CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 9


__ADS_3

"Yagami, ayah memanggil kamu ke rumah. Katanya ada yang ingin dia sampaikan," kata Kayo di dalam telpon.


"Iya, nanti aku ke sana."


"Lagian kamu sih, berbohong sama aku, katanya menginap di rumah teman, tapi nyatanya kamu pindah rumah ke samping rumah si penyendiri itu, cih."


"Namanya Erika, bukan si penyendiri."


"Yah, terserahlah. Pokoknya hari ini kamu harus datang di rumah." tuuutt... kata Kayo mematikan ponselnya.


***


Mika terus saja menggoda Erika agar dia segera mengatakan cinta kepada Yagami. Padahal tanpa sepengetahuannya, Yagami sudah menyatakan perasaannya kepada Erika.


"Erika, aku punya ide yang cemerlang supaya cinta kamu dengan si Yagami cepat berjalan dengan lancar," katanya mengedipkan mata sebelah kanan di perjalanan menuju sekolah.


"Ide apaan sih, pagi-pagi buta begini. Mimpi apa kamu semalam?"


"Aku mimpi tentang kebahagiaan kamu."


"Iih, mulai ngaco kamu."


"Gimana kalau kamu duluan yang membak Yagami. Kamu ajak dia ke suatu tempat yang romantis, terus kamu ungkapkan isi hati kamu. Gimana? kren, 'kan, ide aku."


Kata Mika dengan mengedipkan kedua matanya sambil menyilangkan kedua tangan di dada sok keren. Erika menyentil keningnya.


"Wooiii, sadar. Gila ya, kamu. Di jaman sekarang, mana ada cewek yang nembak cowok duluan, yang ada tu cowok yang nembak cewek. Sudah deh, ide kamu makin gila, tahu."


"Ooii, kamu salah besar. Sekarang ini, cewek atau cowok, siapa saja yang merasa ingin memiliki, maka dia yang duluan mengungkapkan perasaannya. Makanya, jangan jadi penyendiri mulu, wuueeekk," balas Mika menjulurkan lidah ke arah Erika.


"Pokoknya aku gak mau. Lagian dia sudah lama mengatakannya. Dan asal asal kamu tahu, ya, harga diri seorang wanita akan hilang ketika dia yang pertama menyatakan perasaannya. Dan kedua, menurut pandanganku, si wanita akan terlihat rendahan di mata para lelaki. Lalu, dia akan selingkuh di luar pengetahuan sang cewek." Jelas Erika yang tidak ingin tergesa-gesa mengetahui tentang perasaan cinta dengan lawan jenis. Walaupun sebenarnya ia telah merasakan butir-butir cinta terhadap Yagami.

__ADS_1


"Ya sudah deh. Aku mengalah. Yuuk, cepat-cepat. Nanti kita terlambat. By the way, aku kamu sudah dengar gosip terbaru, tidak?" tanya Mika lagi membuat Erika mengeluarkan pandangannya tentang gosip adalah hal yang buruk, selain membuang-buang waktu, juga menambah dosa.


"Kayak aku peduli saja dengan gosip. Dan aku tidak ingin tahu."


"Bener ni, itu loh siswa pindahan yang aku cerita kemarin. Katanya dia bakalan di kelas kita. Dia pemain basket. Cakep banget, lok. Mirip boyband asal korea yang di SUPER M itu, namanya Ten. Hanya saja rambut dia berbeda. Ten warna hitam sedangkan dia warna kuning kecoklatan. Omg, aaah...aku ingin segera tiba di kelas....yeiiii," kata Mika bersemangat pergi sekolah sambil mengayunkan tasnya sampai berputa-putar di udara dengan senangnya.


BRUKKKKH.


Tiba-tiba tasnya menabrak seorang cowok yang berbadan besar lagi tinggi. Dia hanya menoleh sekali dan tidak marah terhadap Mika.


"Dia sok manis sekali tersenyum kepada kami. Sok kenal sekali dia," gumam Erika menatap Mika mengepalkan kedua tangannya seakan berdoa dengan mata berbinar-binar. Sementara cowok itu berjalan meninggalkan mereka dengan jaket navi dengan rambut kuning kecoklatan seperti yang disebutkan Mika tadi.


"Kyaaaaaa, Erika..kamu lihat barusan itu,'kan. Dialah cowok pindahan itu. Gantengnyaaaa...andaikan dia jadi milikku seorang diri. Aaah senangnyaaaa," kata Mika dengan girang mengoyang-goyangkan tubuh Erika dengan kedua tangannya.


