
Pagi yang cerah menjelang tahun baru di Kobe. Yagami tengah sibuk menelpon Kise, Hiro, dan Kayo untuk datang makan bersama di rumah Yagami. Demi kumpul keluarga. Sebab, di Jepang termasuk negara yang berbeda dalam merayakan tahun baru. Mereka lebih memilih untuk berkumpul dengan sanak saudara atau keluarga di dibanding keluar jalan atau menuju tempat-tempat tertentu untuk merayakannya. Walau demikian, negara tersebut tetap membuka wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati malam tahun baru di luar.
"Kirim pesan saja Hubby. Mungkin mereka sedang sibuk," kata Erika memeluk suaminya dari belakang.
"Baiklah."
Yagami : kise, kamu sibuk malam ini?
Kise : tidak juga. memangnya kenapa?
Yagami : datang ke rumah ya. kita adakan acara makan-makan sekalian kumpul keluarga dan reunian.
Kise : kumpul keluarga? 😍😍 berarti aku sudah diakui sebagai keluarga dong 😎
Sebentar adek ipar kamu ini akan menjemput istrinya Kayo yang so beautifully 😆😆
Yagami : Huu, jangan pede kamu.
Kise : tapi kenyataan begitu kan? Sudah terima kenyataan saja bahwa kita akan segera menjadi keluarga 😎😎
Yagami : Jangan pede dulu, memangnya Kayo sudah menerima kamu?
Kise : sudah dong 😆😆
Yagami : huuh, ya sudah, tangan aku pegal nih mengetik.
Kise : salah sendiri tidak telpon 😂😂
Yagami : lah tadi sudah, kamunya saja sok sibuk 😒
Kise : 😂😂😂 lagi telponan dengan calon istri
Yagami : sudah sana jemput dia
Kise : siap kakak ipar 😘😉😉
Yagami : 👊👊😠😠
"Kenapa senyum-senyum sendiri habis chatan sama Kise?"
"Dia lucu jika membahas Kayo. Sepertinya mereka akan baik-baik saja, jadi kamu tidaj usah khawatir lagi, ya," balas Yagami mengecup puncak kepala Erika.
"Iya, Hubby. Love you."
"Love you too. Ayo ke ka bawah. Tante dan om Nathan sedang menunggu di ruang tamu."
"Kenapa kamu masih memanggil mereka tante dan om? Mereka 'kan sudah menjadi orang tua kamu juga."
"Hanya belum terbiasa saja."
"Ya sudah, mulai sekarang biasakan, ya."
Yagami hanya tersenyum menganggukkan kepala ke arah istrinya yang tengah mengandung 8,5 bulan. Perutnya sudah membesar. Tangannya merangkul tangan imut itu menuju ruang tamu dengan perasaan bahagia tidak sabar ingin segera menimang buah hati mereka.
Di ruang tamu, Naila dan Nathan sedang menunggu mereka.
"Ayo duduk di sini minum teh hangat dan kue," kata Naila kepada Erika dan Yagami.
"Iya, Ibu."
"Gimana perut kamu. Apa tidak merasakan sakit?"
"Biasa sakit jika dia menendang dari dalam," balas Erika mengelus perutnya dengan senyuman. Naila membalas senyuman itu.
"Itu hal yang wajar, nanti ketika dia lahir ke dunia, kamu akan merasakan kebahagiaan yang tiada bandingnya. Nikmati saja prosesnya. Kami juga tidak sabar ingin menimang cucu. Iya 'kan sayang?" Kata Naila menoleh ke arah Tn. Nathan.
__ADS_1
"Iya, Nak. Moga bayinya lahir dengan selamat."
"Aamiin," tambah Yagami.
Tanpa terasa malam pun tiba, Kise tengah sibuk menjemput Kayo di apartemennya.
Ia pun berulang kali memencet bel apartemen itu. Sampai ia kesal karena wanita jutek yang dicintainya itu tak kunjung membukakan pintu untuknya. Ia pun mengambil ponsel dari dalam kantongnya menelpon Kayo. Tapi tetap saja tidak diangkat lagi. Jemarinya mulai bergerak menekan setiap huruf di layar ponsel hingga membentuk beberapa kata. Lalu menekan tombol kirim pesan ke Kayo.
