
Malam hari sekitar pukul 19:00 lebih, Aldi datang. Sesuai janjinya dengan membonceng ibunya. Motor pun terparkir didepan rumah Aisyah. Ia langsung mengetuk pintu.
Tok Tok tok****
"Iya bentar!" jawaban Aisyah dari dalam rumah.
Ia lalu membukakan pintu untuk Aldi.
"Masuk mas!" ucapnya.
Dan menyalami camer (calon mertuanya)
Aldi dan ibu mendudukkan bokongnya di kursi sudut.
"Bentar ya, aku panggil ibu dulu." kata Aisyah.
"Iya cepetan sana!" jawab Aldi.
Aisyah menghampiri ibunya yang masih wiridan di dalam kamar.
"Bu, mas Aldi sudah datang!" Ujarnya.
"Iya, buatin minum sana!" suruh ibu.
"Ya Bu!" jawab Aisyah singkat.
Aisyah segera ke dapur membuatkan teh hangat manis. Sedangkan ibu menemani mereka mengobrol.
__ADS_1
Setelah selesai, ia keluar dengan membawa nampan.
"Ini Bu, mas, tehnya silahkan di minum!" kata Aisyah menawarkan minuman.
"Ya, nggak usah repot-repot segala!" basa-basi mereka.
"Nggak apa kok, cuma minuman doang!" jawab Aisyah dengan melontarkan sebuah senyuman manis.
Keluarga Aldi mengutarakan sebuah keinginan dan maksud dari tujuannya kesini. Katanya hari pernikahan mereka di gelar bulan depan. Tepat di hari ulang tahun Aisyah.
"Alhamdulillah ya, mereka akan segera menikah!" ucap ibu Aldi.
"Iya jeng, kita segara besanan! udah nggak sabar lagi pengen gendong cucu." jawab Mirna.
"Sama, apa lagi saya yang sudah sakit parah ini! pengen meninggal kalau sudah ada cucu."
"Jangan bicara seperti itu jeng, yakinlah kalau bisa sembuh."
"Nggak apa jeng, kita sama-sama belum mampu. Yang penting sah." ucap Mirna.
Karena di rasa sudah selesai obrolan yang mereka bahas, mereka pamit pulang.
"Ya udah ya Sah, kita pamit dulu!" kata Aldi.
"Ya mas, hati-hati di jalan." ucap Aisyah dengan penuh kewaspadaan.
Setelah mereka pulang, ia langsung masuk kamar ganti long dress yang di belinya tadi siang dan berdandan natural.
__ADS_1
Ia mengirimkan pesan kepada Fredy kalau dirinya sudah siap untuk pergi dan menunggunya di teras rumah.
"Mau kemana kamu, malam-malam begini?" tanya Mirna.
"Ada janji dengan bos Bu!" ujar Aisyah menjelaskan.
"Kemana? kamu itu mau menikah harus bisa jaga diri!" kata ibu mengingatkan.
"Ya Bu, aku tahu kok. Ini, mau ketemu dengan klien!"
Ya Allah, maafkan aku yang sudah membohongi ibu. Aku nggak ada maksud untuk berbohong. Nanti kalau aku sudah menikah juga nggak bakalan mau di suruh jadi pacar bohongan nya si bos kok. Batinnya.
"Malam ini, apa nggak bisa besok?" tanya ibu dengan nada tinggi.
"Nggak bisa Bu, ini sangat penting sekali soalnya. Nggak bisa ditunda lagi." kata Aisyah bohong.
Kebetulan sekali Fredy datangnya tepat waktu.
"Itu Bu, bos udah Dateng!" dengan melihat kearah mobil Fredy.
Sementara Fredy turun dengan memakai Hem warnanya senada dengan yang di pakai Aisyah. Cuma kebetulan sama, soalnya dia nggak janjian. Kali ini Fredy nyetir mobil sendiri supaya terkesan romantis kayak orang pacaran beneran.
Fredy meminta ijin dengan Mirna.
"Bu, aku mau ajak pergi Aisyah dulu ya?" kata Fredy dengan ramah. Menampilkan senyuman.
"Iya nak, hati-hati. Pulangnya jangan sampai larut malam ya, soalnya anak gadis nggak baik. Nanti malahan bisa jadi bahan omongan para tetangga." ucap Mirna mengingatkan.
__ADS_1
"Iya Bu, nggak lama kok. Kalau urusannya udah keluar aku bakalan cepetan anterin Aisyah pulang kok. Tenang, ibu nggak usah kuatir ya. Pokoknya aman bersamaku." ucap Fredy yang berkata dengan santainya.
Aisyah merasa canggung saat berduaan dalam mobil Fredy itu. Ia hanya diam dan menatap lurus ke depan. Tanpa berani menatap wajah bosnya itu.