CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 33


__ADS_3

Udara pagi yang cerah disertai kicauan burung-burung kecil yang keluar dari sangkarnya mencari makan di ranting pohon dan bunga pohon sakura membuat suasana hati Erika semakin berbunga-bunga. Sebab ia akan segera menjadi seorang ibu di masa depan. Yagami segera berangkat ke kantor lalu menghubungi Tn. Nathan ingin bertemu setelah jam kerjanya selesai.


"Halo, Om di mana?"


"Lagi di rumah, tumben sekali kamu baru ada kabar. Pindah juga tidak bilang-bilang sama Om. Ada apa?"


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Om, aku akan segera ke sana sekarang," balas Yagami menutup telponnya lalu bergegas ke luar kantor.


"Oh iya, aku belum mengabari Erika kalau aku akan telat pulang malam ini," gumam calon papa muda merogoh ponsel dari dalam saku celananya lalu mengetik beberapa kata di sana.


Yagami : My cute wife, maaf malam ini aku agak telat pulang. Ada hal yang harus aku urus terlebih dahulu. Jadi tidurlah duluan.


I love you 😘


Erika : Baiklah, hati-hati saat pulang nanti. Love you too 😚😚😚


Yagami : Siap my litle cute 😍


Erika : 😉😊😊


Setelah mereka mengirimkan pesan satu sama lain disertai senyam senyum menatap ponsel masing-masing, tanpa terasa Yagami pun tiba di rumah Tn. Nathan.


"Yagami, akhirnya kamu ke rumah juga. Apa sudah berubah pikiran tentang pernikahan kita?" Yagami hanya diam melewatinya menuju ruang baca Tn. Nathan.


"Om, aku masuk," kata Yagami membuka pintu ruang baca Tn. Nathan dan membicarakan maksud dan tujuan kedatangannya.


"Jadi, Erika hamil?" Tanya Tn. Nathan setelah mendengarkan penjelasan Yagami. Calon papa muda itu hanya mengangguk menundukkan kepala takut dimarahi oleh Tn. Nathan. Tapi ternyata kejadianya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan. Tn. Nathan malah memeluknya dan mengucapkan selamat.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Selamat ya, mulai sekarang tanggung jawabmu akan menjadi semakin berat. Apa kamu siap menahan setiap godaan di mas yang akan datang? Soalnya masalah sesungguhnya ada setelah menikah. Jangan sampai kamu goyah seperti Om yang tidak bisa menepati janjinya," kata Tn. Nathan memeluk erat Yagami.


"Makasih, Om. Aku janji dan akan berusaha menjaga dan mencintai Erika serta anak kami kelak," balas Yagami.


"Bagaimana jika ada wanita cantik yang menggodamu?"


"Maka aku akan mengatakan kepada mereka bahwa di mataku hanya ada satu wanita yang paling cantik di dunia, yaitu istriku."


"Apa kamu akan sanggup? Sebab, setelah menikah istrimu akan terlihat jellek di matamu. Dan semua wanita akan terlihat cantik dibanding istrimu."


"Tentu sanggup, Om. Aku akan bertanggung jawab padanya apapun yang terjadi."

__ADS_1


"Bagus, aku pegang kata-katamu. Ingat, rahasiakan kehamilan Erika dari tante Misca dan Kayo. Aku takut mereka akan berbuat jahat kepadanya."


"Siap, Om. Terima kasih sekali lagi."


"Akulah yang harus berterima kasih padamu, karena telah merubah sifat Erika sehingga mempercayai laki-laki. Tapi yang membuat aku jengkel adalah kamu menghamilinya sebelum nikah. Tapi untunglah kamu mau bertanggung jawab. Kumohon, jagalah dia dengan baik," ucap Tn. Nathan dengan serius.


Yagami tersenyum bahagia. Lalu mereka ke ruang tamu ingin bicara dengan Misca dan Kayo.


"Sebelumnya, aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan pertunanganku dengan Kayo. Jadi aku ingin acara tunangan kami dibatalkan," jelas Yagami saat mereka duduk di sofa ruang tamu saling berhadapan.


"Apa?" Tidak bisa. Kamu harus menikah dengan Kayo. Nathan, kamu harus beri tahu dia, siapa yang telah merawatnya dari kecil dan menyadarkannya dari koma," balas Misca dengan kesal. Kayo hanya bisa menangis.


"Misca, cukup. Masalah itu tidak ada hubungannya dengan Yagami. Akulah yang bertanggung jawab atas itu. Lagian aku sudah memenuhi keinginanmu untuk menikah denganku dan meninggalkan istri serta anak tercintaku. Jangan libatkan anak-anak kita, mereka tidak tahu apa-apa," bentak Tn. Nathan mulai kesal.


