Cinta Dalam Ikhlas

Cinta Dalam Ikhlas
Aaron bercerai


__ADS_3

Melihat sang suami di tampar oleh Aaron, tentu saja Olin tak terima. Ia langsung mendekat.


"Papa kenapa tampar Mas Alzan ?" tanya Olin.


"Papa kecewa sama dia, dia sudah berjanji untuk tidak membuat kamu hamil tapi apa kenyataan nya ?" jawab Aaron kesal.


Alzan hanya menundukkan kepalanya, harusnya dari awal Olin menawarkan diri Alzan masih bisa menahan diri. Supaya kejadian ini tidak terjadi.


"Lalu bagaimana sekolah kamu ? bukannya kamu sedang Ujian ?" tanya Aaron pada putrinya.


Olin menunduk tak tau harus menjawab apa.


"Olin akan tetap melanjutkan sekolahnya Pa, dia akan tetap menjalani ujian sampai selesai" jawab Alzan.


"Apa kamu bisa menjamin hal itu ? aku tidak ingin Olin putus sekolah di tengah jalan"


"Alzan jamin Pa"


"Buktikan !" balas Aaron lalu meninggalkan sepasang suami istri itu.


Setelah kepergian sang Papa. Olin mendekati suaminya. Ada rasa bersalah yang Olin rasakan. Harusnya ia tidak usah marah-marah dan mengadu pada sang Papa.


"Maafkan aku mas" ucap Olin


Alzan meraih kedua tangan istrinya "Tidak apa-apa, mas mengerti apa yang kamu rasakan"


Olin mendongak ia menatap wajah Alzan. Telapak tangannya terangkat lalu mengelus pipi Alzan yang terkena tamparan.


"Pasti sakit"


"Tidak dek, udah hilang sakitnya, apalagi di obatin sama kamu"


"Gimana caranya ?"


"Ciumlah" goda Alzan


Olin memalingkan wajahnya seraya tersenyum, saat keduanya asyik bercanda tiba-tiba Sara datang. Olin menatap Mama tirinya dengan heran.


Penampilan Sara sekarang sangat berbeda, tubuhnya bau asap rokok yang sangat menyengat.


"Ngapain kalian kesini ?" tanya Sara ketus.

__ADS_1


"Ini kan rumahku, memangnya salah kalau kami kesini ?" balas Olin.


Alzan langsung memegang tangan istrinya, mengisyaratkan pada istrinya supaya diam saja dan jangan membalas ucapan Sarah.


"Dari mana kamu ?" tiba-tiba suara Aaron menggema, serentak ketiganya langsung menatap kearah Aaron yang tatapannya penuh dengan kilatan amarah.


Sarah mendekati suaminya "Bukan urusan kamu" jawab Sarah hendak pergi tapi lengannya langsung di tahan oleh Aaron.


"Kamu pasti pergi ke tempat terlarang itu lagi kan ? kamu ini mau nya apa sih ? tiap hari ke klub malam dan pulang selalu seperti ini" kali ini nada suara Aaron melembut, berharap istrinya akan mengerti kalau Aaron tidak suka dengan sikap Sarah yang seperti ini.


Sarah menatap sang suami tak suka "Di rumah aku di larang merokok dan minuman, jadi jangan salahkan aku jika aku pergi ke klub " jawab Sarah Enteng.


Mendengar hal itu Aaron kembali naik darah "Kalau kamu tidak mau berubah, aku akan talak kamu " ancam Aaron.


"Talak aja mas ! aku juga udah lama nunggu kamu nalak aku, udah capek aku hidup sama kamu, banyak aturan"


"Ya sudah mulai hari ini aku talak kamu, kamu bukan istri ku lagi" ucap Aaron menggema, ia terlalu emosi sampai tak bisa mengendalikannya lagi. Padahal di lubuh hati Aaron yang paling dalam ia masih sangat mencintai Sarah.


Mendengar hal itu Sarah tersenyum sinis, ia kemudian membuang ludah kesembarang arah.


"Nikmati Duda mu lagi Aaron, akan ku pastikan kamu tidak akan pernah menikah lagi" ucap Sarah.


