Cinta Dalam Ikhlas

Cinta Dalam Ikhlas
Resepsi Pernikahan ( END)


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun telah tiba, sejak subuh tadi usai menjalankan sholat subuh berjamaah dengan sang suami. Olin langsung di hias oleh para MUA yang sudah berbakat.


Dengan memakai gaun syar'i berwarna dusty pink lengkap menggunakan hijabnya, penampilan Olin saat itu benar-benar sangat cantik. Bahkan Alzan saja hampir tak mengenali istrinya sendiri.


"Masya Allah, kamu cantik sekali dek" puji Alzan, ia tak henti-hentinya menatap wajah sang istri.


"Istrinya memang sudah cantik mas, jadi tinggal di poles sedikit jadi makin cantik" seorang wanita yang tadi memasangkan hijab Syar'i ke kepala Olin pun menyahut.


Olin tersipu malu sementara Alzan tersenyum sendiri, ia bersyukur sekaligus bahagia karena bisa bersama sang istri saat ini.


Suara pintu di buka dari luar, Alzan menoleh lalu tersenyum saat melihat Aaron dan juga Hana masuk kedalam.


"Ya Allah benarkah ini putriku" puji Hana begitu kagum melihat penampilan Olin saat ini.


"Iyalah Mama, masa iya aku orang lain" jawab Olin cemberut, tapi tak membuat wajahnya jelek, justru Olin terlihat semakin imut.


"Mama sampai pangling nak, kamu benar-benar beda sekarang"


"Ah Mama, bikin aku malu aja"


Hana tersenyum, kemudian Aaron mendekati Olin.


"Semoga bahagia ya nak, Doa Papa selalu menyertai Olin" kata Aaron dengan tulus.


"Aamiin Pa, makasih doanya"


Tidak berapa lama Irwan dan Adit menyusul, Olin yang melihat kedatangan Adit pun berjalan untuk mendekat.


"Hai adik kecil kak Olin, apa kabar" sapa Olin ramah.


Adit yang masih canggung dengan sikap Olin hanya bisa menunduk, memang selama ini Olin tidak pernah menyapa dan menganggap Adit sebagai adiknya. Tapi saat ini Olin ingin merubah semuanya.


Sang suami sudah mengajarkan banyak hal, kalau dirinya harus menerima kehadiran Irwan dan juga Adit di kehidupan nya, semua yang terjadi sudah menjadi kehendak yang kuasa.


"Ayah" panggil Olin pada Irwan.


Irwan terhenyak, ia seperti salah mendengar. Kemudian memberanikan diri menatap ke arah Olin.


"Maafkan aku Yah ! maafkan atas sikap Ku selama ini"


Mendengar hal itu Irwan tersenyum, ia mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Olin dengan pelan.


"Maafkan Ayah juga karena belum bisa jadi Ayah yang baik untuk Olin" balas Irwan.


"Alhamdulillah, kalau begini senang lihatnya" Alzan berjalan mendekati sang istri, ia rangkul tubuh Olin karena begitu bangga akhirnya Olin bisa menerima kehadiran Irwan dan menganggap Irwan sebagai Ayahnya juga.


***********


Di atas karpet merah yang terbentang panjang, Alzan dan Olin berjalan pelan sambil bergandengan..Sementara kedua orang tua mereka berjalan di belakang mengikuti langkah kaki Alzan dan Olin menuju panggung.


Untuk sementara Irwan mengalah, ia membiarkan Hana bersanding dengan Aaron sebagai orang tua kandung Olin. Ini sebenarnya bukan permintaan Olin melainkan usul dirinya sendiri.


Olin adalah anak semata wayang Aaron dan juga Hana, maka di hari bahagia ini Irwan ingin memberikan yang terbaik.

__ADS_1


Sepasang pengantin yang akan menjadi ratu dalam sehari itu nampak sangat bahagia, Setiap detik Alzan selalu menatap ke arah istri nya.


"Mas, udah sih tatap-tatapannya !" ucap Olin merasa risih karena tatapan sang suami.


"Lah memangnya kenapa sayang ? kan Halal" balas Alzan.


"Aku malu mas"


"Masya Allah, udah nikah lama juga masih malu kalau di lihatin"


Alzan terkekeh, menampakan deretan gigi rapih nya.


 


Sementara itu Yuna baru saja tiba di pesta pernikahan Alzan dan juga Olin, wanita itu datang bersama kedua orang tuanya.


Sejak tadi ia menguatkan diri supaya bisa kuat datang ke pesta laki-laki yang sangat ia cintai. Yuna sudah berusaha ikhlas melepaskan Alzan bahkan sejak pertama kali Alzan memutuskan perjodohan mereka. Tapi itu bukanlah hal yang mudah untuk Yuna. Ia sudah lama mengenal Alzan dan impian terbesar nya adalah menikah dengan pria itu.


"Yuk" ajak Umi pada putri nya.


Yuna mengangguk, ia membiarkan kedua orang tuanya masuk duluan. Dirinya sebelum masuk menarik napas panjang kemudian menyebut nama Allah.


"Dek Yuna"


Belum juga ia berhasil melangkah, seseorang memanggil namanya. Yuna menoleh lalu tersenyum saat melihat Arzam berjalan mendekat.


"Saya kira dek Yuna gak akan datang" cerocos Arzam.


"Assalamualaikum dulu" balas Yuna membuat Arzam tersipu.


