
Fredy yang merasa aneh melihat sikap Aisyah, iapun langsung meredamkan suasana.
"Kok diam?" tanya fredy yang masih fokus untuk menyetir.
"Kalau Bapak nggak tanya ya, aku diam dong pak! nggak enak, bicara hal yang tidak penting!" ucap Aisyah yang menatap fredy.
"Nggak apa, bicara saja! lagian ini di luar kantor, oh ya, tolong nanti jangan panggil aku pak ya, kalau didepan orang tuaku! bisa kan?" perintah fredy.
"Tapi pak-" ucapan Aisyah langsung terpotong.
"Tapi apa? perintahku nggak boleh dibantah ya, aku nggak suka itu! pokoknya, nanti kamu bersikap yang romantis. Oh ya, gimana kalau kamu panggil mas aja? ya biar nggak ada yang curiga!"
"Baik pak, akan aku laksanakan!" ucap Aisyah yang tidak berani protes lagi dan langsung menuruti kemauan fredy.
"Mulai sekarang, belajar panggil aku mas! awas kalau kamu nanti salah manggilnya, akan ku kasih hukuman!" Nampak raut muka fredy yang serius.
Aisyah nampak bergidik ngeri dengan ucapan yang dilontarkan atasannya tersebut.
Bisa mati aku, kalau sampai melakukan kesalahan. Biasanya si bos nggak pernah seserius itu, bikin merinding ini tubuh. Gumam Aisyah.
"Kenapa diam? kamu dengar nggak sih, aku ngomong apa?" tanya fredy marah.
"Iya pak, denger kok!" jawab Aisyah takut.
"Pak lagi! Mas, gitu dong. perintah fredy.
"Iya Mas, aku dengar kok!" Aisyah mengulangi kata-katanya lagi.
Tak terasa, mobil sudah sampai di depan rumah yang sangat mewah.
__ADS_1
Luas sekali, rumah ini! Gumam Aisyah yang sangat takjub melihatnya.
"Kenapa diam? ayo, cepat turun!" ajak fredy.
"Iya mas," Aisyah mengikuti fredy.
"Gandeng ya, tanganku!" perintah fredy.
Ih, banyak sekali kemauan itu orang ya, enakan di dia. Nggak enak di aku, kenapa aku mesti harus terjebak jadi pacar Pura-pura segala sih, gumam Aisyah kesal.
Takut fredy marah, aisyah langsung menuruti kemauannya.
Terlihat seorang wanita paruh baya sedang berdiri didepan pintu.
"Eh, calon cucu oma sudah datang!" ucap oma.
Calon cucu apanya, kasihan dibohongin sama cucu sendiri. Gumam Aisyah.
Aisyah risih dengan sikap fredy itu.
"Iya, cantik! nggak salah pilih! kamu emang pintar cari cewek ya, persis kayak bapak kamu!" ucap oma.
"Pinter apanya? andaikan oma tahu yang sebenarnya. Gumam fredy.
" Kenapa malah bengong sih, ajak masuk dong! sudah ditunggu sama mami papi kamu tuh!" terang oma.
"Ini juga mau masuk Oma, yuk sayang, selamat datang di rumahku!" ucap fredy.
Fredy langsung menuntun Aisyah masuk ke rumah dan menuju ruang makan.
__ADS_1
Aisyah begitu terpukau dengan segala kemewahan di rumah itu. Elegan, semua tertata rapi, rasanya dia nggak pantas berada di situ. Apalagi saat memasuki ruang makan. Rasanya seperti masuk dalam restoran mewah. Semuanya menu makanan ada di situ. Meja yang sangat panjang terisi penuh. Di sana sudah ada adik, mami, papi fredy.
Aisyah hanya menundukkan kepalanya, nampak malu sekali.
"Sayang, ini keluargaku! Mami, Papi, sama adikku!" ucap fredy memperkenalkan semua anggota keluarganya.
Aisyah langsung menyalami satu persatu.
"Cantik ya Pi, calon mantu kita!" ucap mami ke papi.
"Iya lah, Fredy kan sama seperti papi waktu muda dulu, selalu jago pilih wanita!" kata Papi.
"Bisa aja kamu, Sini sayang duduk!" menyuruh Aisyah untuk duduk.
Oma juga sudah ikut bergabung.
"Nggak usah malu-malu, anggap saja rumah kamu sendiri sayang," ucap fredy.
"Iya kak, nggak perlu malu! nanti kakak juga akan jadi bagian dari keluarga ini kok! oh ya, wajah kakak kok mirip sama almarhum tunangan kak fredy dulu ya?" kata adik fredy yang bernama Revi.
"Iya ya, mami baru sadar. Kok bisa mirip ya," ucap mami.
"Bisa lah, orang dia kembarannya!" jawab fredy.
"Nggak mungkin, orang tunangan kamu dulu anak tunggal kok! mana bisa sih, punya kembaran! ngaco aja!" sangkal mami.
"Bercanda kok, ya bisa mirip lah! katanya manusia di dunia ini punya kembaran tujuh yang mirip dengan kita!" terang fredy.
"Iya sih, ya sudah, jangan ngobrol terus, ntar keburu dingin ini makanan! Nak Aisyah, dinikmati ya makannya!" perintah mami.
__ADS_1
"Iya Tante!"
Sepertinya, seluruh anggota keluarga ini Baik-baik semuanya. Tapi semuanya ini hanyalah kebohongan. Aku bukan kekasih, hanyalah anak buahnya.Gumam Aisyah