CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 22


__ADS_3

Di depan rumah Erika, mobil warna merah menyala yang telah mengantarnya telah tiba. Gadis yang bermulu mata hitam itu pun keluar dari sana. Naila yang kebetulan pulang dari mini market memperhatikannya dan Yagami.


"Makasih sudah mengantarku," kata Erika tersenyum kepada Yagami di depan pintu mobil. Yagami membalasnya dengan senyuman pula.


"Kok hanya terima kasih, Nak. Ajak Yagami masuk dulu minum teh, kalian 'kan sudah lama tidak bertemu," kata Naila yang tiba-tiba mengagetkan Erika dari belakang.


"Ayo masuk dulu, Nak!" Kata Naila kepada Yagami. Tapi ia hanya tersenyum bingung.


"Oh iya, aku belum memperkenalkan kalian, Yagami, ini ibuku. Dan ini Yagami, bos perusahaan yang menerimaku kerja kemarin, Bu," kata Erika memperkenalkan mereka berdua.


"Tidak usah diperkenalkan, kami sudah kenal dari dulu, iya 'kan, Nak Yagami?" kata Naila tersenyum lagi ke Yagami. Seperti biasa pria berambut hitam itu hanya tersenyum.


"Bu, dia...."


"Pantasan saja kamu menghilang selama itu, ternyata lagi membangun sebuah usaha, ya. Wah pacar anakku memang hebat," tambah Naila memotong kata-kata anaknya.


"Bu, sudah, dia bukan Yagami," kata Erika sontak membuat Naila kaget berbalik ke arahnya.


"Apa maksud kamu? Jelas-jelas dia Yagami, tadi juga namanya Yagami, kamu mau membodohi Ibu, ya?" tanya Naila masih mengira kalau itu Yagami yang dulu.


"Bos, pulang saja dulu! Aku mau bicara dengan ibuku," kata Erika kepada Yagami.


"Baiklah, Tante, aku pamit dulu," kata Yagami lalu menyalakan mobilnya dan melaju pergi dalam sekejab sambil memperhatikan Erika dari dalam kaca spionya sambil tersenyum.


Erika masuk ke dalam rumah diikuti oleh ibunya lalu menutup pintu.


"Bu, yang tadi itu bukan Yagami pacar aku, kebetulan saja namanya sama," kata Erika dengan wajah sedih.


"Kok bisa sih, wajah mereka sangat mirip. Aku yakin itu dia," balas Naila.


"Tapi, Bu. Mata mereka berbeda."


"Kalau masalah mata sih, memang berbeda, tapi jaman sekarang bisa memakai soplens, kok," balas Naila.


"Kalau memang dia itu Yagamiku, kenapa dia melupakanku dan menjadi orang lain bagiku sekarang," balas Erika lagi lalu menuju sofa duduk.


"Apa? Dia melupakanmu? Aku yakin itu hanya alasannya saja, dasar ya pria. Mereka rata-rata pembohong," ketus Naila.


"Dia tidak pura-pura, Bu. Aku sudah bersamanya, sifat dia dengan Yagami sangat beda, lagian sekarang dia sudah tunangan dengan putri ayah," balas Erika menundukkan kepala.

__ADS_1


"Apa? Aarght, ayahmu itu masih belum puas ternyata menghancurkan hidup kita. Aku harus buat perhitungan dengannya," kata Naila dengan kesal.


"Sudah, Bu. Jangan cari gara-gara, biar aku yang menyelidiki semuanya, aku sayang Ibu, hanya Ibu yang aku punya, kumohon...jangan tinggalkan aku seperti ayah dan Yagami," kata Erika segera berdiri memeluk ibunya disertai air mata. Naila membalas pelukan hangat anaknya.


"Iya, Ibu janji. Kamu juga jangan terlalu memikirkan Yagami," balas Naila mengelus kepala putri semata wayangnya dengan lembut.


"Si Nathan itu, awas saja jika kamu berani menyakiti putriku, aku tidak akan tinggal diam," gumam Naila dalam hati.


****


"Sayang, kamu sudah pulang?" kata Kayo menjemput Yagami di depan rumah sambil menggandeng tangan tunangannya itu.


Yagami hanya tersenyum tipis.


"Kenapa aku tidak merasakan apapun jika bersama dengan Kayo? Pikiranku malah dipenuhi oleh sekertaris yang baru sehari masuk kantor. Bahkan sekarang pun pikiranku dipenuhi olehnya. Erika, siapa kamu sebenarnya," gumam Yagami menghela napas panjang berjalan memasuki rumah bersama Kayo.


"Kamu kenapa? Lagi banyak pikiran? Cerita dong sama aku. Sebentar lagi 'kan kita jadi suami istri. Jadi, jangan ada yang disembunyikan, ya," kata Kayo lagi mendempetkan badan dengan meletakkan kepala di pundak Yagami saat duduk di sofa ruang tamu. Yagami hanya diam lagi.


"Mesranya calon pengantin, ini minum dulu," kata Misca yang tiba-tiba muncul dari dapur membawa segelas minuman.


"Ah, mama bisa saja, hehe." Kayo salah tingkah. Sementara Yagami biasa saja.


