
Di keheningan malam, ibunya Aldi sedang mengambil minum yang berada di meja makan.
Uhuuk uhuuk
Suara khasnya ibu, terdengar.
Aldi yang belum tidur karena asyik main gadgetnya, ia pun keluar dari kamarnya, dan menghampiri ibunya.
"Kok, belum tidur buk?" kata Aldi.
"Ibu haus, ngambil minum."
"Oh, obatnya udah diminum belum?"
"Udah kok, tadi!"
"Kalau mau tidur itu, minumannya taruh saja di kamar, biar ibu nggak capek kebelakang."
"Biasanya sih gitu, tadi ibu lupa. Habisnya, nggak ada yang perhatiin ibu sih,"
"Lah ini apa, aku udah perhatiin kok bisa-bisanya ibu bilang nggak ada yang perhatiin!" katanya Aldi yang sedikit emosi membuat naik pitam.
"Maksud ibu, ibu pengen cepat punya mantu, ibu ni kan sudah sakit-sakitan, pengen punya cucu Juga!"
"Maksud ibu, aku disuruh segera nikah gitu?"
"Iya, ibu nggak sabar liat kamu bahagia!"
"Aku nggak mau buru-buru nikah lah buk, aku masih muda! adanya sebuah pertunangan saja bagiku udah cukup kok!"
"Ibu takut, umur ibu nggak bakalan lama!"
__ADS_1
"Ngomong apa sih buk, nggak baik ngomong gitu!"
"Tapi ibu kan, memang udah sakit keras! ibu mohon ya nak, segeralah menikah!"
"Pernikahan itu Butuh uang banyak buk, nggak sedikit!"
"Ibu tau, tapi kamu coba bicara dengan Aisyah. Apa, dia mau nggak? nikah sederhana aja?"
"Ya sudah, kalau itu kemauan ibu, aku akan usahain keinginan ibu!"
"Makasih ya nak,"
"Udah, sekarang ibu istirahat ya,"
Mereka berdua masuk dalam kamar masing-masing. "Apaan itu ibu, nyuruh gue segera nikah. Cinta sih cinta, tapi nggak buru-buru juga nikahnya." pekik Aldi.
Pagi yang cerah, matahari menampakkan dirinya. Semua orang memulai melakukan aktifitasnya. Aldi cukup rapi dengan penampilannya yang mengenakan jas. Ia berniat untuk mengantarkan Aisyah bekerja dengan mengendarai motor PCX nya itu.
"Tumben berangkat agak pagi?" kata ibu.
"Salam untuknya, bilang kalau ibu kangen banget!"
"Oke! kalau gitu, aku pamit dulu ya Bu, takut telat jalanan macet soalnya!"
"Ya sudah, buruan sana! hati-hati dijalan jangan ngebut!"
Siap gas kerumahnya Aisyah.
Di sana, ia sudah menunggu jemputan.
Tin tin
__ADS_1
"Lama ya, nunggunya?"
"Nggak kok, baru saja aku keluar!"
"Ibu, aku pamit dulu ya, mas Aldi udah nyampe nih!"
"Iya, hati-hati! jangan ngebut ya nak Aldi," kuatir ibu.
"Iya buk, kita pamit dulu ya," ucap Aldi.
Dalam perjalanan menuju kantor, jalanan cukup padat. Membuat Aldi nampak kesal sekali. Padahal tadi ia sudah agak lebih pagi berangkatnya, namun masih saja terjebak macet.
"Buset dah, macet banget nih jalan! untung kantor gue searah juga!" ucap Aldi dengan memukul sepidometer nya.
"Udah, yang sabar Napa sih mas, nggak usah marah-marah gitu."
"Kamu sih enak, kantor gue itu banyak aturan! kurang lima belas menit saja udah harus nyampe kantor, pengen keluar lama-lama nggak betah saya kerja di situ, kalau terlambat bisa di potong gaji gue sama HRD sog*ng itu, seenak jidatnya aja, main potong gaji orang. Kalau nggak mikir ibu, aku udah keluar. Tapi, aku mikir dua kali, nyari kerjaan tuh susah banget."
"Yang sabar ya,"
"Sabar juga terus, mana ibu mau kita segara nikah lagi!"
"Apa mas, nikah?"
"Iya!"
"Apa kamu keberatan?"
"Kalau itu demi ibu kamu, sih aku nggak bisa nolak!"
"Tapi, nikahnya sederhana! nggak bisa mewah!"
__ADS_1
"Nggak apa kok, yang penting kan Syah! nggak harus mewah segala, kalau ada duit ditabung saja!"
Sesungguhnya, pernikahan itu adalah ibadah.