasalnya mereka semua mendengar apa yang di katakan Alzan tadi.


"Maaf atas ketidak nyamanan ini ! tapi wanita yang duduk di samping saya ini adalah wanita baik-baik bukan seperti yang kalian pikirkan" ucap Alzan memulai pembicaraan.


"Kalau dia wanita baik-baik kenapa dia bisa hamil Pak Alzan" jawab Bu Narti yang memang menaruh rasa pada Alzan.


"Dia hamil karena ada suaminya"


"Hah, Suami ?" para guru berucap serempak, mereka semua saling pandang.


"Nak Caroline sudah menikah ? siapa suaminya ?" tanya kepala sekolah.

__ADS_1


"Saya suaminya. Saya dan Olin menikah saat Olin mengalami koma beberapa bulan yang lalu, pernikahan kami memang belum banyak yang mengetahui karena mengingat istri saya ini masih berstatus pelajar. tapi setelah istri saya lulus saya akan menggelar resepsi pernikahan" jelas Alzan cukup tegas.


Tentu saja para guru terkejut mendengar kalau Alzan adalah suaminya Olin. begitupun para siswa dan siswi yang masih bergerombol untuk mendengar berita tentang Olin.


Awalanya mereka semua berpikir kedatangan Alzan untuk mengeluarkan Olin karena mencoreng nama baik sekolah. Tapi ternyata mereka semua salah karena Alzan adalah suami dari wanita yang baru saja mereka hina.


"Saya mengerti mungkin pihak sekolah tidak membenarkan seorang pelajar menikah dan hamil seperti ini. Tapi saat ini Ujian Nasional sudah di laksanakan jadi saya mohon beri izin istri saya untuk tetap melanjutkan ujian nya" kata Alzan lagi.


"Tapi ini akan melanggar aturan sekolah pak Alzan" jawab sang kepala sekolah.


"Istri saya akan ikut ujian di rumah. Jadi setiap hari selama tiga hari kedepan ada yang datang kerumah untuk mengawasi istri saya mengerjakan ujian nya"


Dengan menarik napas panjang kepala sekolah kembali berkata "Akan kami rundingan dulu pak, nanti akan saya infokan"


"Baik, terima kasih sebelumnya"


Usia menjelaskan semuanya Alzan langsung membawa istrinya pulang, ia tak tanggung-tanggung menggendong Olin dan menembus puluhan siswa yang sedang membicarakan tentang kasus Olin.


Bu Narti yang sudah mengetahui kalau pria yang ia sukai sudah menikah langsung tertunduk lesu.


"Masa iya gue kalah sama anak di bawah umur, apa coba menariknya wanita itu dimana Alzan" batin Bu Narti kesal.


 


Banyak yang Olin takutnya, pertama bagaimana kalau pihak sekolah membatalkan Ujiannya, kedua bagaimana jika sang Papa tidak terima dengan semua ini ?.


"Sayang udah ya ! kasian adek bayi nya kalau kamu nangis terus"


Olin menatap wajah sang suami "Kamu gak ngerasain jadi aku mas ? kamu enak tinggal bilang semuanya akan baik-baik saja, tapi bagi aku semuanya sudah buruk" bentak Olin.


"Astaghfirullah dek, kenapa bicara harus begitu. Terus ini salah mas ?"


"Iya dong ini salah mas, karena perbuatan mas aku sampai hamil"


Alzan mengusap wajahnya dengan kasar, ada rasa penyesalan di dirinya, harusnya ia menahan dulu untuk berhubungan badan supaya sang istri tidak hamil.


Tak ingin berdebat lagi Alzan memilih memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela dengan pandangan kosong. Begitupun dengan Olin.


"Kak Arzam anterin aku ke rumah Papa" ucap Olin bicara pada Arzam yang sedang menyetir.


"Turuti apa yang dia inginkan Zam" sahut Alzan

__ADS_1


"Baik Ustadz"


Suasana mendadak hening, tak ada yang memulai pembicaraan lagi sampai akhirnya mereka tiba di rumah Aaron.


Olin langsung turun dan disambut oleh Pak Tio yang saat itu sedang mengelap mobil.


"Papa ada Pak ?" tanya Olin


"Ada non, masuk saja" jawab Pak Tio.


Olin berlari, memasuki rumah mewah tempat dirinya di besarkan. Dan benar saja di ruang tamu ia melihat sang Papa sedang duduk sendiri sambil menonton televisi.


"Papa" panggil Olin.


Aaron yang mendengar suara putrinya terkejut, ia lantas berdiri lalu menerima pelukan Olin yang tiba-tiba. Aaron tak bertanya langsung karena saat ini Olin sedang menangis.


"Sayang kamu kenapa nak ? apa yang membuat kamu menangis ?" tanya Aaron baik-baik.


"Mas Alzan jahat Pa, dia jahat sama Olin"


"Jahat kenapa nak ? apa yang telah di lakukan laki-laki itu sama kamu"


"Dia sudah buat Olin hamil, dan tadi Olin di hina di sekolah"


"Apa ? kamu hamil ?"


"Iya Pa"


Mata Aaron menajam, ia memang membiarkan putrinya menikah tapi bukan berarti Aaron sudah mengizinkan Olin untuk menjadi seorang ibu.


Tidak berapa lama terdengar suara Alzan yang baru memasuki rumah.


"Assalamualaikum " seru Alzan di ambang pintu, ia sengaja baru menyusul sekarang karena ingin membiarkan istrinya melepaskan rindu dengan sang Papa.


Semenjak di usir waktu itu Olin tak pernah berkunjung lagi kerumah Aaron, wanita itu marah dan kesal. Tapi entah kenapa kali ini Olin ingin menemui Papanya.


Sedangkan Aaron yang mendengar suara Alzan langsung melepaskan pelukan putrinya, ia berjalan mendekati Alzan dan----


Plaaaak.


Aaron memberikan tamparan yang cukup keras ke pipi Alzan, tentu saja membuat Olin terkejut.

__ADS_1


"Kenapa kau buat anak saya hamil ? kamu lupa perjanjian kita ?" bentak Aaron.


"Maaf Pa, aku tak bisa menahan diri" jawab Alzan berbohong, padahal Olin lah yang menawarkan diri pertama kali.


__ADS_2