
Ibunya Aldi masuk rumah sakit lagi. Aldi bingung sekali, saat di minta rumah sakit untuk melunasi biaya administrasi. "Minta bantuan sama siapa ini? mana uangku nggak cukup lagi!" batin Aldi.
Ia berfikir sejenak, "Ah.. kenapa aku nggak minta bantuan saja sama Aisyah. Pasti dia mau bantu aku,"batin Aldi.
Aldi merogoh saku celana dan mengambil gawai untuk menghubungi Aisyah.
Aisyah saat itu sedang sibuk di kantornya. Gadgetnya pun, berbunyi.
Drettttt....dreeettt....
Dengan sigap, ia langsung menjawab panggilan Aldi.
"Halo, ada apa mas?"
"Bisa nggak sayang bantu aku?"
"Bantu apa??"
"Jadi nggak enak ngomongnya,"
"Udah bicara aja cepetan. Aku lagi banyak kerjaan soalnya."
"Ibuku masuk rumah sakit lagi, aku nggak ada duit. Bisa nggak bantu aku?"
"Mas butuh uang berapa sekarang?"
"Lima juta, gimana? bisa nggak?"
"Bentar aku transfer ya,"
"Oke, aku tunggu. Makasih banyak ya sayang, aku ngerepotin kamu terus jadinya."
"Iya, nggak apa."
Aisyah sudah mentransfer uangnya kepada Aldi. Sekarang Aldi sudah lega, tidak perlu capek-capek cari pinjaman lagi.
__ADS_1
"Benar-bener bisa di andalkan tuh pacar aku. Nggak salah pilih aku," batin Aldi.
Aisyah yang sudah menyelesaikan pekerjaannya itu merenung. "Emang udah resiko aku, mau menerima Aldi. Sekarang aku harus bantu dia. Aku harus menerima konsekuensi semua itu." batin Aisyah.
Aisyah, wanita berusia dua puluh empat tahun yang lebih memilih Aldi. Padahal parasnya yang sangat cantik itu bisa mendapatkan pria lain yang jauh lebih baik. Tapi dia sudah dibutakan dengan cinta.
Aisyah sudah Menolak cinta atasannya. Tapi, atasannya tidak pernah marah dengannya. Dia bahkan menghargai keputusannya itu. Untung saja, atasannya itu profesional. Seandainya marah dan memecatnya, bisa kehilangan pekerjaan dia. Aisyah, Sudah merasa cukup nyaman bekerja disini. Kalau mencari pekerjaan lain lebih susah di zaman seperti ini.
______________________________________
Sementara di rumah sakit, ibunya Aldi sudah sadar.
"Alhamdulillah, ibu sudah baikan sekarang." ucap Aldi.
"Iya nak, maafkan ibu yang selalu merepotkan mu."
"Ibu ngomong apa sih, justru aku yang harus minta maaf Bu, aku belum bisa membahagiakan ibu."
"Cukup nak, jangan ngomong gitu lagi. Kamu dapat uang dari mana? untuk biayain ibu?"
"Jawab ibu, kenapa kamu diem saja?"
"Aku minta bantuan Aisyah Bu."
"Selalu merepotkan dia terus. Ibu jadi nggak enak."
"Udah, nggak apa kok. Nggak usah dipikirin. Sekarang, ibu istirahat saja ya, biar cepat sembuh."
Aisyah setelah pulang dari kantor, ia menyempatkan untuk menengok keadaan ibunya Aldi.
Tok tok tok
Suara Pintu ruangan rumah sakit. Aldi membuka pintu, untuk menengok siapa yang datang.
__ADS_1
"Kamu, sayang." kata Aldi.
"Gimana keadaan ibu sekarang?"
"Udah baikan kok, tuh liat sendiri dia lagi istirahat."
Aisyah menunggu ibunya Aldi sampai bangun.
"Ada tamu rupanya." kata ibu Aldi.
"Ibu sudah bangun," ucap Aisyah dan mencium tangan ibunya Aldi.
"Iya nak, udah dari tadi ya, disini."
"Barusan aku nyampe kok. Nggak lama."
"Maafin ibu yang merepotkan kamu terus."
"Nggak apa kok bu, ibu sekarang, nggak boleh ngomong gitu lagi ya,"
"Kamu memang wanita yang sangat baik nak, ibu pengen Aldi segera melamar kamu."
Aisyah tersentak, tiba-tiba kerongkongannya terasa gatal. Uhuk.... uhuk....
"Kamu nggak apa nak?" tanya ibunya Aldi.
"Nggak apa-apa kok Bu."
"Ibu ini apa-apaan sih? aku aja belum punya uang untuk beli cincin tunangan kok." ucap Aldi.
"Ibu punya kok cincinnya, dulu dari almarhum bapak mu, kalau nak Aisyah mau dan nggak keberatan." kata ibunya Aldi.
"Insyaallah aku mau Bu," kata Aisyah.
__ADS_1
Aldi Syahputra.
Kalau mampir kesini, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.