"Buukkh. Sadar. Hooii, sadar. Gila ya, kamu. Baru bertemu orang seperti itu, langsung celengesan. Hati-hati..!!"


"Ah, kamu tidak tahu saja tentang kata-kata orang jaman now, cinta pada pandangan pertama. Kyaaa, hatiku berdegup kencang." Kata Mika sambil memegang kedua pipinya yang masih merona.


Mereka terus berjalan menuju gerbang gerbang sekolah, mereka hampir terlambat. Satpan sekolah hendak menutup pagar. Tapi untung saja ada Yagami, jadi mereka selamat masuk. Sebab dia sangat dekat dengan satpam itu.


"Iya, sama-sama," balas Yagami sembari tersenyum menatap Erika. Mika memperhatikan mereka dari samping.


"Kenapa sih, kalian tidak jadian saja?" Mika mulai lagi menggoda. Mata Erika melebar. Demi menghindari kata-kata Mika, ia berasalan ke toilet.


"Maaf,aku duluan, ya. Kebelet pipis."


"Oke, hati-hati. Cepat balik. Nanti terlambat ke kelas." teriak Yagami membuat wajah Erika semakin memerah.


"Oh My God, apa lagi ini? Kenapa wajahku memanas lagi? Si pengganggu itu telah meracuni hatiku. Aaarrght. Sadar Erika, wooi sadar..kamu ini bukan wanita yang mudah dirayu," katanya sembari menampar-nampar wajah mungilnya. Lalu segera kembali ke kelas.


Cowok pindahan yang dimaksud Mika telah berada di sana. Mika dan gadis lain berusaha duduk di dekatnya. Erika hanya melewatinya tanpa memandang ke arahnya.

__ADS_1


Seketika cowok itu berbalik dan mengajaknya bicara.


"Hai, kita ketemu lagi. Kamu 'kan, yang di luar sekolah tadi?" sapanya. Erika hanya menatapnya. Cowok itu terseyum kepadanya. Mika segera mendekat ke samping Erika ingin disapa juga.


"Oh, dan kamu yang memutar-mutar tas di urada tadi hingga mengenaiku," sapanya juga kepada Mika yang membuat gadis itu salah tingkah.


"Iya, maafkan aku tentang kejadian tadi." Mika menundukkan kepala di hadapan cowok itu.


"Tidak apa-apa, santai saja."


"Kalian saling kenal?" tanya para gadis di kelas.


"Iya, kenak berpapasan tadi di pintu gerbang sekolah."


"Oh, kirain lebih."


Para gadis itu menatap Mika dan Erika dengan sinis. Merasa ada yang menyaingi mereka. Terutama memberi tanda kepada Mika agar menjauhi cowok pindahan itu.


Erika hanya tersenyum menopang dagu memperhatikan tingkah konyol mereka. Menurutnya, mereka melakukan hal yang salah lagi, yaitu berusaha mendekati cowok yang baru saja mereka temui.


"Konyol sekali, padahal menurut buku yang aku baca,"semakin engkau kejar maka ia akan maka ia akan semakin menjauh."


Menurutku, begitulah sifat cowok yang sesungguhnya. Bukankah itu adalah pertanda bahwa mereka tidak serius? Entahlah, yang penting aku tidak ikut-ikutan dengan mereka," gumam Erika sambil membuang napas.


Cowok pindahan itu menatapnya dengan tersenyum.


"Dia imut juga," gumamnya.


Disaat mereka masih mengerumuni murid pindahan itu, Erika memutuskan untuk pindah ke kursi samping dekat jendela membaca sebuah novel. Ia memakai headset untuk menyamarkan suara-suara yang menurutnya mengganggu konsentrasinya saat membaca.


Cowok pindahan yang bernama Kise Ryouta itu sesekali meliriknya dalam kerumunan para gadis di kelas. Ia penasaran dengan Erika. Apalagi saat mendapati wajah Erika memandang ke luar jendela dengan tatapan kosong dan wajah sedih. Ia merasa terpanggil untuk mendekatinya.

__ADS_1


"Aneh, tadi dia wajahnya galak, tapi ketika diperhatikan, ia seperti gadis kesepian," gumam Kise.


Mampir yuuk di novel terbatu, SOUL EXCHANGE TENTANG JIWA YANG TERUKAR OLEH SAUDARA TIRI. MAKSIH ALL..LOVE U 😘😘


__ADS_2