CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 35


__ADS_3

"Hubby, gimana kalau kita ganti tempat saja. Aku ingin ke pemandian air panas," kata Erika sambil meletakkan kepalanya di perut Yagami diatas tempat tidur saat malam. Tangan Yagami mengelus kepala calon ibu dari anaknya kelak.


"Baiklah my litle cute. Aku akan kabari yang lain," balas Yagami.


Keesokan harinya mereka tengah bersiap-siap menuju pemandian air panas lengkap dengan peralatan mereka. Kise tiba tepat waktu nyengir ke arah Kayo yang hanya memasang wajah datar. Lalu ia mendekat ke arah Yagami.


"Hei, adek kamu kemarin sudah bisa tersenyum kepadaku. Kenapa sekarang jadi jutek begitu?" Bisik Kise ditelinga Yagami.


"Wajarlah, wanita itu moodnya mudah berubah. Kejar saja terus, lama-lama juga dia akan luluh. Percaya sama aku," balas Yagami tersenyum sambil mengangkat barang-barang ke dalam mobil yang akan di parkir di dekat sannomiya lalu naik Mt. Rokko Cable Car ke gunung Rokko yang telah beroperasi sejak tahun 1932.


"Biar aku yang bawakan tas kamu," kata Kise menyodorkan tangan ke arah Kayo hendak membantunya.


"Tidak usah. aku bisa bawa sendiri," balas Kayo dengan wajah seperti biasa agak judes. Mirip dengan Erika saat masih sekolah. Yagami hanya bisa menahan tawa. Kayo melewatinya. Mata Kise dan Erika saling menatap, keduanya saling memberi senyuman. Dan Kayo memperhatikan senyum tulus di wajah Kise yang berbeda saat ia tersenyum kepadanya. Hatinya semakin yakin kalau Kise hanya menjadikannya sebagai pelampiasan. Makanya ia tidak merespon pria yang mulai agak blak-blakan itu akibat trauma tidak ingin wanita yang ia jaga perasaan dan dicintainya diambil oleh orang lain. Ia tidak ingin hal itu terulang kembali untuk kedua kalinya.


Setelah di atas Cable Car yang modelnya lawas, mereka menikmati udara sejuk nan segar melewati hutan Mount Rokko. Kise duduk berdampingan dengan Kayo yang hanya mengalihkan pandangan ke arah lain. Mata Kise terus saja menatapnya. Ia akan pura-pura menatap ke arah lain saat Kayo mulai meliriknya.


Sementara kedua pasangan Erika dan Yagami kemudian Naila dengan Tn. Nathan, saling bergandengan tangan di dalam kereta. Yagami mengedipkan mata ke arahnya dengan sebuah kode sambil meletakkan kepala di bahu Erika dengan manja. Kise semakin geram dibuatnya. Namun ia hanya tersenyum. Masih ada juga rasa cemburu yang membekas di hati Kayo menyaksikan kemesraan kedua kakaknya itu. Kise tahu apa yang ada di dalam pikiran Kayo. Hanya saja ia menahan perasaan ingun mengganggunya untuk waktu yang tepat.


"Hubby, kok kita ke gunung Rokko, bukannya ke pemandian air panas?" Tanya Erika. Yagami mencubit pipi imut itu dengan kedua tangan.


"Iya memang kita akan kesana. Tapi kita singgah dulu di gunung menikmati pemandangan dari sana. Sekalian mengenang pertama kali kita....."


Sebelum melanjutkan kata-katanya, tangan Erika sudah menutupi mulut Yagami.


"Ihh, jangan dibahas lagi. Memalukan tahu," kata Erika memonyongkan bibir. Yagami malah menjilat telapak tangan wanita mungil itu.


"Aakhh, bukkhh, dasar..." kata Erika memukul kepala Yagami.


"Lagian kenapa kamu masih malu? Kamu 'kan sudah mengandung hasil dari perbuatan kita," sambung Yagami lagi semakin membuat wajah Erika memerah.


"Kamu....aaarght. Diam, siang dan malam bagi wanita itu jauh berbeda. Itu hal yang tidak bisa dibahas di siang hari," ketus Erika membuang wajah ke arah lain dan ternyata Kise maupun Kayo sedang memperhatikan mereka. Ia pun tambah malu lalu segera meletakkan kepalanya di dada Yagami.


"Kenapa?" Tanya Yagami merangkulnya.


"Tidak apa-apa, biarkan aku seperti ini sebentar," balas Erika.


Tanpa terasa mereka pun tiba di gunung Rokko dan menikmati pemandangan Kobe dan Osaka dari sana. Tiba-tiba kaki Kayo terpeleset saat ingin berpindah tempat ke samping Yagami akibat merasa gelisah diikuti terus oleh Kise.


"AAAAH," teriak Kayo hampir saja jatuh ke tanah tapi segera ditangkap oleh Kise hingga mata mereka berpapasan.

__ADS_1


"Eh, makasih banyak," kata Kayo berusaha bersikap tenang melepaskan diri dari genggaman Kise.


"Sama-sama," balas Kise menghembuskan napas.


Kise dan Kayo masih tetap menahan rasa sakit hati yang mereka alami akibat ditolak oleh kedua pasangan yang kini semakin mesra di mana-mana. Melihat Erika dan Yagami membuat hati mereka semakin bergejolak ingin segera lepas dari sana. Hanya saja, melupakan seseorang yang telah melekat di hati untuk sekian lama tidak semudah yang dibayangkan. Butuh waktu agar perasaan itu lepas dan hilang dengan sendirinya.


