
Di tengah kesedihan yang melanda hati Kise sebab gadis pujaan hatinya tengah mengandung anak orang lain yaitu Erika, ia pun segera menghubungi Yagami dan ingin bicara empat mata padanya. Tapi Erika mencegahnya karena tidak ingin kedua pria itu bertengkar.
"Kise, sudah. Biar aku saja yang bicara padanya," kata Erika bangun menarik tangan Kise.
Kise pun berbalik ke arahnya belum sempat mematikan ponselnya.
"Ya sudah jika itu maumu," balas Kise.
"Halo, kise..apa Erika sedang bersamamu?" Teriak Yagami dari dalam ponsel Kise.
Tuuuutt...
"Brengsek, beraninya dia memutuskan telponku, cih," ketus Yagami di kantor.
"Tapi kenapa Erika lebih memilih lari kepadanya saat seperti ini. Apa dia sudah tidak percaya lagi padaku?" Tanya Yagami terhadap diri sendiri lalu bergegas menuju rumah Erika fan menunggunya pulang.
"Loh, Yagami? Ada apa malam-malam begini ke rumah? Erika mana?" Tanya Naila.
"Dia lagi bersama Kise, Tante. Makanya aku menunggunya di sini," balas Yagami dengan raut wajah sedih. Naila hanya bisa menebak jika kedua pasangan itu sedang bertengkar.
"Ya sudah, masuk ke dalam rumah saja. Di luar nanti masuk angin."
"Terima kasih, Tante," balas Yagami masuk ke dalam rumah menunggu kekasihnya.
"Biar aku buatkan teh dulu."
Lalu di rumah sakit Erika ingin segera pulang ke rumah.
"Biar aku antar kamu pulang," kata Kise.
"Maaf telah merepotkanmu," balas Erika dengan wajah pucat.
"Tidak masalah."
Mereka pun pulang ke rumah Erika dengan mobil ferrari warna kuning milik Kise. Di sana sudah ada mobil yang sama dengannya warna merah sedang terparkir di dalam pagar rumah Erika.
"Kenapa dia di sini? Bukannya dia lagi sedang bermesraan dengan tunangannya?" gumam Erika dengan kesal. Kise mulai kesal melihat mobil itu.
"Erika, hati-hati," kata Kise membuka pintu memapah Erika ke dalam rumah. Yagami segera berdiri memperhatikan wajahnya yang pucat.
"Kamu kenapa pucat?" Tanya Yagami segera merangkul Erika. Tangan Kise segera melayang memukulnya.
Bukkhh...Yagami jatuh ke lantai akibat kuatnya pukulan Kise.
"Brengsek, kamu tidak menjaganya dengan baik tapi malah bermesraan dengan tunangan kamu? Aku menyerah akan dirinya karenamu, tapi kalau begini aku akan menjaganya kembali," teriak Kise terhadap Yagami yang tengah melap sisa darah di bibirnya menatap Kise dengan tatapan tajam lalu berdiri.
__ADS_1
"Tahu apa kamu tentang kami, aah," bentak Yagami menarik kera baju Kise. Naila muncul melerai mereka. Erika malah tidak berkata apa-apa lagi karena ingin mual. Ia pun lari ke kamar mandi dan muntah di sana.
WUUEEEKKK....WUUEEEKKK.
"ERIKAAAAA..." teriak mereka bersamaan berlari melihat wanita itu.
"Nak, kamu kenapa? Bagian mana yang sakit?" Tanya Naila dengan panik.
"Tante, dia..." Kise belum selesai bicara tapi dipotong oleh Naila.
"Segera antar dia ke rumah sakit!" Yagami segera meraih Erika.
"Kami baru dari rumah sakit," balas Kise.
"Apa katamu? Kenapa kamu tidak memberitahuku," kata Yagami.
"Kamu terlalu sibuk dengan tunangan kamu makanya perhatianmu terhadap Erika teralihkan," balas Kise sebal.
"Apa benar kamu sudah bertunangan?" Tanya Naila ikut kesal. Sementara Erika terus saja muntah.
"Benar, Tante..tapi..."
PLAKK
"Kurang ajar, beraninya kamu mendekati putriku disaat kamu sudah bertunangan dengan orang lain," kata Naila menampar wajah Yagami dengan kesal sambil menangis.
"Kamu dan Nathan sama-sama bodoh dan mudah dimanfaatkan. Apa kamu sudah mencari tahu kebenarannya bahwa dia sungguh-sungguh menolongmu?" balas Naila tambah kesal.