"Jaga ucapan kamu Mak lampir, Papa ku pasti akan menemukan yang lebih baik dari kamu" sahut Olin yang tak terima sang Papa di hina


Sementara itu Aaron masih terdiam, ia mencerna Kejadian yang baru saja terjadi.


"Papa yang sabar ya ! Olin yakin Papa pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia" ucap Olin


"Papa gagal lagi membangun rumah tangga nak" balas Aaron terisak.


Olin langsung memberikan pelukan untuk Papanya, ia tidak ingin sang Papa terlalu memikirkan hal ini.


Olin justru bahagia jika Aaron bercerai dengan Sarah, karena menurut Olin mantan ibu tirinya itu bukanlah wanita yang baik, dan terbukti sekarang.


********


Sore harinya Alzan dan Olin berpamitan pada Aaron. Mereka berdua akan pulang ke ponpes .


Aaron juga sudah menerima keadaan Olin yang hamil, karena bukannya memang begitu kalau wanita yang sudah menjadi istri harus hamil.


"Jaga kandungan kamu dengan baik nak ! itu adalah cucu pertama Papa" pesan Aaron pada putrinya.

__ADS_1


"Insya Allah Pa, Olin akan menjaga nya dengan baik"


Aaron tersenyum begitupun dengan Alzan. Tadi saat Olin sedang istrirahat siang Alzan menjelaskan semuanya. Ia memberi pengertian pada Aaron bagaimana menerima keadaan Olin.


"Lebih baik kalian adakan resepsi pernikahan supaya semua orang tau kalau kalian sudah menikah" ucap Aaron


"Iya Pa, setelah Olin selesai Ujian Alzan akan segera menggelar resepsi"


"Baguslah kalau begitu, jika ada yang bisa Papa bantu jangan sungkan untuk mengatakan nya "


"Pasti Pa"


Setelah berbincang Alzan dan Olin langsung pergi. Aaron menunggu sampai mobil yang membawa anak dan menantunya hilang dari pandangan.


********


Setiba di rumah pesantren, Alzan langsung mengumumkan kehamilan Olin pada Abi Ghofar dan Umi. Tentu saja kedua orang tua Alzan bahagia mendengar kalau mereka akan mendapatkan cucu dari Alzan dan Olin.


"Laksanakan resepsi pernikahan segera Zan, umumkan pernikahan kalian supaya tidak ada pandangan buruk tentang kalian terutama Olin" ucap Abi.


"Lalu apakah harus ijab kabul lagi Abi ? bukankah kata Umi waktu itu lebih baik ijab kabul lagi ?"tanya Alzan.


"Tidak usah, pernikahan kalian sudah Sah nak. Walaupun keadaan Olin waktu itu tidak sadarkan diri. Karena yang terpenting wali nikah kalian adalah ayah kandung Olin dan lagian Olin juga tidak di paksa"


Mendengar hal itu Alzan tersenyum, ia akhirnya lega mendengar jawaban Abi.


*******


Beberapa hari kemudian, Karena kerja keras Alzan akhirnya Olin bisa menyelesaikan Ujiannya walaupun di rumah. Bagi Olin itu tidak apa-apa yang terpenting sekarang adalah dirinya lulus SMA.


Suasana rumah utama sedang ramai, karena acara resepsi pernikahan akan di laksanakan seminggu lagi. Alzan sengaja menyelenggarakan resepsi di pesantren karena kebetulan Halamannya masih sangat luas, tinggal di pasang tenda dan pelaminan saja.


Undangan sudah di bagikan, disana Tertera kapan akad nikah di laksanakan..


Yuna yang menerima undangan resepsi pernikahan Alzan dan Olin menarik napas panjang, disana Yuna sadar kalau dirinya bukan jodoh Alzan. Mulai sekarang Yuna akan berusaha melupakan Alzan dan mengubur dalam-dalam perasaannya untuk Alzan.


"Undangan siapa ?" tanya Umi pada Yuna.


"Dari Alzan Mi"


"Nikah sama siapa dia ?"

__ADS_1


"Sama wanita yang pernah Umi lihat makan berdua sama Alzan, ternyata mereka sudah menikah Umi. Dan Umi sudah salah menilai Alzan"


Umi langsung terdiam, ia akan minta maaf pada Alzan karena menuduh nya yang enggak-enggak.


__ADS_2