CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 14


__ADS_3

"Kamu mau kemana?" tanya Erika kepada Yagami.


"Aku ke rumah Kayo, ada urusan dengan ayahnya. Tapi, jika aku tidak kembali, mau kah kamu janji padaku untuk tetap menungguku dan tidak melirik cowok lain tetutama Kise?" balas Yagami dengan mata sayup mengelus kepala Erika.


"Iih, pede amat kamu. Emang hubungan kita apa?"


"Suami istri di masa depan, janji ya, tetap menungguku," balas Yagami lagi meraih pipi Erika menatapnya.


"Kok kata-kata kamu seperti akan pergi jauh."


"Sudah, berjanji saja padaku."


"Lagian kamu hanya ke rumah Kayo, 'kan? Kenapa pakai janji segala."


"Lah, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, cepat berjanji, jangan kemana-mana sampai aku kembali. Dasar bawel.." balas Yagami mencubit pipi Erika.


"Ya udah, aku janji.."


"Serius, ya." balas Yagami memeluk erat Erika.


"Jika aku melupakanmu di masa depan, kamu harus berusaha membuatku mengingatmu kembali, apapun yang terjadi."


"Kok kamu aneh, sih. Sudah, sana berangkat," balas Erika mendorong Yagami.


Yagami mengecup kening Erika. Membuat wajah si mungil itu merona kembali. Setelah berganti pakaian, Yagami bersiap-siap menuju rumah Kayo.


"Ini kunci cadangan rumahku. Jika kamu ada kesempatan atau kangen denganku, kamu bisa masuk kapan saja," kata Yagami meletakkan kunci di telapak tangan Erika.


"Aneh," gumam Erika.


"Dah, aku berangkat dulu, oh iya aku lupa. Tutup mata kamu."


"Kenapa? Jangan bilang mau macam-macam lagi denganku," kata Erika menghindar.


"Kamu pikir aneh-aneh lagi, ya." senyum Yagami.


"Ti-tidak, hm," cetus Erika memanyunkan bibir tipisnya.


"Sudah, tutup saja. Aku janji tidak akan macam-macam."


Erika pun menutup mata.


"Sudah." kata Yagami menatap wajah Erika.


Tangan Erika meraih kalung dengan permata liontin sudah terpasang di lehernya.


"Kalung? Makasih."


"Di dalam liontin itu ada fotoku dan fotomu, jadi jika aku suatu saat tidak melupakan wajah mungilmu ini, kamu bisa menunjukkannya padaku," balas Yagami lagi-lagi menyentuh pipi Erika dengan kedua tangannya. Tatapan matanya sangat sayup.


"Ya sudah, kamu berangkat sana."


"Iya. Bye, ingat janjimu."


Yagami pun melaju diatas motor membelah jalanan menuju rumah Kayo.


"Kok kamu lama sekali datangnya?" kata Ayah Kayo sudah menunggu di dalam ruang belajar.

__ADS_1


"Maaf, ada hal yang harus aku urus terlebih dahulu," balas Yagami berdiri di depan meja tuan Nathan.


"Iya sudah, ikut aku..!"


Yagami hanya mengikuti tuan Nathan dari belakang. Ke ruang rahasia di belakang pintu ruang baca.


"Berbaring, aku akan memeriksa tubuhmu, siapa tahu ada kerusakan di dalamnya."


Tn. Nathan pun memulai memeriksa tubuh Yagami.


"Sepertinya tubuh kamu mengalami kerusakan yang cukup parah, dan sangat lemah. Aku kan sudah berkali-kali katakan padamu untuk tidak melakukan aktivitas yang berat, kamu membangkan sekali sih," kata Tn. Nathan dengan jengkel.


"Iya, maaf."


"Jangan hanya meminta maaf, jika ayahmu masih hidup, maka ia akan sangat membenciku tidak bisa merawatmu dengan baik."


Yagami hanya mendesah.


"Ada perubahan pada tubuhmu, hampir 70 persen real."


"Jadi, tubuhku di sana bagaimana?"


"Dia baik-baik saja."


"Kamu harus tinggal di sini malam ini. Aku akan melakukan perbaikan dengan tubuh itu. Kamu bisa keluar dulu?"


"Baiklah."


Sementara di Mesir 17 tahun yang lalu.


"Rawat dia baik-baik," kata dokter itu sambil berbalik meninggalkan ruang rawat cowok tampan berambut hitam dengan anting memakai infus.


***


"Ayah, kita mau kemana?" kata pemuda rambut hitam memakai anting dengan kemeja biru muda dalaman warna putih dan celana jeans navi dipadukan dengan sepatu kets warna putih biru.


"Kita akan makan malam di hotel bintang 5 merayakan status baru kamu sebagai pewaris perusahaan Grup A." balas pria berumur 41 tahun itu.


"Sampai segitunya perayaannya, ayah?"