Sore pun menjelang, hingga pemandangan dari sana tertutupi oleh gelapnya malam. Yang tampak hanyalah kilauan lampu yang kerlap kerlip di seluruh kota. Mereka merasa lapar lalu menuju restoran terdekat di sana.


Yagami dan Erika saling menyuapi. Tak kalah mesra juga dengan Naila dan Tn. Nathan. Kise dan Erika hanya duduk bersebelahan saling diam sesekali menyaksikan kemesraan kedua pasangan di depan mereka. Lalu mata Kise menangkap wajah murung Kayo saat menatap Yagami. Tersirat wajah sedih di sana. Lalu ia berusaha mencairkan suasana.


"Yagami, setelah ini kita akan kemana?" Tanya Kise.


"Kita akan ke pemandian air panas. Erika sangat ingin ke sana," balas Yagami menatap Kise.


"Wah seru, iya 'kan Kayo?"


"Terserahlah, aku ikut kemana kalian pergi," balas Kayo melanjutkan makanannya tanpa ekspresi. Yagami dan Erika memperhatikan mereka. Kayo berusaha menghindari Kise.


Usai menyantap makanan di restoran terdekat, mereka pun naik Rope Way yang membawa penumpang dari gunung Rokko ke pemandian air panas Arima Onsen sambil menikmati pendangan dari atas. Sesampainya di sana, mereka memilih Kanpo no Yado Arima yang berasal dari sumber air khusus sekaligus hotel penginapan. Mereka akan berendam melepas penat seusai berkunjung ke gunung Rokko.


Setelah memesan tiket di resepsionis mereka menuju kamar masing-masing. Di sana sudah lengkap dengan pemandian khususnya.


"Maaf, aku sendiri saja," balas Kayo bergegas pergi. Kise merasa kesal terhadap Kayo.


Sementara kedua pasangan Erika dan ibunya memasuki ruangan masing-masing.


"Pelan-pelan, nanti kamu jatuh," kata Yagami kepada Erika memegang tangannya memasuki pemandian khusus.


"Iya, makasih, cup," balas Erika mengecup pipi Yagami.


"Kamu sedang menggodaku?" Balas Yagami memeluk Erika di dalam air dari belakang.


"Ti.. tidak," kata Erika blushing menatap ke arah depan. Yagami mengecup tengkuk lehernya.


"Hati-hati, jangan berbuat macam-macam. Usia kehamilanku masih sangat muda."


"Bukankah tidak apa-apa, asal pelan saja. Malahan kata dokter, bersentuhan fisik semakin membuat janin kuat," jelas Yagami terus mengecup bagian belakang tubuh Erika sambil memeluknya.


"Alasan saja," balas Erika menyentuh tangan Yagami di tubuhnya. Ia pun dilahap oleh Yagami sampai selesai mandi. Hal yang sama dilakukan oleh Tn. Nathan dan Naila di kamar masing-masing.

__ADS_1


Sementara Kise semakin kesal karena Kayo terus saja menghindarinya. Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar Kayo.


Tok..tokk..


Saat Kayo membuka pintu, Kise langsung nyosor masuk kamarnya dan menutup pintu secepat kilat masih dalam handuk mandi diikat seperti Yukata. Ia mendekat ke arah Kayo dan menghimpitnya di dinding tembok.


"Ka..kamu mau apa?" Tanya Kayo terbata-bata.


"Kenapa kamu terus menghindariku?" Tanya Kise dengan serius.


"Tidak apa-apa, wajar 'kan, kita tidak saling kenal," balas Kayo melirik ke arah lain.


"Kamu pembohong, kita satu sekolah sejak sma," kata Kise semakin mempererat pegangan tangannya.


"Terus apa masalahnya jika aku menghindarimu," balas Kayo menatap serius Kise.


"Itu sangat masalah, karena aku ingin dekat denganmu."


"Bohong, kamu hanya menjadikanku sebagai pelampiasan. Di hatimu masih ada Erika. Begitupun denganku masih ada Yagami di sana."


"Lalu, apakah kamu akan terus seperti itu? Ingat mereka sudah bersama. Dan aku akan terus membuatmu percaya padaku."


"Bukan urusanmu, aku terus begini atau tidak."


"Siapa bilang bukan urusanku? Kamu sudah tidur denganku. Dan aku akan bertanggung jawab."


"Hoh, jadi kamu hanya merasa bersalah karena itu? Jika memang demikian maka lupakan saja."


Kise semakin kesal lalu mencium leher Kayo dan melepaskan setiap apa yang dikenakan wanita yang baru saja patah hati itu. Ia pun menikmati sekali lagi tubuh Kayo dengan paksa. Kayo hanya menyerah saja sambil mengeluarkan air mata mengingat setiap momen kebersamaannya dengan Yagami. Ia pun menutup mata dan membayangkan jika yang tengah melahap every inch of her body saat ini adalah Yagami pria yang dicintainya dari kecil.


*To be continue....


Makasih telah baca 😘


Singgah juga di novel SOUL EXCHANGE ya😉


Spoiler Gaya rambut baru Kise di Part 36*


__ADS_1


__ADS_2