"Oh, jadi kamu masih mencintai istri pertamamu itu? Kasihan sekali dia, wanita yang malang dan bodoh diam saja suaminya aku rebut. Hahaha," balas Misca tanpa sadar kalau Kayo sedang ada di tengah-tengah mereka dengan wajah kaget mendengar pengakuan ibunya.


"Apa maksud Ibu? Merebut suami orang? Sejahat itukah, Ibu?" Tanya Kayo dengan kesal mata melotot menatap ibunya.


"Kayo, bukan begitu...dulu aku menyukai ayahmu, tapi dia tidak pernah melihatku dan bahkan sudah memiliki kekasih yaitu ibu Erika teman sekolah kamu dulu. Akhirnya aku merebutnya saat Naila mengandung Erika yang baru berusia 2 minggu. Hebat 'kan ibu, Nak, hahaha..."


"Cukup...ibu jahat, aku benci Ibu," balas Kayo berlari ke luar rumah sambil menyeka sisa air matanya. Yagami mengejarnya.


"Ini 'kan yang kamu mau, Nathan? Anakku sekarang menbenciku," teriak Misca kepada suaminya.


"Haaa...semuanya jadi kacau. Naila, tunggulah sebentar lagi," desah Tn. Nathan mengingat istri pertamanya.


"Kayo..tunggu, biar aku jelaskan semuanya," kata Yagami menangkap tangan Kayo.


Lalu Yagami menjelaskan semuanya kepada Kayo termasuk tentang Erika. Akhirnya Kayo sadar walau di hatinya Yagami susah digantikan oleh siapapun secepat itu.


"Makasih karena kamu menyadarkanku tentang arti sebuah cinta dan pengorbanan. Hampir saja aku menjadi orang jahat seperti ibuku. Maafkan aku, Yagami. Mohon sampaikan permintaan maafku terhadap Erika."


"Syukurlah kalau kamu akhirnya sadar. Di dunia ini cinta memang sulit. Kadang kita mencintai apa yang sudah dimiliki oleh orang lain, tapi bukan berarti kita harus memilikinya. Kita harus sadar dengan posisi itu dan melepaskan apa yang seharusnya bukan milik kita. Merebutkan dengan berbagai cara sama saja dengan merendahkan harga diri," jelas Yagami membuat Kayo semakin terisak.


"Iya, hufh," balas Kayo menundukkan kepala dengan wajah penuh air mata.


"Bisa aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" pinta Kayo.


"Baiklah, sini," balas Yagami melebarkan tangannya. Kayo pun memeluknya dengan erat dengan deraian air mata.

__ADS_1


"Sudah, adekku, jangan menagis lagi," kata Yagami menepuk belakangnya.


"Ya sudah, sana pulang. Erika mungkin sedang menunggumu, Kak," balas Kayo pura-pura tegar. Yagami pun membalikkan badan meninggalkannya sendirian di taman. Mata Kayo terus menatapnya dari belakang dengan tetesan air mata mulai deras lagi.


"Selamat tinggal cintaku. Mungkin, inilah yang terbaik buat kita. Melepaskanmu adalah hal yang terberat bagiku. Tapi, daripada bertahan tapi menyakitkan dan meyayat hati. Wuuuaaaahhhhhh....wuaaaahhh..." rintih Kayo tersungkur menangis sendiri di taman berteriak.


Yagami : Kamu sudah tidur?


Erika : Belum. Aku menunggumu 😁


Yagami : Baiklah, aku akan segera ke sana 😘


Erika : Aku ingin makan Takoyaki 😙


Yagami : Aku akan belikan buatmu 😆


Erika : Yesss...love you hubby 😘😘😘😍


Yagami : 😍😍😍😍😘😘


Beberapa menit kemudian, Yagami pulang membawa sebungkus Takoyaki salah satu makanan khas Jepang berbentuk bola-bola jecil yang dibuat dari adonan tepung diisi potogan gurita kecil yang diameternya 3-5 cm.


"Kok kamu lama sekali," tanya Erika memeluk Yagami.


"Kenapa? Kamu kangen?"


"Iya, kangen sekali."


"Sebenarnya, aku baru dari rumah Kayo bertemu ayah kamu serta tante Misca. Pertunangan kami dibatalkan. Walau ibu Kayo tidak setuju," jelas Yagami memeluk erat Erika sambil mengecup kepalanya. Erika hanya diam sejenak.


"Bagimana dengan Kayo?"


"Dia setuju dan kami jadi adek kakak seperti semula. Walau baginya ini sangat sulit dan berat," balas Yagami.


"Kasihan juga," kata Erika dengan napas berat.


"Diatas kebahagian kita, ada orang yang sedang tersakiti. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur."


"Iya, aku mengerti. Makasih." Erika merapatan wajahnya di dada calon ayah dari anaknya kelak.

__ADS_1



Jangan lupa singgah di novel SOUL EXCHANGE ya. makasih 😘😘


__ADS_2