CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 26


__ADS_3

Pagi yang cerah di musim semi di Kobe. Bunga sakura yang berada di depan rumah Erika mulai mekar dengan bunga warna pink semakin memperindah suasana pagi.


Erika masih berbaring di tempat tidur tidak ingin keluar kamar. Setelah kejadian di gunung Rokko dengan Yagami, ia menyadari satu hal, bahwa ucapannya tidak selamanya benar tentang semua laki-laki di dunia ini sama saja. Boleh jadi Yagami tidak sama dengan mereka. Makanya dia sangat marah dan menyerangnya saat itu.


"Mungkin, akulah yang salah. Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu kepadanya. Tapi, dia juga salah telah menyentuhku. Aaarrght...aku harus bagaimana menghadapi kejadian ini?" gumam Erika dalam hati di bawah selimut warna maroon.


"Mungkin ini pelajaran bagiku, agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak layak didengar oleh laki-laki. Aku harus hati-hati lain kali," tambahnya lagi.


"Erika, ibu duluan pergi kerja ya. Pintu ibu kunci dari luar," teriak Naila dari lantai satu keluar rumah lalu berangkat kerja naik taxi dan bertemu dengan mobil Yagami di jalan.


"Itu bukannya mobil bos Erika?" Kata Naila sambil memperhatikan mobil Yagami dari balik kaca mobil.


Yagami sangat kesal akibat panggilan darinya tidak dijawab oleh Erika hingga ia mendatangi rumahnya. Sesampainya di sana, ia mengirim pesan kepada gadis tsundere itu.


Yagami : Angkat telponnya. Aku ada di depan rumahmu sekarang. kita perlu bicara.


Erika : Diread.


Yagami : kalau tidak mau buka pintu, aku akan dobrak pintunya. aku tunggu sampai 3 menit.


Erika : jangan, nanti ibuku marah. yayaya, tunggu...aku akan turun.


Balas Erika sambil bergegas bangkit dari tidurnya masih dengan seragam baju tidur warna maroon polos blis gold. Yagami yang membaca pesan balasan Erika hanya bisa tersenyum.


"Untuk apa kamu ke sini?" Tanya Erika sesaat setelah membuka pintu.


"Biarkan aku masuk dulu," balas cowok berambut hitam itu dengan baju kemeja warna merah celana hitam sepatu hitam pentovel lengkap dengan jam tangan. Erika hanya mengikutinya dari belakang sambil menutup pintu dengan wajah judes.


"Sekarang jelaskan tujuan bos datang ke rumahku," ucap Erika menyilangkan kedua tangan menatap Yagami yang langsung duduk di sofa.


"Bos mana yang sebaik diriku, menjemput sekertarisnya sebab tidak masuk kerja tanpa alasan."


"Tanpa alasan kamu bilang? Terus sewaktu di gunung itu apa?" ketus Erika.


Yagami mulai menundukkan kepala menyelipkan jari-jari kedua tangannya hingga bertemu.


"Aku minta maaf, aku memang salah."


"Hanya minta maaf? Kamu melakukan itu padaku disaat kamu akan segera menikah. Terus kamu anggap aku sebagai apa?"


"Kumohon, percayalah padaku, dan tunggu sedikit lagi. Aku akan membatalkan pertunanganku dengan Kayo dan kita akan bersama," balas Yagami kembali mengangkat kepala menatap wajah Erika yang terperanga.


"Tidak semudah itu."

__ADS_1


"Aku tidak mungkin memberitahu dia bahwa aku telah mengetahui semuanya. Masih banyak hal yang perlu aku selidiki, jadi tunggulah sebentar lagi my cute," gumam Yagami tersenyum.


"Bukankah kamu pernah mengatakan akan merayuku dan membatalkan pertunanganku dengan Kayo jika Yagami kekasihmu adalah aku yang telah melupakanmu?" katanya lagi tersenyum dengan mata sayup ke arah Erika yang masih kesal.


"Terus hubungannya apa sama kejadian di gunung? Jika bukan kamu, maka tidak ada alasan lagi aku kembali ke masa laluku Yagami. Sebab kesucianku sudah direnggut olehmu," balas Erika masih kesal.


"Aku akan bertanggung jawab."


"Bagaimana jika kamu melupakanku juga, sama sepertinya? Aku harus gimana? Aku tidak mau dilupakan lagi, itu sangat menyakitkan," balas Erika dengan wajah sedih. Mata Yagami membesar memandang wajah yang penuh kesakitan itu. Ia pun segera berdiri merangkul Erika ke dalam pelukannya dengan sangat Erat.


"Aku janji, tidak akan melupakanmu. Jika terjadi lagi, maka kamu harus berusaha mengejarku apapun yang terjadi," balas Yagami mengelus dan membelai rambut Erika. Gadis itu hanya teringat dengan kata-kata yang sama diucapkan oleh Yagami sebelum berangkat ke Amerika 5 tahun yang lalu. Tanpa terasa butir demi sebutir air matanya mengalir deras membasahi pipi mungilnya.


"Dan mulai sekarang, kamu adalah wanitaku. Ingat ini baik-baik. Jika kamu berani kabur, maka aku akan mengikatmu di kamar selamanya," kata Yagami yang tiba-tiba sifatnya berubah 180 derajat dari biasanya.