"Tidak apa-apa, tidak ada salahnya merayakan keberhasilan putra tunggal kami," sambung wanita berumur 35 tahun itu kepada anaknya yang masih 15 tahun keluar kamar sambil meenggendong bayi umur 9 bulan.


"Baiklah, terserah kalian," balasnya dengan pasrah.


"Ayo, kamu duduk di belakang. Biar ayah yang menyetir."


"Kamu gendong adikmu, ya."


Pemuda itu duduk di belakang mobil sembari mendengarkan lagu ONE OK ROCK dengan judul WASTE NIGHT dengan menggendong adiknya yang baru berusia 9 bulan.


Karena keasyikan bercanda, mobil yang ditumpangi jatuh ke jurang membuat mereka terluka. Saat kejadian semuanya pingsan. Hanya ayah pemuda itu yang sadarkan diri sejenak lalu mengambil ponsel miliknya dan mengirim pesan serta lokasi ke tuan Nathan.


Tidak lama kemudian, sirene ambulance tiba di lokasi kejadian. Tim evakuasi berhasil mengangkat mobil ke permukaan. Hanya saja kedua orang tua pemuda itu tidak lagi bisa diselamatkan. Sementara pemuda itu masih bernapas.


Keempat korban pun dilarikan ke rumah sakit.


"Gimana keadaan mereka?"

__ADS_1


"Maaf, kami sudah berusaha keras, tapi kedua orang tuanya dan kakaknya tidak bisa di selamatkan kembali." kata dokter keluar dari kamar gawat darurat.


"Anak bayinya dalam kondisi koma dan menurut pemeriksaan kami, dia akan koma selama 15 tahun."


"Apa?"


Tn. Nathan tersungkur di lantai menangis keras, sebab ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dialami kakaknya.


"Kakak, kenapa kamu meninggalkanku? Huu.huu..." isaknya.


"Aku janji akan menjaga putramu, hiks, huuu..." isaknya sampai salah satu suster mendekatinya.


"Tuan tidak apa-apa?" sapanya.


Tn. Nathan terus terisak, hingga ia dipeluk erat oleh suster itu.


"Tidak apa-apa, semuanya akan baij-baik saja," kata suster itu mengelus kepalanya.


Tn. Nathan merasa hangat di sana. Setelah baikan. Ia menuju ruang ICU dimana Yagami kemonakannya di rawat diikuti oleh suster cantik yang barusan memeluknya.


"Aku harus bagaimana? Istriku sedang hamil 2 minggu menungguku di rumah," rintih Tn. Nathan memandangi kemonakan tampannya dengan selang infus berbaring menutup mata di atas tempat tidur rumah sakit.


"Kalau tuan punya masalah, bisa ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa bantu," kata suster itu.


"Ah, makasih banyak. Apa tidak apa-apa merepotkan Suster?"


"Tidak masalah, itu tugas kami," balas suster itu tersenyum membuat Tn. Nathan merona.


"Begini, Sus. Saya memiliki seorang istri yang sedang hamil di rumah. Dan sekarang anak ini tidak memiliki kedua orang tua lagi. Hanya saya satu-satunya keluarganya sekarang. Saya harus bagaimana, Sus?" curhat Tn. Nathan menatap putranya.


"Kebetulan, aku bisa membantu Tuan, jika anda berkenan, saya akan merawat bayi itu hingga dia tumbuh besar walau dalam keadaan koma," kata suster itu.


"Terima kasih banyak, Suster. Saya sangat bersyukur bertemu suster," balas Tn. Natahan dengan mata berbinar-binar.


"Tapi ada syaratnya," sambung suster itu.


"Apa syaratnya. Kalau masalah gaji, kamu tidak usah khawatir. Aku akan membayar Suster tiap bulan."


"Bukan itu, tapi..."


"Katakan saja, apapun syaratnya, akan saya penuhi, asal kemonakan saya bisa tumbuh dengan sehat, walau dalam kondisi koma."


"Serius, Tuan?"


"Iya, katakan syaratnya."


"Tuan harus menikahi saya dan meninggalkan istri dan anak Tuan."


Mendengar kata-kata itu, Tn. Natahan sedih dan sulit menerimanya. Tapi demi keselamatan bayi kakaknya, ia rela mengorbankan apapun.


"Baiklah, tapi tunggu sampai anak saya berusia 6 tahun," balasnya.


"Oke, Tuan, sudah diputuskan. Saya akan merawat ponakan Tuan dengan baik dan lagi sehat. Saya memiliki cara tersendiri."


Jangan lupa mampir di novel terbaru SOUL EXCHANGE ya. tentang pertukaran jiwa teman masa kecil yang akhirnya jadi saudara tiri tapi saling melupakan dan tumbuh bunga-bunga cinta diantara mereka.


love you all 😘😘

__ADS_1


__ADS_2