
Aldi sedang membuntuti Aisyah, saat sedang meeting di sebuah restoran. Aldi mencari tempat duduk yang sepi. Supaya, dia bisa mengamati gerak-gerik Aisyah..
Saat meeting selesai, Aisyah kebelet ingin buang air kecil. Sudah dari tadi dia menahannya.
"Permisi pak. Saya, ijin kebelakang sebentar!" ucap Aisyah kepada Fredy.
"Iya, silahkan."
Aisyah beranjak pergi, meninggalkan atasannya dan koleganya. Namun sialnya, saat ia mau beranjak pergi ia terpeleset hingga dia hampir saja mau jatuh. Tapi, beruntung sekali ia di tolong oleh Fredy.
"Kamu nggak apa-apa kan?" kata Fredy. Dengan memegang kaki Aisyah.
"Nggak apa-apa kok pak, makasih banyak. Bapak sudah nolongin saya."
Aldi yang mengetahui wanitanya di pegang oleh pria lain, dia langsung memaki-maki.
"Apa-apaan ini? jangan kurang ajar kamu, berani-beraninya pegang calon tunangan aku." kata Aldi.
"Mas, apa-apaan kamu. Malu-maluin, tadi pak Fredy cuma mau bantuin aku kok." ucap Aisyah.
"Alasannya dia aja itu, supaya dia bisa deketin kamu. Udah, nggak usah belain dia. Ayo ikut aku pergi." kata Aldi dengan nada kasar.
"Pak, maafin sikapnya mas Aldi yang sudah kurang ajar sama bapak ya?"
"Iya nggak apa-apa."
"Saya pergi dulu ya pak."
"Ya, hati-hati."
"Udah deh, ayo buruan." ajak Aldi dengan menarik tangan Aisyah.
"Mas, kamu apa-apaan sih. Bisa-bisanya, kamu ngikutin aku." kata Aisyah.
"Iya, kenapa emangnya? kamu nggak suka kalau aku ngawasin kamu." ucap Aldi.
"Aku itu bukan anak kecil lagi, yang harus mas ikuti setiap saat. Kenapa kamu, tiba-tiba berubah jadi posesif seperti itu?"
"Aku nggak mau, kamu dimiliki oleh orang lain. Termasuk bos kamu,"
"Aku udah pernah bilang waktu itu mas, aku nggak mungkin menghianati kamu. Apalagi bermain di belakangmu."
"Aku belum percaya sama kamu sepenuhnya, bisa aja kamu membohongiku. Mentang-mentang aku miskin."
__ADS_1
"Astaghfirullah mas, aku nggak pernah kok menilai kamu itu dari segi materi. Aku benar-benar mencintai kamu apa adanya kok,"
"Bener, kamu nggak bohong?"
"Buat apa, aku bohongi kamu."
"Aku kira, kamu terpaksa bakalan mau tunangan sama aku. karena, waktu itu ibu yang minta."
"Bukan karena ibu kamu kok."
"Aku mau, pertunangan kita dipercepat."
"Aku terserah mas aja, sih."
"Aku akan ngomong dengan ibu kamu nanti."
Mereka berdua menaiki motor. Menuju rumah Aisyah.
**Tok tok tok
"Assalamualaikum**"
"Wa'alaikum salam" jawab Mirna.
"Ya udah mas, duduk dulu ya. Ngobrol dengan ibu, aku tinggal dulu bentar."
Aisyah masuk kedalam dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan diruang tamu Mirna dan Aldi sedang mengobrol dengan serius.
"Bu, aku mau ngelamar Aisyah. Apa ibu setuju." kata Aldi.
"Ibu sih terserah Aisyah gimana, mau apa nggak?"
"Katanya sih mau Bu,"
"Kalau dianya mau sih, ibu ngikutin aja."
"Yang bener Bu, ibu setuju?."
"He'emb."
"Makasih ya Bu, ibu sudah mengijinkan."
__ADS_1
"Tapi ingat ya, jangan pernah mengecewakan anak ibu."
"Iya Bu, aku janji."
"Ibu pegang kata kamu itu."
Aisyah yang telah selesai membersihkan tubuhnya itu sekarang, tampak sudah segar. Ia pun, keluar dengan membawakan minuman untuk Aldi.
"Diminum dulu mas," kata Aisyah.
"Iya, makasih. Oh, iya. Ibu sudah menyetujui rencana pertunangan kita." kata Aldi.
"Yang bener itu buk,"
"Iya sayang."
"Masih ya buk."
"Kalau kamu bahagia, ibu juga bahagia."
Orang tua mana, yang tidak bahagia melihat anaknya hidup bahagia. Seorang ibu, akan melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya.
"Aku pamit pulang dulu ya buk, Syah. Udah malem soalnya." ujar Aldi.
"Iya mas, hati-hati."
Mirna dan Aisyah masih betah untuk mengobrol.
"Nak, kamu beneran sudah memantapkan hati kamu dengan Aldi kan?"
"Iya Bu, insyaallah aku sudah mantap dengan pilihanku."
"Semoga itu pilihan yang terbaik untuk kamu ya, ibu akan selalu mendoakan kamu. Mungkin, dia sudah jodoh kamu."
"Entah lah Bu, kenapa dia berubah posesif sama aku. Aku sudah terlanjur cinta dengannya."
"Yang sabar ya nak, mungkin dia seperti itu pasti ada alasannya."
"Katanya sih, dia juga begitu mencintaiku."
"Semoga saja beneran Cinta. Bukan karena nafsu sesaat."
"Iya, semoga saja ya Bu. Dia beneran cinta sama aku dengan apa adanya"
__ADS_1
Cinta tidak pernah salah yang salah adalah nafsu seseorang.