"Enak saja. Kamu jangan memutuskan semua hal seenaknya," cetus Erika.


"Tapi kamu setuju, 'kan?"


"Tidak, bagaimana dengan Kayo?"


"Kamu tidak ada alasan untuk menolak. Masalah Kayo, biar aku yang urus."


"Tapi dia..."


"Sana mandi lalu siap-siap. Kita akan ke kantor hari ini. Ada rapat kerja sama dengan klien untuk acara tahun baru nantinya."


"Baiklah, tunggu di sini. Jangan coba-coba ke kamar dan mengintip," kata Erika menunjuk ke arah Yagami.


"Yayaya, cepat sana mandi," balas Yagami dengan perasaan lega memperhatikan gadis pujaan hatinya.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Apalagi dengan si rambut pirang itu, ngumh," gumam Yagami. Terlintas dalam ingatannya tentang wajah Kise.


Sejam kemudian, Yagami merasa bosan menunggu Erika yang tak kunjung selesai mandi. Beberapa kali ia memperhatikan jam tangannya.


"Kok lama sekali, jangan-jangan terjadi sesuatu padanya," gumamnya panik langsung berdiri menuju lantai dua di mana kamar kamar Erika berada. Dibukanya pintu itu dengan spontan akibat khawatir terjadi sesuatu pada gadis itu.


Dan ternyata gadis itu baru saja selesai mandi dalam balutan handuk warna maroon. Wajahnya merona akibat malu dilihat Yagami.


"Kyaaaa, dasar big mesum. Bukankah kamu sudah berjanji untuk tidak mengintip," teriak Erika mengambil bantal lalu melemparnya ke arah Yagami yang tengah terperanga dengan mata membesar menatap Erika.


"Pergi sana!" Teriak Erika lagi, tapi handuk yang ia kenakan malah melorot sehingga ia semakin malu, ia pun jongkok menutupi badannya. Yagami malah mendekat mengambil handuknya dan menutupi badan tsundere itu.


"Uuhmm, badan kamu wangi," kata Yagami meletakkan hidungnya di tengkuk leher Erika hingga membuat tangan gadis itu mendorongnya.

__ADS_1


"Wuaaaah, kamu jadi laki-laki...peka sedikit, dong, aaaarght," kata Erika geram.


"Peka bagaimana? Seperti ini namanya peka?" balas Yagami mengecup tangan Erika lagi dengan niat menggodanya.


"Aakkk," suara Erika seperti tersendat kehabisan kata-kata dengan wajah memerah akibat malu.


"Dia sangat cute ketika sedang malu," gumam Yagami menatap Erika yang tengah blushing.


"Bisa kamu keluar sebentar? Aku mau ganti baju. Aku tidak biasa dilihat oleh laki-laki," kata Erika membalikkan badan membelakangi Yagami yang masih saja senyum menggodanya.


"Tapi bukankah kita sudah itu di gunung? Tidak apa-apa, ganti saja. Aku sudah melihat semuanya dan bahkan sudah...."


"Stop!!! Keluar saja kataku!" Balas Erika makin malu memotong kata-kata Yagami.


"Ya sudah, aku akan keluar. Cepat ya, cup," balas Yagami lagi-lagi mengecup pundak Erika dari belakang sambil berjalan keluar kamar.


"Hampir saja serigalaku mengamuk. Untung aku cepat keluar dari sana, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi lagi, haah," gumam Yagami menenangkan diri akibat menahan gejolak jiwanya yang semakin berteriak," serang..serang..serang!"


Ia pun kembali duduk di sofa menelpon Tn. Nathan.


"Halo, Om. Ada yang ingin aku tanyakan sekarang, apa Om tidak sibuk?"


"Tidak, ada apa?"


"Waktu di ruang baca, Om pernah bilang, bahwa jiwaku saat koma bisa keluar dari tubuh asliku dan bisa mengendalikan tubuh palsu itu. Apa ada kemungkinan aku bisa koma lagi?"


"Iya memang benar adanya. Tapi kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Karena aku ingin membuat kenangan indah bersama Erika melalui tubuh itu. Karena menurut penjelasan Om, hanya dengan koma dan masuk di tubuh itu, ingatanku tentang Erika akan kembali lagi."


"Kamu sudah gila ya, koma itu antara hidup dan mati. Kemungkinan untuk hidup lagi sangat minim. Pokoknya jangan sampai kamu koma lagi. Asal kamu sudah mengetahui kebenarannya dan menjaga Erika dengan baik, itu sudah cukup."


"Tapi, Om..."


Tuut.


"Duh, Om. Aku belum selesai bicara sudah dimatikan. Tapi benar juga sih. Begini saja sudah cukup. Hanya saja masih ada hal yang masih membuatku resah. Entah apa itu," kata Yagami.


Erika sudah selesai bersiap. Mereka pun berangkat ke kantor bersama-sama dalam mobil ferrari warna merah milik Yagami.


Jangan lupa singgah di novel SOUL EXCHANGE yang akan update tiap hari mulai 4 Desember 2019


makasih 😘😘😘

__ADS_1



__ADS_2