
5 Tahun yang lalu di salah satu rumah sakit pribadi keluarga Yagami di Amerika.
"Om, bangun!" kata suara yang memanggil membangunkan Tn. Nathan yang sedang tertidur di samping ranjang tempat tubuhnya terbentang akibat koma. Tn. Nathan membuka mata dengan berat akibat mengantuk di tengah malam tepat jam 00.35.
"Siapa yang memanggilku?" katanya lalu menatap Yagami yang tidak bergerak.
"Ini aku, Om. Aku di atasmu," balas suara itu lagi.
Tn. Nathan mendongakkan kepala dan sontak kaget melihat jiwa Yagami transparan melayang di udara.
"Aaah, kamu siapa?" teriak Tn. Nathan jatuh dari kursinya. Yagami menepuk jidatnya.
"Ya ampun, Om. Ini aku, Yagami," balas Yagami mendekat ke arah Tn. Nathan yang masih ketakutan.
"Tidak mungkin, ponakan saya lagi koma di sana," balas Tn. Nathan menunjuk ke tubuh Yagami yang sedang terbaring.
Lalu jiwa itu ke sana dan masuk ke dalam tubuhnya. Kemudian keluar lagi.
"Nah percaya 'kan, sekarang?" kata Yagami keluar berdiri di depan Tn. Nathan.
"Kok kamu bisa keluar? Jangan bilang kamu sudah meninggal, tidak..." balas Tn. Nathan panik.
"Ya tidaklah, Om. Periksa saja detak jantungku masih berbunyi, lagian tanda itu akan lurus kalau orang-orang meninggal," balas Yagami menunjuk ke Ventilator dengan tanda garis masih bergelombang.
"Tapi kenapa kamu bisa keluar?"
"Ya aku juga tidak tahu, Om. Mungkin jiwaku bosan di sana," balas Yagami dengan santai.
"Tidak mungkin, ini pasti ada hal yang membuat jiwamu keluar saat koma," balas Tn. Nathan menerka-nerka.
"Itu tidak penting, yang jelas sekarang aku ingin sekolah," kata Yagami.
"Gimana caranya? Tubuhmu lagi koma sekarang dan hanya bisa berbaring. Jangan berangan-angan terlalu tinggi," balas Tn. Nathan mulai kesal.
"Om, buatkan aku tubuh palsu."
"Hahahaha, kamu pikir aku ahli dalam hal itu?" balas Tn. Nathan tertawa.
"Tenang saja, Om. Aku pernah mempelajari sedikit tentang cara meracik robot. Jadi, Om sisa siapkan tempat dan alat-alatnya. Nanti aku akan bimbing cara menciptakannya."
"Jangan ngawur kamu. Sana..kembali ke dalam tubuh kamu supaya cepat bangun. Malah tambah lama kamu koma kalau keluyuran seperti ini," balas Tn. Nathan tidak percaya dengan kata-kata Yagami.
"Kumohon, Om! Aku hanya ingin sekolah dan tidak ingin ketinggalan mata pelajaran," pinta Yagami mendekat ke samping Tn. Nathan.
__ADS_1
"Jangan terlalu dekat! Kamu membuatku merinding," balas Tn. Nathan menuju sofa duduk di sana.
"Lalu apa tang akan aku katakan sama Misca dan Kayo kalau kamu tiba-tiba bertemu mereka?"
"Katakan saja pada mereka kalau aku sudah bangun dari koma. Jadi, aku ingin sekolah di Kobe di SMA KAIJO."
"Baiklah, akan aku pikirkan. Kebetulan di rumah kami di Kobe ada ruang rahasia di balik rak buku dalam ruang baca pribadiku. Kita bisa gunakan sebagai laboratorium percobaan tubuh palsu kamu di sana."
"Yeiii, makasih banyak, Om. Jadi, kapan kita akan berangkat ke sana?"
"Besok lusa."
"Baiklah. Aku tidak sabar ingin segera menikmati masa-masa sekolah dan berkenalan dengan gadis yang kusuka," balas Yagami kegirangan.
Setelah itu, Tn. Nathan berbicara dengan dokter Jino agar tetap merahasiakan tubuh Yagami dan menjaganya selama ia kembali ke Kobe.
"Bisa 'kan dokter Jino memenuhi permintaan saya?"
"Bisa, Tuan. Saya akan menjaganya sebaik mungkin. Ini tidak sebanding dengan kepercayaan ayah Yagami kepada saya untuk sebagai pimpinan dari rumah sakit miliknya ini. Dan ketika dia bangun, dia akan menjadi pewaris rumah sakit ini," balas dokter Jino.
"Terima kasih banyak telah setia kepada keluarga kakak saya," kata Tn. Nathan tersenyum menepuk pundak dokter Jino.
Hari yang telah dijanjikan telah tiba. Tn. Nathan dan jiwa Yagami berangkat ke salah satu kota di Jepang yaitu Kobe, asal tempat lahir Tn. Nathan sekelurga sebelum pindah ke Amerika karena urusan bisnis.
"Halo."
"Sayang, karena ini hari libur sekolah, maka aku dan Kayo akan jalan-jalan ke luar negeri selama tiga bulan. Tidak apa-apa, 'kan?" Kata Misca dari dalam telpon.