"Iya aku mengaku salah. Tapi bisa kita berhenti bertengkar? Erika lagi sakit," lanjut Yagami.
"Kamu pulang saja, biar aku yang merawat Erika. Masih ada Kise di sini," kata Naila.
"Tidak tante, dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya," balas Kise.
"Apa maksud kamu, Kise?" Balas Naila.
"Erika bukan sakit, tapi dia hamil 2 minggu anak dari si brengsek ini," tunjuk Kise kepada Yagami yang membuat mata Yagami melotot tidak percaya bercampur bahagia. Lalu ia menatap Erika dengan bangganya memijat punggung Erika sampai tengkuk leher belakang agar perasaannya lega setelah muntah.
"Kamu serius, Kise? Jadi aku akan menjadi nenek, ya ampun. Pokoknya kamu tidak boleh menikah dengan orang lain, Yagami. Harus dengan anakku," balas Naila bersemangat.
"Tenang saja, tante. Aku hanya ingin menikah dengannya saja. Dan aku akan membatalkan pertunanganku dengan Kayo," balas Yagami menggendong Erika membaringkan tubuh lemah kekasihnya yang habis muntah di atas sofa.
"Awas kalau kamu berani berbohong, akan kubuat perhitungan denganmu," ketus Kise.
"Sudah, kita biarkan mereka bicara berdua," tambah Naila. Kise pun pamit kepada Erika.
__ADS_1
"Biar aku ambilkan susu hangat untukmu," kata Naila menuju dapur lalu membuatkan segelas susu hangat buat anaknya dengan wajah berseri-seri ingin segera menimang cucu pertamanya.
"Maafkan aku karena telah membuatmu sakit hati. Yang kamu lihat di kantor tadi itu, hanya kebetulan Kayo memelukku dari belakang. Lain kali aku tidak akan lengah lagi dan membiarkan dia menyentuhku seenaknya," kata Yagami meletakkan kepala Erika di pangkuannya.
"Tidak apa-apa, salahku juga karena langsung lari meninggalkanmu," balas Erika.
"Tapi, kenapa kamu bisa bersama Kise? Aku tidak suka jika kamu dekat dengannya," cetus Yagami.
"Kamu harus berterima kasih padanya. Sebab, dialah yang membawaku ke rumah sakit setelah menemukanku pingsan di jalan," balas Erika dengan nada lemah masih pusing ingin mual.
"Apa kamu cemburu?" tambah Erika lagi menatap wajah Yagami dari bawah.
"Dasar nakal, menurutmu bagaimana?" Balas Yagami mencubit hidung Erika.
"Hehehe, jangan tinggalkan aku lagi," kata Erika berbalik merapatkan wajahnya di perut Yagami melingkarkan tangannya di pinggang.
"Iya, tidak akan terulang lagi, aku janji demi kamu dan anak kita. Cup," balas Yagami mengecup kepala calon ibu dari anaknya.
"Jadi mulai sekarang kita harus gimana?"
"Kamu jangan banyak pikirkan hal lain. Pokoknya mulai sekarang tugas kamu adalah menjaga janin itu dengan baik. Semua hal serahkan padaku. Dan satu lagi, mulai besok tinggallah di rumah. Tidak usah masuk kerja," balas Yagami membelai rambut calon istrinya.
"Tapi.."
"Ssst, sudah menurutlah kali ini. Demi kita," balas Yagami memotong kata-kata Erika.
"Baiklah, aku akan menurut. Makasih, ya."
"Mulai sekarang dan seterusnya, panggil aku, hubby tampan."
"Haa? Lebay sekali," balas Erika mencubit perut Yagami.
"Kamu tidak suka?"
"Baiklah, hubbyku yang tampan. Puas," cetus Erika menggembungkan pipi.
"Puas sekali istri cuteku," balas Yagami mengedipkan mata membuat Erika merona.
Naila memperhatikan mereka dari balik pintu menuju dapur dengan senyam-senyum.
"Ulululu, mereka membuatku gemes. Aah, tidak sabar ingin menggendong cucu," kata Naila berbicara kepada dirinya lalu menuju ruang tamu membawakan segelas susu hangat buat Erika.
Maaf baru update lagi. Soalnya kondisi tubuh lagi gak fit. Maksih banyak udah mau baca novel pemula yang amburadul ini.
jangan lupa singgah juga di novel SOUL EXCHANGE ya. Setelah ini tamat, saya akan maraton update di sana.
__ADS_1
love you all 😘😘😘