"Ya sudah, aku naik ke kamar dulu," kata Yagami sambil berdiri menuju kamar lantai dua. Kayo dan Misca saling menatap.


"Aku juga tidak tahu, apa gara-gara dia bertemu Erika di kantor makanya dia seperti ini?"


"Mereka bertemu? Kenapa bisa?"


"Erika menjadi sekertaris dia, Ma."


"Aduh, kok bisa begini, bisa jadi ingatannya kembali lagi. Ayah kamu bilang dia hilang ingatan dan hanya mengingat kita bertiga," balas Misca panik.


"Bagaimana ini, Ma. Aku tidak mau dia merebut Yagami lagi," kata Kayo dengan manja.


"Tenang saja, nanti saya diskusikan dengan Yagami dan ayahmu agar mengeluarkannya dari kantor," balas Misca.


****


Tanpa terasa, pagi telah tiba. Erika tengah bersiap-siap ke kantor dengan pakaian seragam rok warna hitam dipadukan dengan kemeja maroon.

__ADS_1


Yagami dan Kise malah bersamaan datang menjemputnya di depan rumah dengan mobil ferrari namun warna yang berbeda yaitu kuning dan merah.


Erika yang baru keluar rumah terkejut melihat kedua pria tampan rambut kuning kecoklatan dan rambut hitam sedang berdiri bersandar di depan mobil mereka masing-masing. Yagami memakai kemeja coklat muda celana hitam dan jam tangan hitam pentovel sehingga terlihat rapi, sedangkan Kise memakai baju santai kaos polos warna kuning celana selutut warna hitam dan kets warna hitam pula tali putih.


"Kalian kenapa berdiri di depan rumahku?" tanya Erika berjalan keluar membuka pagar rumah.


"Jemput kamu," kata mereka bersamaan lalu saling menatap seperti harimau dan singa yang siap saling menerkam.


"Yuk, sama aku saja, kenapa kamu sama dia, pria yang tidak tanggung jawab tanpa kabar selama bertahun-tahun, huh," kata Kise menyindir Yagami tanpa mengetahui kalau dia sedang hilang ingatan dalam tubuh yang berbeda.


"Apa maksud kamu, jelas dia lebih pantas bersamaku ke kantor, karena dia adalah sekertaris pribadiku," balas Yagami menatap Kise dengan wajah cool yang serius. Kise terperanga lalu menoleh ke arah Erika.


"Apa benar, kamu jadi sekertaris dia? Kamu masih mau memberikan kesempatan kepada pria brengsek yang telah meninggalkanmu selama bertahun-tahun?" kata Kise menunjuk ke arah Yagami dengan kesal. Yagami mengeryitkan dahi.


"Erika, ayo kita berangkat, meeting sebentar lagi akan mulai," kata Yagami menarik tangan tangan Erika ke mendekat ke mobilnya tapi dihentikan oleh Kise.


"Tidak, dia harus bersamaku," balas Kise menarik salah satu tangan Erika.


"Sudah, kamu sama aku atau dia?" kata Yagami menatap Erika. "Tapi kalau kamu memilih bersamanya, kamu akan aku pecat," kata Yagami serius.


"Tidak masalah, Erika. Sama aku saja, kalau dia memecatmu, kamu bisa kerja di kantorku," balas Kise menatap tajam Yagami.


Karena pekerjaan itu sangat penting buat Erika, didapatkan secara bersusah payah demi ibunya juga, maka ia memilih Yagami.


"Maaf, Kise. Karena ini menyangkut pekerjaanku, maka kali ini aku akan bersama dengan bos Yagami ke kantor, lain kali kita jalan-jalan lagi, ya. Makasih atas perhatiannya," kata Erika menatap Kise hingga ia melepaskan genggaman tangannya. Yagami hanya bisa tersenyum saat Erika masuk ke dalam mobil Yagami. Ada rasa cemburu di dalam hati Kise menatap mobil merah itu melaju pergi membawa wanita yang dicintainya.


"Dia siapa?" Tanya Yagami.


"Teman sejak SMA," balas Erika.


"Sepertinya dia menyukaimu."


"Iya, aku tahu itu," balas Erika membuat Yagami membelalakkan mata. Ada juga perasaan cemburu di hatinya.


"Aah aku kenapa begini, aku 'kan sudah bertunangan," gumam Yagami dalam hati sambil menyetir ke kantor Grup A miliknya.


Sesampainya di kantor, mereka menaiki lifh pribadi Yagami. Saat masuk ke dalam ruang Yagami, Erika malah tersandung dan Yagami segera meraih tangannya hingga mereka jatuh bersamaan. Jadinya Yagami di posisi bawah ditindih Erika dari atas dengan mata tertutup.


BRUKH

__ADS_1


Erika membuka mata lalu kaget melihat Yagami di bawahnya. Wajah mereka sangat berdekatan, hingga membuat keduanya saling menatap merona. Tanpa sadar, tangan Yagami meraih kepala Erika dan mendorongnya semakin mendekat ke wajahnya hingga kedua bibir mereka bertemu disertai mata tertutup.


jangan lupa mampir di novel SOUL EXCHANGE ya 😉😉


__ADS_2