"Tidak masalah. Hati-hati," balas Tn. Nathan gembira.
"Ya sudah, bye sayang." Tuut.
"Yes, ini kesempatan kita beraksi di rumah, Misca dan Kayo sedang diperjalanan ke luar negeri. Apa kamu bisa yakin selesai dalam tiga bulan itu sebelum sekolah dimulai?"
"Iya, aku yakin, Om. Asal kerjanya cepat dan alat-alat segera dikumpulkan."
Sesampainya di rumah, Tn. Nathan ditemani para pelayan di rumah segera pergi belanja kebutuhan sesuai instruksi Yagami.
Dua hari kemudian, alat yang dibutuhkan telah rampung di dalam ruang baca Tn. Nathan. Pelayan itu hanya heran melihat tingkah Tn. Nathan.
"Maaf, Tuan. Alat-alat ini untuk apa?" Tanya salah satu pelayan rumah.
"Sudah letakkan saja di situ. Kalian boleh keluar!" Balas Tn. Nathan kesal.
__ADS_1
"Baik,Tuan. Maafkan atas kelancangan kami!" Kata pelayan itu membungkukkan badan lalu keluar ruangan. Tn. Nathan segera mengunci pintu lalu menggeser rak buku ke samping dan meletakkan telapak tangannya di dinding hingga ruang rahasia yang dimaksud terbuka.
"Wah, ruangannya sangat bagus," kata Yagami segera masuk memperhatikan ruang segiempat dengan chat warna putih lengkap dengan ruang istrahat di dalam serta CCTV.
Alat-alat yang dikumpulkan Tn. Nathan dibawa masuk. Seketika mata Yagami tertuju pada banyaknya foto wanita yang terpajang di hampir seluruh ruangan.
"Om, siapa wanita-wanita di foto ini?"
"Aah, aku lupa memperkenalkan mereka padamu. Wanita ini adalah istri pertama saya yang masih saya cintai sampai sekarang. Dan gadis di sampingnya adalah anak kami berdua," jelas Tn. Nathan menunjuk serta memandangi foto itu dengan ekspresi sedih.
"Istri dan anak? Terus Tante Misca dan Kayo?"
"Saya terpaksa menikahi Misca karena dialah yang merawat kamu dari kecil. Dan sesuai janji padanya untuk meninggalkan anak dan istri saya asal kamu selamat," balas Tn. Nathan menghela napas.
"Itu adalah alasan yang konyol. Kenapa Om sampai rela berkorban meninggalkan istri dan anak yang masih dicintai demi saya?"
"Sebab saat itu, saya tidak punya pilihan lain dan syok. Satu-satunya keluarga yang masih hidup yaitu kamu yang masih usia sembilan bulan tapi malah koma. Kata pihak rumah sakit, hanya Misca yang bisa menyembuhkan kamu," balas Tn. Nathan mengambil salah satu foto di pajangan dinding dan menatapnya dengan sebuah penyesalan.
"Ada yang aneh, kenapa tante Misca mengajukan syarat?" gumam Yagami.
"Jadi, mereka sekarang tinggal di mana?"
"Mereka tinggal di Kobe. Setahu saya, mereka pindah setahun yang lalu yang tak jauh dari SMA KAIJO. Sekarang umur putri saya yang bernama Erika Nathan sudah menginjak 16 tahun kelas 2 SMA. Saya Yakin, dia bersekolah di sana juga. Saya harap, kelak kamu bisa menjaga dia," jelas Tn. Nathan mengelus foto di tangannya.
"Kenapa Om tidak menemui mereka?"
"Tidak mungkin, mereka telah membenciku karena menganggap aku selingkuh. Menurut kabar, putriku jadi membenci laki-laki."
"Hm, ternyata terjadi kesalahpahaman disini. Aku akan berjanji untuk memperbaiki hubungan kalian jika tubuh buatan ini berhasil."
Mendengar kata-kata Yagami, Tn. Nathan jadi semangat. Hari demi hari berlalu, akhirnya tubuh palsu itu itu pun berhasil dibuat. Yagami mencoba masuk ke dalamnya tapi belum bisa mengendalikannya akibat masih lembek.
BRUKH
"Duh, hasilnya belum bagus, Om. Harus diredam agar awet dan kuat. Nanti setelah jadi, kita harus berjemur setiap jam 12 siang agar hasilnya maksimal," kata Yagami tersungkur di lantai dalam tubuh palsu yang sangat mirip dengannya tapi mata yang berbeda.
Tiga bulan kemudian, tubuh itu pun selesai dan terlihat nyata seperti aslinya. Di saat itu Yagami diijinkan ke sekolah dan bertemu Erika saat di perpustakaan untuk pertama kalinya. Ia pun selalu naik ke atap untuk berjemur dan memperhatikan sikap Erika di sana setiap jam istrahat makan siang.
"Melarikan diri lagi?" sapa Yagami memperhatikan Erika dari atas tembok atap sekolah.
Jangan lupa singgah di novel SOUL EXCHANGE. makasih 😘😘
__ADS_1