Kise : kamu di mana? buka pintunya atau angkat telpon aku
Kayo : centang satu
Kise : balas dong, jangan mengambek lagi.
Kayo : centang dua
Kise : yagami memintaku menjemput kamu katanya ada acara makan malam di rumahnya. mau ikut?
Kayo : centang biru. sedang mengetik..
Kise : kamu kenapa lagi?
Kayo : ya ampun...kenapa ada laki-laki tidak sabaran amat seperti ini. Tadi aku lagi mandi, sekarang pun masih pake handuk belum ganti baju 😒😒😠😠😡😡😬😬
Kise : 😅😅 maaf...aku tidak tahu. Bisa buka pintu sekarang tidak? kamu tidak usah berpakaian. lebih indah dipandang mata 😍
Kayo : dasar mesum brengsek 😡😡😡😬😬
Kise : ayolah, buka saja dulu..aku capek menunggu di luar dari tadi 😘😉
Kayo : siapa suruh datang. Sudah aku mau pakai baju dulu
Kise : 😑😑😐😐
Beberapa menit kemudian, Kayo dalam balutan baju kaos putih jeans biru rambut terurai basah membukakan pintu Kise dengan wajah segar habis mandi.
"Memangnya kamu siapa? Ini rumahku, ya semau aku dong," balas Kayo menutup pintu mengikuti Kise dari belakang hingga mendekat ke sofa. Kise tiba-tiba berbalik meraih Kayo ke dalam pelukannya lalu merapatkan kedua bibirnya ke bibir Kayo sebab jengkel.
"Lepaskan! Kamu ini apa-apaan, sih. Baru datang langsung menyerang, humph," cetus Kise.
"Aku kangen sekali sama kamu," balasnya melanjutkan memanjakan Kayo dengan sebuah pelukan erat.
"Lebay deh."
"Serius. Ya sudah, sana siap-siap. Kita akan berangkat sekarang ke rumah kakak kita. Takutnya mereka menunggu lama. Nanti kita lanjutkan adegan kita tadi yang tertunda," balas Kise dengan bangganya.
"Haaa? Kakak kita? Huahahahaha, sejak kapan Yagami jadi kakak kamu juga?" Tanya Kayo terkekeh. Kise malah senang melihat wajah Kayo yang tertawa.
"Sejak dulu pas kita bersama."
"Hahaha, jangan pede deh kamu."
"Kalau aku serius gimana?" Balas Kise dengan wajah serius membuat Kayo berhenti tertawa.
"Sudah ah, yuuk berangkat!"
Kise malah menarik Kayo dan mengecup lehernya hingga meninggalkan kissmark di sana.
"Aaakkhht...apa yang kamu lakukan?"
"Memberimu tanda bahwa kamu adalah milikku," balas Kise dengan senyum bahagia menjaili Kayo.
"Kamuuu....aaargghttt, terpaksa aku harus memakai cream untuk menutupinya. Kamu brengsek..." cetus Kayo menggembungkan pipi seperti ada asap menggumpal yang keluar dari telinganya sambil menerkam Kise. Kise hanya cekikikan.
Setelah siap-siap, mereka pun menuju rumah Yagami dan Erika dengan mobil ferrari milik Kise warna kuning yang senada dengan jaketnya.
__ADS_1
"Tadaima (aku pulang)," kata Kayo.
"Okaeri nasai (selamat datang kembali)," balas Naila menyambut Kayo dengan pelukan.
"Kayo, Kise, ayo masuk. Makanan sudah siap. Jangan sampai membuat mereka menunggu di atap," kata Yagami menyambut mereka di depan pintu beserta Erika yang perutnya kian membesar.
"Iya, Kak. Makasih banyak," balas Kise. Kayo terkekeh saat Yagami langsung memukul kepalanya. Kise malah memeluknya erat.
"Jangan marahi aku, Kakak," goda Kise dengan jail. Yagami berusaha melepaskan pelukan Kise dari tubuhnya.
"Stop memanggilku kakak, aku belum menerimamu sebagai adek. Kamu belum lolos kualifikasi sebagai calon adek ipar. Sana jauh-jauh dariku," balas Yagami mendorong Kise dari tubuhnya hingga ke atap buat makan.