"Walaikumsalam" balas Yuna "Ya sudah yuk masuk ! acaranya udah di mulai tu"


Arzam mengangguk, ia mempersilahkan Yuna berjalan duluan. Walau bagaimana pun Arzam sadar kalau dirinya dan Yuna bukan muhrim.


**********


Satu persatu acara di mulai, serangkai acara berjalan dengan lancar dan tanpa halangan. Sekarang tibalah saatnya para tamu bersalaman dengan pengantin.


"Selamat ya Ustadz, Masya Allah istrinya cantik sekali, sangat cocok dengan Ustadz" puji salah seorang ibu-ibu.


"Terima kasih Bu" balas Alzan, ia mengantup kan kedua tangannya.


Saking banyaknya para tamu Olin sampai kelelahan berdiri apalagi dirinya sedang hamil mudah. Menyadari hal itu Alzan dengan sigap mengganti sandal tinggi Olin dengan sandal biasa. Alzan juga meminta Olin untuk duduk saja dan dirinya yang akan bicara pada tamu tentang keadaan Olin.


"Oliinnn" suara cempreng dari Indri dan juga Bela terdengar, Olin yang sedang duduk untuk istirahat sebentar langsung berdiri.


"Sumpah Lo cantik banget Lin, kita sampai pangling" puji Indri.


"Iya dong, gue kan ngundang MUA yang profesional" balas Olin.


"Gue pengin nikah juga tau gak lihat Lo sama Ustadz" sahut Bela.


"Ya sudah nikah aja, enak Lo nikah kalau malam ada yang nemenin bobok"

__ADS_1


Ketiga sahabat dekat itu tertawa, membuat Alzan hanya tersenyum, kemudian Bela menyerahkan sebuah kado.


"Titipan dari Chiko" ucap Bela.


"Oh, dia gak datang ? kan gue undang"


"Gak bisa katanya, soalnya lagi sibuk, dia kan mau kuliah di luar negeri"


Olin mengangguk paham, padahal jika Chiko datang ia ingin minta maaf atas kesalahan nya dulu, ia tahu kalau Chiko begitu terluka karena ia menolaknya mentah-mentah di hadapan banyak orang.


Setelah kedua sahabat Olin, kini giliran Yuna dan Arzam yang naik. Melihat kehadiran Yuna membuat Olin tak enak hati dan mendadak gugup. Ia pikir Yuna akan bersalaman terlebih dahulu dengan Alzan tapi ternyata wanita itu justru melewati Alzan dan langsung berhadapan dengan dirinya.


"Selamat ya, semoga jadi keluarga yang bahagia. Di karuniai anak-anak yang Sholeh dan Sholehah" ucap Yuna tulus.


"Makasih mbak Yuna, maaf kalau aku melukai mbak"


Yuna tersenyum "Jodoh itu kehendak Allah, saya ikhlas melepas Alzan bersama kamu, doakan aku supaya di pertemukan dengan laki-laki yang lebih baik dari Alzan"


"Aamiin, pasti aku doain mbak"


"Makasih, sekali lagi selamat ya"


Olin menjawab dengan anggukan, ia menatap kepergian Yuna dengan nanar, bahkan Yuna sama sekali tak mengucapkan apa-apa pada Alzan.


"Selamat dek Olin, semoga bahagia"


"Makasih kak"


Arzam pun pergi, menyusul Yuna yang sudah bergabung dengan tamu lainnya.


"Kenapa aku merasa bersalah sama mbak Yuna ya mas ?" ucap Olin pada sang suami.


"Itu hanya perasaan kamu saja dek, kamu merasa tak enak hati sama dia. Tapi percayalah apa yang telah terjadi semua atas izin Allah"


"Yuna hanya belum ikhlas saja, jika dia sudah ikhlas dia pasti akan di pertemukan dengan lelaki yang lebih baik dari aku, seperti Arzam contohnya"


"Mencintai itu harus ikhlas, seperti mas mencintai adek dengan penuh keikhlasan sejak pertama Adek mengatakan kalau adek menyukai Mas"


Setiap bait kata yang Alzan ucap kan membuat perasaan Olin tenang, ia mendekat lalu memeluk sang suami dengan erat.


Benar kata Alzan , apa yang terjadi adalah kehendak Allah. Dulu Olin tidak pernah menyangka kalau dirinya akan bersanding dengan Alzan.


Menjalani kehidupan juga harus ikhlas, sama seperti mencintai. Ia bersyukur karena Alzan mencintai dirinya dengan ikhlas dan akan Olin balas dengan kesetiaan.


--------TAMAT------


-------


Jangan pada nanya ya kenapa tamatnya mendadak ya.


Novel ini harus membuat aku berpikir keras, kenapa begitu karena aku harus merombak seluruh alur yang sudah aku siapkan sejak awal karena cerita awalnya tidak di perbolehkan oleh sistem Noveltoon.


Banyak bab yang harus aku revisi lagi.

__ADS_1


Dan ya sebagai penulis saya juga menginginkan penghasilan walaupun itu tak seberapa, tapi novel ini begitu sepi pembaca yang favorit saja hanya beberapa orang, tapi semua itu tetap aku syukuri karena masih ada yang mau baca.


Walaupun tak mendapatkan apapun aku tetap berusaha bikin novel ini sampai selesai, semoga kalian mengerti ya !


__ADS_2