
8 Agustus adalah hari Hanabi di Jepang. Hanabi adalah pesta kembang api yang diadakan di Jepang bahkan seluruh dunia setiap awal tahun.
Dan kali ini, Yagami dan Erika tengah bersiap-siap menuju festival kembang api di Minato Kobe (Kobe, Hyogo). Yagami seperti biasa menjemput Erika yang tengah bersiap-siap dalam balutan Yukata (pakaian malam tahun baru) dengan warna maroon blis gold camput bunga-bunga warna putih dengan sanggul jepit warna maroon serta tas jinjing unik dari kain tenun warna hitam tali maroon. Tidak lupa pula ia memakai sendal jepit dengan hak 5 cm dari kayu dicet hitam serta tali maroon. Sementara Yagami dengan Yukata warna hitam blis putih sendal jepit warna hitam tali putih.
"Kamu cantik sekali dalam Yukata itu," puji Yagami kepada Erika ketika turun dari lantai 2 kamarnya habis didandani oleh ibunya.
"Makasih," balas Erika tersenyum sambil menjinjing tas kecilnya.
"Kalian hati-hati di sana dan jangan pulang terlalu larut malam!" Kata Naila kepada putrinya dan Yagami.
"Iya, Bu."
"Siap Tante."
"Yagami, saya titip jaga Erika, ya," kata Naila lagi tersenyum.
"Baik, Tante. Jangan khawatir, dia aman bersamaku."
Mereka pun berangkat dengan mobil merah Yagami menuju pelabuhan Kobe pada jam 18.30 dan tiba di sana pada jam 19.00. Mereka memarkir mobil di tempat khusus parkiran dan berjalan menuju pinggir pelabuhan. Mereka duduk di tempat yang telah dipersiapkan khusus buat presdir Yagami. Di belakang mereka berdiri para pengawal dengan pakaian serba hitam.
Tepat pukul 19.30, kembang api pertama diluncurkan dari kapal dengan warna merah tua sebagai pembukaan selamat datang di Kobe. Setelah itu kembang api tidak henti-hentinya diluncurkan dengan cahaya warna-warni dan horizontal secara bertahap sehingga membungkus pelabuhan Kobe. Ada yang mirip dengan jantung dan tarian jepang, ada juga berbentuk bunga dan kontras dengan biru perak yang indah dan berbagai macam warna lainnya sehingga memperindah pemandangan.
Erika dibuat takjub dengan indahnya kembang api itu, Yagami menopang kepalanya miring ke samping diatas kursi khusus buat mereka memperhatikan wajah imut kekasihnya dengan mata berbinar-binar tanpa berkedip menyaksikan berbagai macam hanabi yang indah di langit malam. Lalu tangan Yagami meraih wajah itu dan mengarahkannya ke wajahnya dengan meninggalkan sebuah kecupan di sana sehingga Erika terganggu dan salah tingkah dibuatnya.
"Apa yang kamu lakukan? Iih dasar pengganggu," cetus Erika menggembungkan pipi.
"Kamu terlalu serius, jadi aku ingin menggodamu sedikit," kata Yagami tersenyum menatap kekasih cutenya.
"Hum, sudah..aku mau mengabadikan momen ini dengan sebuah vidio dan foto," balas Erika merogo sebuah ponsel dari dalam tasnya.
Cekrek..cekrekk...cekrek..
Ia pun mengambil beberapa foto. Yagami merebut ponsel itu dari tangan Erika dan menempelkan pipinya di pipi Erika mengambil gambar mereka berdua dibawah kembang api warna biru yang menyatu ke laut dan langit.
"Gimana, kamu suka?" Tanya Yagami mengelus kepala Erika.
__ADS_1
"Hm, suka sekali. Makasih banyak," balas Erika dengan spontan langsung memeluk Yagami.
"Hee, jangan salahkan aku ya, kamu yang mulai duluan," kata Yagami mulai mempertemukan bibirnya dengan bibir tipis Erika di bawah kembang api berbentuk hati warna merah menyala.
"Hm...lepaskan! Kita lagi di keramaian," kata Erika mendorong tubuh Yagami.
"Aku tidak peduli, lihat mereka," balas Yagami menunjuk ke arah para penduduk yang kebanyakan bermesraan saat kembang api betuk hati diluncurkan.
Setelah satu jam lamanya, pesta kembang api pun selesai. Namun hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Yagami dan Erika menuju motel terdekat. Mereka pun menyewa satu kamar di nomor 404.
"Yagami, aku telpon ibuku dulu ya," kata Erika merogo ponsel dari dalam tas kecilnya.
"Tidak usah, aku sudah menelponnya tadi dan ia mengijinkan kita bermalam," balas Yagami.
"Ibu mengijinkan kami? Kok bisa dia mengijinkan anaknya bermalam dengan laki-laki?" Gumam Erika masih gugup walau sudah beberapa kali ia berduaan dengan Yagami. Berbagai pikiran aneh pun bermunculan di benaknya sembari menggigit bibir tipisnya.
