
Di Kediaman Aldi Syahputra
Ibunya Aldi Kini sudah baikan, dan sudah di bolehkan sama dokter untuk pulang. Mereka duduk di kursi ruang makan. Aldi kini mencoba berbicara dengan ibunya, mengenai kedekatannya dengan Aisyah.
"Bu, aku mau bicara." kata Aldi kepada ibunya.
"Bicara tentang apa?" ucap Ranti yang merupakan ibunya Aldi.
"Aku lagi dekat dengan seorang wanita Bu, apa ibu menyetujui hubungan kami ini?" dengan memohon.
"Siapa orangnya, apa sebelumnya ibu mengenalinya nak?"
"Ibu belum kenal dengan orangnya kok,"
"Ajak kesini biar Ibu tau."
"Nanti kalau dia pulang kerja, aku bakalan ajak dia kesini. Sekalian nengok ibu."
"Kamu kenal dari mana sama tuh orang?"
"Kebetulan sekali, aku sama dia satu kampus kok dulu,"
"Oh, pantes bisa kenal. Terus sekarang dia kerja dimana?"
"Kerja di perusahaan swasta."
Sore harinya, Aldi menjemput Aisyah di kantor. Walaupun tadi dia nggak minta untuk di jemput. Tapi dia sudah standby di depan kantor. Setiap cewek yang keluar kantor itu menatapnya semua."Resiko jadi orang ganteng emang gitu ya," gumam Aldi.
Aisyah yang sudah di tunggu-tunggu, akhirnya keluar juga.
"Lama banget sih."
"Maaf mas,"
"Tau nggak sih aku dari tadi di sini tuh, dilihatin cewek terus. Apa karena aku cakep gitu,"
"Kepedean kamu mas,"
"Emang bener kan, kenyataannya. Terus, kenapa kamu mau sama aku. kalau aku nggak cakep."
"Ya mau aja. Yasudah, ayo buruan anterin aku pulang,"
"Pulang ke rumahku aja ya?"
"Loh kok kerumahnya kamu sih mas,"
"Udah ikut aja, katanya pengen kenalan sama ibuku, jadi nggak mau ya. Apa karena aku jemputnya bawa motor, terus kamu nggak mau nih,"
"Aku mau kok mas."
__ADS_1
Aisyah pun kini, naik motornya Aldi menuju kediaman rumahnya. "Jadi nggak sabar ketemu sama ibunya. Kira-kira seperti apa sih ibunya itu, galak nggak ya?" batin Aisyah dalam hatinya.
"Masih lama nggak nyampainya?"tanya Aisyah.
"Bentar lagi sampai kok. Pegangan ya, nanti jatuh loh,"
"Enak di kamu. Di aku sih nggak, jangan ngarep aku bakalan mau pegangan kamu. Ingat!!! kita belum mukhrim loh,”
"Entar, juga mukhrimnyaa kok."
"Itu kan masih nanti. Belum sekarang,"
"Iya, sayang. Aku nanti bakalan halal Lin kamu deh,"
"Terus kapan?"
"Ya nanti dong."
"Sekarang juga aku mau kok,"
Dalam perjalanan mereka dengan asyiknya mengobrol. Tanpa terasa akhirnya sampai juga di rumah Aldi.
"Udah sampai ini?" tanya Aisyah.
"Udah dong, makanya buruan turun Sono,"
"Iya-iya mas ah. Aku kok jadi takut ya, ketemu sama ibu kamu."
"Nggak sih, kalau ibu kamu itu hantu? berarti aku pacaran sama anaknya hantu ya, ih serem deh."
"Udah-udah. Ayok masuk."
Tok...tok...tok...
Masuk! kata Ranti
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua.
Ranti yang duduk di kursi rodanya ia pun menghampiri mereka berdua.
"Wa'alaikum salam"
Aisyah kini menyalami wanita yang kelihatan lemah, sakit-sakitan itu.
"Ini yang namanya Aisyah." kata Ranti.
"Benar Bu, saya Aisyah. Katanya ibu baru pulang dari rumah sakit ya, terus sekarang keadaanya ibu gimana? sehat kan Bu?"
"Ya seperti yang kamu lihat ini, aku masih harus cuci darah terus."
__ADS_1
"Cepat sembuh ya Bu, semangat demi putra ibu."
"Iya nak, maaf ibu nggak bisa bikin minuman untuk kamu."
"Nggak apa-apa, nggak usah repot-repot segala. Aku bisa ketemu sama ibu saja udah senang kok."
Aldi kelihatanya merasa senang dengan keakraban mereka.
"Bu, aku nggak bisa lama-lama disini. Aku mau pamit,"
"Loh, kok bentar sekali ke sininya,"
"Soalnya udah sore, aku kapan-kapan kesini lagi insyaallah."
Aisyah memberikan sedikit uang untuk ibunya Aldi itu. Uang tabungannya, karena ia belum gajian. Tapi ia masih punya simpanan.
"Ini apa nak,"
"Udah ibu terima saja."
"Terimakasih banyak ya nak,"
"Cuma bisa ngasih sedikit buk. Ya udah, aku pamit dulu ya Bu,"
"Iya nak, hati-hati."
Aldi kini mengantarkan Aisyah pulang. Seperti biasa dia langsung pulang. Nggak pernah mampir dulu kerumahnya kekasihnya itu. Karena dia nggak bisa pergi lama-lama.
"Makasih ya sayang, udah perduli sama ibu aku."
"Iya sama-sama mas, kalau kita nikah nanti juga ibu kamu bakalan juga jadi ibu aku."
"Ya sudah, aku balik dulu ya. Bey..."
Balik di kerumah, Aldi kini mengobrol dengan ibunya.
"Gimana Bu, cocok nggak sama aku?" kata Aldi.
"Cocok, perhatian sama ibu. Padahal belum jadi apa-apa kamu."
"Udah Bu, udah jadi pacar aku."
"Baru juga pacar, belum jadi istri kamu kan,"
"Iya sih Bu,"
"Buruan nikahi dia. Biar, ibu ada yang ngerawat."
"Jangan buru-buru dong Bu, uang dari mana, modal buat nikah. Kerja dulu dong aku."
__ADS_1
Bersambung......