"Yah, jahat amat sih. Hei semua, dia belum mengakui aku sebagai adek iparnya, padahal tadi dia kirim pesan kepadaku buat menjemput adeknya. Jahat sekali, bukan?"
Dan semua yang ada di sana terkekeh. Ada juga Mika, Tn. Nathan, Dr. Jino, Hiro. Mereka makan malam untuk merayakan tahun baru bersama di atap rumah ditemani bintang-bintang yang berkelap-kelip diatas langit yang cerah bersih tanpa awan. Mereka duduk berdampingan menghadap ke arah luar menikmati malam pergantian tahun baru dengan khidmat ditemani angin yang bertiup dengan lembut.
"Ayo makan! Nanti makannya dingin," ajak Naila. Mereka pun makan bersama. Sesekali Hiro menatap lekat Erika. Saat mata mereka berpapasan, mereka malah saling senyum. Setelah selesai makan, mereka kembali duduk menghadap ke arah luar sambil menunggu pergantian tahun baru. Tepat jam 00.01 detik, kembang api secara serentak memenuhi udara. Kilauan yang sangat indah dengan warna warni dan bentuk yang berbeda-beda, semakin memperindah pemandangan dari atap.
Happy New Year adalah kata-kata pertama yang keluar dari mulut setiap insan yang merayakan Tahun Baru 2020.
"Happy New Year, Hubby," kata Erika.
"Happy New Year juga My Litle Cute," balas Yagami mengecup bibir tipis istrinya. Kise menatap mereka dengan wajah merona lalu kembali mengalihkan pandangan ke arah Kayo yang tengah serius menatap ke arah luar memperhatikan indahnya berbagai macam kembang api yang bertebaran di udara di seluruh kota Kobe. Ia pun mendekat ke arah Kayo.
"Happy New Year, Kayo, muach," ucap Kise mencuri kesempatan merapatkan bibirnya di bibir Kayo sambil memeluknya tak mau kalah dengan Yagami dan Erika beserta Tn. Nathan dan Naila.
"Apa yang kamu lakukan? Teriak Kayo memukul Kise hingga ia membaringkan tubuh di lantai atap yang sudah dialasi dengan karpet membiarkan Kayo memukul badannya dengan tangan mungil milik gadis bersurai coklat itu.
"Memberimu ucapan tahun baru," balasnya mengedipkan mata.
Semua yang ada di sana tertawa melihat tingkah konyol mereka berdua. Hiro ijin ke toilet.
"Aku ke toilet dulu," kata Hiro.
"Ada toilet di dekat tangga turun. Itu khusus toilet atap," kata Yagami.
"Makasih," balas Hiro tersenyum lalu membalikkan badan.
"Akupun ingin ke toilet," balas Mika.
Sesampainya di toilet, Mika mendapati Hiro sedang merokok di samping washtafel.
"Kamu kenapa merokok di sini?"
"Untuk melepaskan lelah saja."
"Apa kamu sedih?"
"Jelas, sepertinya masih butuh usaha lagi, biuuuh," balas Kise menyemburkan asap rokoknya.
"Iya, semangat."
"Dia sama sekali tidak mengingatku lagi. Atau dia hanya pura-pura demi melupakan janji kami untuk bersama sejak kecil?"
"Aku rasa, kamu salah. Memori 2 tahun lalu saja bisa terlupakan, apalagi memori kalian yang telah puluhan tahun. Apalagi ditambah dengan postur tubuh dan wajah saat dewasa pasti berubah. Semangat, tapi jangan rebut dia lagi. Dia sedang hamil. Aku mohon ijinkan mereka bersama saja," balas Mika.
"Tapi, aku sangat merindukannya. Melihatnya saja dipeluk dan dicium lelaki lain membuat hatiku perih."
"Sudah ikhlaskan saja. Aku duluan ya," balas Mika meninggalkan Hiro sendirian di toilet.
"Aku rindu kamu, Erika," gumam Hiro.
END SEASON 1
*Makasih udah baca. Tunggu season 2 nya 😉😘😘
__ADS_1
Maafkan diriku jika banyak typo dan ceritanya tidak sesuai harapan kalian. Selebihnya di bahas di season 2 ya*.