
Di dalam laboratorium dibalik rak buku ruang baca Tn.Nathan, Yagami diperiksa olehnya. Ia belajar banyak dari dokter Jino semasih di Amerika.
"Sepertinya saya harus melaporkan hal ini pada dokter Jino," gumam Tn. Nathan menatap tubuh palsu Yagami.
"Jadi, gimana, Om."
"Tenang saja, tubuh ini tidak akan berfungsi lagi, sebab lagi 6 bulan dari sekarang tubuh asli kamu di Amerika akan bangun dari koma. Jadi, sebelum itu terjadi, kita harus ke sana besok lusa."
"Ke Amerika? Bukankah di sini sudah lebih baik. Aku suka di sini, di Kobe. Udaranya sejuk."
"Tapi kita harus segera kembali ke rumah sakit di mana tubuhmu dirawat, dokter Jino bilang, saya harus di sana."
"Apa Om memberitahu dokter Jino tentang saya yang gentayangan?" tanya Yagami dengan tubuh transparan duduk di sofa.
"Tidak, hanya aku yang tahu."
"Baguslah, tapi apa aku boleh menemui Erika sebelum berangkat?"
"Tidak boleh, nanti kamu akan melupakannya ketika sudah kembali ke tubuh aslimu."
"Tapi aku mencintainya, Om. Aku harap Om membantuku nanti ketika aku hilang ingatan," balas Yagami menghela napas.
"Akan susah nantinya, aku takut dia akan terluka."
"Jangan khawatir, Om. Aku akan berusaha mengingatnya kembali."
"Makasih telah menjaga dia," balas Tn. Nathan menundukkan kepala bersedih.
"Kenapa Om meninggalkan mereka?"
"Demi kamu dan kedua orang tuamu."
"Demi kami? Tapi kenapa Om menikahi tante Misca?"
"Karena hanya dia suster yang dipercaya rumah sakit yang bisa merawat kamu sejak kecil," balas Nathan menghela napas berat.
"Itu tidak masuk akal, kenapa Om tidak membicarakan hal ini kepada ibunya Erika."
"Nah, di situlah letak kesalahan saya. Sejak itu, saya tidak punya pilihan lagi. Saya syok kehilangan kedua orang tua kamu beserta kakak kamu bernama Yagami. Saat itu, kalian sekeluarga hendak merayakan hari pelantikan pemilik perusahaan Grup A yang berusia 15 tahun bernama Yagami. Dialah kakak kamu. Saya menggunakan nama itu untuk kamu sebagai pengganti penerus presdir Grup A."
Yagami terkejut, ia seakan tidak percaya dengan cerita Tn. Nathan dan merasa ada yang janggal dengan cerita itu.
"Belum terlambat, Om. Sekarang masih bisa jelaskan semuanya kepada tante Naila dan Erika. Saya yakin mereka pasti mengerti."
"Ini sangat susah, sebab mereka sudah terlanjur membenciku. Sudah, saya mau istrahat dulu. Besok kita harus berangkat ke Amerika," kata Tn. Nathan bangkit dari duduknya keluar dari ruang baca. Sementara Yagami masih termenung di sana.
"Bukannya lusa ya perginya? Ah sudahlah. Lebih baik aku menemui Erika. Tapi dalam keadaan seperti ini, mana mungkin aku menemuinya," gumam Yagami sambil merogo ponsel miliknya dalam saku celana tubuh fakenya.
Lalu ia mengirim pesan kepada Erika.
Yagami : kamu lagi bikin apa 😊
Erika : lagi masak bersama ibu, kamu di mana? 😗😗
Yagami : aku masih di rumahnya Kayo 😅
__ADS_1
Erika : 😒😒
Yagami : kok balasnya hanya itu?
Erika : takut ganggu kamu dengan kayo
Yagami : jealous lagi? 😆😆
Erika : tidak 😏
Yagami : tenang..di hatiku hanya ada kamu 😘😘
Erika : gombal...huuh 😠
Yagami : serius 😁 ingat janji kamu ya. Jika aku melupakanmu, kamu harus mengejarku apapun yang terjadi.
Erika : kenapa sih, kamu selalu bahas itu 😗
Yagami : tidak apa-apa...jadi, apa kamu sudah mendapatkan jawaban atas perasaanku padamu? 😄
Erika : gimana ya 😪😪
Yagami : kumohon, jawab melalui chat ini saja, sebab besok aku akan ke Amerika dan belum tentu kembali dengan cepat bisa jadi agak lama... 😁
Erika : aneh deh kamu 😕😕
Yagami : jawabannya? 😉😉
Erika : YES 😙😙
Pupil mata Yagami membesar disertai senyuman hangat menerima pesan yes dari Erika. Ia sangat bahagia terpancar jelas di raut wajahnya.