"Duh, bagaimana ini. Aku sangat gugup," gumamnya lagi.
"Kamu kenapa gemetar begitu? Dingin?" Tanya Yagami mendekat ke arahnya.
"Aaakkh, kamu duluan mandi saja. Nanti aku terakhir," kata Erika membalikkan badan hendak meninggalkan Yagami tapi tangan Yagami segera meraihnya dan menggendongnya ke dalam bathtup dengan baju belum dilepaskan.
"Huaah, lepaskan aku. Ini tidak wajar, perempuan dengan laki-laki mandi bersama," rontah Erika hendak keluar dari sana tapi Yagami terus merangkulnya dengan erat dari belakang.
"Apanya yang tidak wajar. Kita sudah saling memahami sampai terdalam. Tidak ada lagi rahasia diantara kita. Sudah, duduk tenang biar aku yang mandikan sampai selesai," balas Yagami perlahan melepas apa yang dikenakan Erika lalu menaburkan busa sabun di seluruh tubuhnya.
"Aaarrght...dasar kamu big mesum yang brengsek," teriak Erika dalam kamar mandi yang akibat Yagami selalu menggodanya.
"Jangan pegang yang itu, dasar..." kata Erika lagi menepis tangan Yagami.
"Memangnya kenapa? Aku bahkan bukan lagi sudah memegangnya loh, haha," goda Yagami lagi sambil tertawa memperhatikan tingkah lucu akibat gugup dengan wajah merona kekasihnya itu. Hingga ia semakin tidak tahan ingin terus menggodanya.
"Hentikan! Jangan diteruskan lagi! Kamu kenapa tidak peka sekali, sih. Wanita itu sangat sensitif walau hanya dengan kata-kata," cetus Erika berbalik menatap Yagami hingga matanya melotot akibat mata mereka bertatapan.
"Kenapa kamu berbalik? Apa kamu ingin menggodaku dan membangkitkan hasratku yang sedari tadi tertahan?" Tanya Yagami dengan mata sayup menatap wajah Erika yang masih tercengang lalu dengan cepat ia berbalik arah dan hendak keluar dari bathtup.
__ADS_1
"Aku sudah selesai. Kamu bisa tutup matamu sampai aku keluar?" Kata Erika berbalik ke Yagami dengan wajah malu-malu.
"Haah, dia sangat cute sekali saat malu begitu," gumam Yagami senyam-senyum meletakkan kedua telapak tangannya di wajah menutupi matanya.
"Baiklah, cepat keluar..!" katanya.
Erika pun segera keluar dari sana dan segera berdiri mengambil handuk. Yagami membuka jarinya sehingga ada celah untuk mengintip Erika yang telihat jelas dari belakang. Ia pun segera berdiri lalu mengapit Erika di tembok dengan kedua tangan yang belum sempat mengenakan handuk dan hanya menutupi bagian depan dengan kedua tangan.
"Ka...kamu mau berbuat apa?" Tanya Erika menatap Yagami dengan merona.
"Menurutmu?" Balas Yagami dengan napas berat menggigit telinga Erika lalu ke bibir tipis itu. Erika pun berusaha mendorong roti sobek yang indah itu dengan meletakkan kedua tangan di dada Yagami sehingga handuk yang berusaha menutupi tubuhnya jatuh seketika ke lantai. Kedua tangan Yagami segera membawanya menuju tempat tidur dengan bedcover warna putih senada. Lalu Yagami menikmati makan enak nan empuk dari tubuh Erika yang kenyal harum menggoda hingga pagi tiba.
Ring..ring..ring..
Ada sebuah telpn yang masuk di ponsel Yagami yang masih terlelap tidur akibat kekenyangan semalam suntuk. Erika membuka mata menatap wajah kekasihnya.
"Dia sangat tampan ketika tidur, berbeda saat dia menggodaku..sangat menjengkelkan tapi aku mulai suka," kata Erika meletakkan salah satu tangannya di pipi Yagami dengan jari memainkan telinganya. Hingga tangan Yagami menangkapnya dan membuka mata.
"Kamu masih ingin aku makan?" katanya menatap Erika.
"Bu..bukan begitu..tapi aku ingin membangunkanmu karena ponsel kamu dari tadi bergetar," kata Erika menarik tangannya dari sana. Yagami segera bangkit dari tidurnya sambil mengecup kening Erika.
"Selamat pagi, my cute." Erika melebarkan mata dengan kedua tangan di pipi diikuti senyum bahagia menatap Yagami segera turun dari tempat tidur hanya dengan celana panjang mengambil ponselnya.
"Halo, ada apa, Pak Anton?"
"Boss, kami menemukan kejanggalan dari kecelakaan kekuarga anda 23 tahun yang lalu."
"Apa?" kata Yagami terkejut. Sebab ia masih menyuruh orang ahli untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa keluarganya beserta dirinya sebelum koma.
Jangan lupa singgah di novel SOUL EXCHANGE ya.
Makasih 😘😘
__ADS_1