Cinta Dalam Ikhlas

Cinta Dalam Ikhlas
Bab 11


__ADS_3

Tak Terasa waktu sudah siang, tugas-tugas yang telah Aisyah kerjakan tadi sudah beres. Tinggal meluncur menuju sebuah butik.



kini ia berjalan menuju ruang pak Fredy, untuk pamit.


Saat ia berjalan, temannya bertanya dengannya.


"Mau kemana Syah? jam segini sudah menenteng tas." kata Mutiara.


"Mau pulang."


"Emang ada apa? jam segi dah balik aja." dengan kesal.


"Nggak ada apa-apa, pengen istirahat aja sih. Maaf ya, aku buru-buru."


"Hem."


Saat Aisyah sudah melangkah pergi, Mutiara ber gerutu. "Enak banget tuh, karyawan baru. Bisa dekat dengan si bos, kerja juga seenaknya juga."


Tok tok tok


"Masuk."


"Permisi pak, jadi kan saya pergi?"


"Ya jadilah, udah di tunggu supirku di depan pintu."


"Ya sudah, kalau gitu saya pamit dulu ya pak."


"Ya hati-hati."


Saat Aisyah sudah pergi, Fredy membayangkan Aisyah. "Seandainya saja dia beneran mau jadi kekasihku."


"Apa-apaan ini, pikiranku kacau banget." katanya dengan memijat kepalanya.

__ADS_1


"Non, ini non Aisyah ya?" ucap supir.


"Iya pak,"


"Jangan panggil pak non, aku saja belum menikah. Masih muda, apa sudah kelihatan tua?"


"Nggak kok pak, eh maaf, mas."


"Yasudah non, sekarang non mau pergi kemana?"


"Ke butik yang ada di jalan mangga."


"Mari saya antar."


Di dalam mobil mereka mengobrol dan saling berkenalan. Nama supir Fredy itu ternyata Jamal, ia datang dari desa. Datang ke kota untuk merubah nasibnya, walaupun ia hanya seorang supir tapi ia masih mau melanjutkan pendidikan dengan mengambil kuliah terbuka. Membuat Aisyah jadi salut dengan perjuangan Jamal itu.


"Non, sudah sampai ini?"


"Jangan panggil aku non, panggil aja Aisyah."


"Hem, kok non sih, panggil aja Aisyah mas. Aku kan, umurnya dibawah mas."


"Iya Aisyah, aku tunggu di sini ya?"


"Nggak ikut masuk nemenin aku nih?"


"Nggak usah ah, kamu masuk sendiri saja,"


"Oke, baiklah. Tapi, aku lama loh kalau di suruh milih-milih bakalan lama loh, soalnya aku itu orangnya suka bingung. Apa nggak apa-apa, nunggu lama?"


"Berjam-jam juga nggak apa-apa, nggak bakal aku tinggalin kamu."


"Serius?"


"Ya serius lah."

__ADS_1


"Oke, aku masuk dulu kalau gitu."


"Ya, selamat berbelanja."


Di dalam butik tersebut Aisyah nampak bingung saking banyaknya semua pakaian yang ada di situ. Tapi kebanyakan yang ia temui kemeja. Sampai bolak-balik mencobanya, keluar masuk di ruang pas. Tidak ada yang cocok untuknya.



"Mau cari apa nona?" kata pegawai butik.


"Ini loh mbak, aku bingung cari pakaian buat dinner. Tolong dong Mbk, cariin yang cocok untukku."


"Coba nona pakai yang ini, sepertinya cocok di badan nona." sambil memberikan sebuah gaun lengan panjang warna maroon.


"Iya ini warna kesukaanku juga."


"Iya nona coba aja dulu, siapa tau pas di badan."


Akhirnya Aisyah mencobanya dan berkaca terlihat nampak anggun.


"Sepertinya cocok, simpel namun masih terlihat elegan juga, aku ambil yang ini aja deh." katanya.


Setelah mendapatkan gaun, ia memilih tas, jam tangan dan juga sepatu. Selama ini, jam tangan yang ia kenakan selalu itu saja.


Puas berbelanja, ia beranjak ke kasir untuk membayar.


"Berapa total tagihannya Mbk?"


"Semuanya delapan juta."


Sampai melongo dibuatnya, baru kali ini ia belanja menghabiskan uang sebanyak itu.


"Ini mbak uangnya, coba dihitung dulu. Takutnya nanti malah kurang."


"Udah pas, terimakasih nona. Selamat berkunjung kembali."

__ADS_1


__ADS_2