Erika : tidak mau, itu sudah cukup 😏
Yagami : harus, kalau tidak mau aku akan memaksamu 😎😎
Erika : ya sudah, aku lanjut masak dulu..ya. nanti kita lanjut lagi 😊
Yagami : tunggu dulu
Erika : kenapa lagi?
Yagami : jadi kita jadian sekarang? benarkan? 😆😆😆
Erika : iya 😄😄
Yagami : makasih banyak telah memilihku...tunggu aku pulang. ingat..jangan hapus chat ini dan tunjukkan padaku suatu saat nanti..
I LOVE YOU 😘😘😘
Yagami dan Erika senyam-senyum sendiri membaca chat mereka dengan wajah merona akibat hati berbunga-bunga.
"Chat dari siapa? Kelihatannya anakku suda dewasa," kata Naila kepada puteri semata wayangnya.
"Dari Yagami, Bu, hehe," balas Erika sambil menggoreng ikan. Sementara Naila menanak nasi lalu memotong sayuran.
__ADS_1
"Kalian pacaran?"
"Ah Ibu bisa saja," balas Erika dengan wajah merona.
"Sudah, jujur saja sama ibu, Nak. Saya tidak melarang kamu asal tahu batas pacaran."
"Iya, Bu. Tapi kami baru jadian hari ini, besok dia akan ke Amerika," balas Erika dengan wajah langsung berubah jadi murung.
"Kok bisa. Hati-hati dengan pria, soalnya tidak semua pria memiliki sifat setia. Yang setia saja gampang dipengaruhi oleh wanita lain. Ingat, kata orang, jodoh tidak akan kemana-mana, tapi saingan ada di mana-mana yang siap mengambil posisimu."
"Iya, Bu. Aku mengerti," balas Erika tidak ingin membahas hal itu lebih jauh lagi. Sebab, ia sangat menjaga perasaan ibunya.
Ting..tong..tong..tong..
"Bu, biar aku yang buka," kata Erika melepas celemek dikenakan lalu bergegas menuju ruang depan membuka pintu.
Matanya menangkap sebuket bunga mawar dengan tulisan diatasnya.
*Ini hadiah dariku atas hari jadian kita. Maaf aku tidak bisa datang membawanya langsung kepadamu. Aku janji, suatu saat nanti akan memberimu hadiah yang lebih mewah dari ini. Karena suatu hal, aku hanya mengirimnya lewat paket saja. Dan ada juga gaun warna maroon di dalam dus itu. Aku harap kamu menyukainya. I love you 💝💝
By your handsome love
Yagami*
Setelah membaca sebuah catatan diatas sebuket bunga mawar warna merah itu, Erika membuka dus yang diletakkan di lantai lalu membawanya ke dalam kamarnya.
"Siapa, Erika?" tanya Naila saat Erika ke dapur.
"Sebuah paket, Bu," balas Erika dengan wajah merona.
"Gitu, ya sudah, ayo makan!!"
Satu jam sebelumnya, setelah chat, Yagami memesan gaun dan bunga ke sebuah toko melalui instagram miliknya dengan menyertakan alamat penerima. Lalu ia bergegas menuju rumah Erika dalam keadaan transfaran.
Di sana ia selalu memperhatikan Erika, dan bahkan ia mencoba untuk memeluknya beberapa kali. Tapi gagal sebab ia bisa tembus ke tubuh Erika.
Saat malam tiba, ia terus memandangi wajah cute Erika sambil tersenyum hingga subuh. Lalu ia segera pulang menuju rumah Tn. Nathan bersiap-siap ke Amerika.
"Selamat tinggal, gadis cuteku, moga kamu tidak menyerah mengejarku nantinya," kata Yagami sambil berlalu pergi.
Erika terbangun dari tidurnya.
"Sepertinya aku mendengar suara Yagami," gumam Erika sambil melihat sekeliling lalu tidur kembali.
"Mungkin hanya imajinasiku, kyaaa ini efek jatuh cinta," gumamnya merona di bawah selimut maroon miliknya.
to be continue....
jangan lupa mampir di novel SOUL EXCHANGE ya.
makasih... love you 💋💋
__ADS_1
Yagami