
Kini hati Aisyah dipenuhi dengan bunga-bunga cinta**. Senyumnya begitu mengembang dipenuhi dengan kebahagiaan. Sekarang, Aisyah sudah resmi bertunangan dengan Aldi.
semoga cinta mereka berdua bisa kejenjang sebuah pernikahan. Membangun mahligai rumah tangga yang bahagia.
Teman satu kantornya, mengucapkan selamat atas pertunangannya. Tidak lupa juga dengan Fredy yang menjadi atasannya.
Saat Aisyah masuk keruangan Fredy untuk kasih berkas yang harus ditandatangani itu, Fredy memberikan ucapan untuk Aisyah. Meskipun hatinya terasa sakit karena ia tidak bisa memiliki Aisyah, namun ia tak mau mengesampingkan egonya.
"Selamat, atas pertunangan mu, semoga kamu selalu bahagia!" ucap Fredy seolah-olah kuat, padahal nyesek sekali.
"Terimakasih pak, atas ucapannya. Kalau sudah tidak ada hal yang lain, saya permisi dulu!"
"Ya, silahkan!"
Cinta datang lalu pergi, ya tuhan. Hadirkan bidadari yang seperti itu lagi. Sungguh indah ciptaan mu itu, namun sayang, ia tidak ditakdirkan untukku sepertinya. Pekik Fredy.
Bukan tak mudah untuk mencari wanita. Bahkan karena, ketampanannya itu ia menjadi di kejar-kejar banyak gadis. Namun, ia hanya saja belum menemukan orang cocok untuk mengisi hatinya yang sedang galau itu. Semenjak ia ditinggal kekasihnya itu, ia belum pernah terlihat lagi dekat dengan seorang wanita lagi. Bukan karena Betah sendiri, hidup melajang. Namun, keadaan yang membuatnya harus seperti ini.
Dret drett drett
Nampak suara gagdet nya berbunyi.
Panggilan dari Aldi.
Ada apa lagi ini? pekik Aisyah.
__ADS_1
[Halo, mas ada apa?]
[Maaf, aku selalu merepotkan kamu terus, bisa nggak tansferin uang sekarang?]
[Untuk apa lagi mas?]
[Buat beli obatnya ibu sekarang, obatnya habis. Tolong ya bantuin aku, belum gajian ini soalnya.]
[Mas, sekarang tenang aja ya, pasti aku bantu kok. Butuh uang berapa?]
[Satu juta aja, nggak banyak kok]
[Ya udah, aku tansfer sekarang]
[Oke, aku tunggu! thanks]
"Cukup nggak ya ni, baru pertengahan bulan lagi. Setiap hari mas Aldi selalu saja minta transferan. Aku kerja capek-capek nggak ada hasilnya, apa aku harus kerja lebih keras lagi." pekik Aisyah.
Aisyah mencoba bicara dengan atasannya.
Tok tok tok
"Masuk!" kata Fredy.
"Permisi pak, boleh saya bicara dengan bapak?"
"Ya, silahkan!"
"Gini pak! saya lagi butuh tambahan, apa saya di ijinkan?"
__ADS_1
"Kalau itu mau kamu ya gapapa! aku mau tanya?"
"Apa itu pak?"
"Apa gaji kamu kerja disini masih kurang ya?"
"Nggak kok pak, itu lebih dari cukup malahan!"
"Terus kenapa? kamu harus capek-capek lembur?"
"Saya butuh tambahan uang untuk biaya calon ibu mertua yang sedang sakit pak!"
"Itu bukannya, bukan tanggung jawabnya kamu kan, kenapa kamu lakukan itu?"
"Aku hanya bantuin meringankan bebannya mas Aldi."
"Sungguh mulia sekali hati kamu Syah, jarang ada loh, perempuan di zaman sekarang ini yang mau menerima cintanya laki-laki dengan tulus apa adanya. Tidak memandang materi semata. Pasti bahagia sekali, calon suami kamu itu, memiliki wanita seperti kamu. Hebat, baik dan juga pekerja keras."
"Bapak mujinya ketinggian sekali."
"Aku beneran salut denganmu kok!"
"Terimakasih banyak pak, bapak sudah ngijinin saya buat lembur."
"Sama-sama, kalau capek, nggak kuat, nggak usah dipaksain ya?"
"Iya pak!"
Aisyah harus lembur hari ini, karena ia butuh tambahan pundi-pundi uang.
__ADS_1