CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 17


__ADS_3

"Apa kamu siap? Kita berangkat sekarang," kata Nathan kepada Yagami.


Yagami hanya mengangguk. Hatinya sangat berat untuk berangkat, sebab ia takut ingatan tentang Erika akan segera menghilang.


"Ayah,Yagami mana? Bukannya mau ikut dengan ayah?" tanya Kayo berlari dari dalam kamarnya menuju pintu depan hendak melihat ayahnya dan Yagami berangkat.


"Dia sudah di bandara. Katanya ada hal yang harus dia urus," balas Nathan menoleh ke belakang menatap putrinya.


"Yaaah," kata Kayo kecewa.


"Ada apa? Nanti saya sampaikan padanya."


"Tidak apa-apa, katakan padanya untuk jaga diri baik-baik."


"Baiklah, kalau gitu saya berangkat dulu," balas Nathan mendekat ke mobil pribadinya.


"Hati-hati di jalan, hubby," kata Misca berlari memeluk Nathan dari belakang.


Nathan hanya tersenyum lalu segera masuk dalam mobil. Yagami yang transparan memperhatikan Misca dari dalam mobil melalui senyumannya.


"Sepertinya ada yang aneh dengan tante Misca. Aku selalu merasa kalau ada janggal terhadap dirinya. Apa mungkin hanya pikiranku saja?" gumam Yagami. Lalu mobil yang ditumpanginya pun melaju ke bandara. Beberapa menit kemudian, mereka sudah di atas pesawat.


"Om, ponselku ketinggalan."


"Tidak masalah, lagian sesampainya di sana kamu juga tidak akan menggunakannya lagi."


"Tapi, itu salah satu alat komunikasiku dengan Erika," balas Yagami dengan raut wajah sedih.


"Gunakan saja ponselku."


"Baiklah, tapi jika Om kembali ke ruang baca, mohon simpan baik-baik ponsel itu dan jangan ada satu pesan pun yang terhapus."


"Iya, nanti kita sama-sama kembali saat tubuh kamu sudah pulih," balas Nathan menoleh ke tempat duduk dekat jendela. Dimana, bagi setiap orang yang melihatnya itu adalah kursi kosong.


"Bapak bicara dengan siapa?" tanya pramugari yang lewat membawa makanan bagi setiap penumpang pesawat.


Tn. Nathan menoleh menyunggingkan senyum ke arah pramugari itu.


"Saya...itu...lagi latihan dialog buat drama teater di sana nantinya, hehe," balas Tn. Nathan dengan senyum terpaksa lalu ia menoleh lagi ke arah Yagami di dekat jendela sedang terkekeh.


"Ffffht." Yagami menutup mulut dengan kedua tangan kemudian memandang keluar jendela pesawat memperhatikan lautan awan di sana. Sesaat, wajah kekasihnya Erika muncul di ingatannya. Dibayangkannya wajah cute Erika saat ia marah dengan sifat tsunderenya.


"Hahaha, dia sangat lucu ketika ngambek dan menolakku," gumam Yagami terkekeh.


"Kenapa kamu tiba-tiba tertawa?" tanya Tn. Nathan menatap wajah Yagami dengan pantulan matahari masuk melalui jendela pesawat, hingga wajahnya tak terlihat akibat transparan.

__ADS_1


"Ah, tidak apa-apa, Om. Aku hanya membayangkan hal yang lucu saja," balas Yagami tersenyum.


****


Enam bulan kemudian


Di rumah kayu berlantai dua, Erika sedang duduk di teras rumah tapi wajahnya sangat murung. Mata hitam dengan bulu mata lentik itu, sedang memandangi ponselnya dengan kepala menunduk. Jemarinya seakan bergantian memainkan ponsel digenggamannya. Rambutnya yang lurus hitam berponi sebahu, sesekali menari ditiup angin siang di musim semi. Hingga jemarinya berhenti mengscroll ponsel sebab mendapatkan pesan terakhir dari Yagami dengan kata, " I LOVE YOU." Ada setetes air mata yang jatuh di layar ponsel itu. Tangan mungilnya menyeka sisa air mata di pipi mungilnya. Bagaimana tidak, sudah enam bulan lamanya ia menunggu pesan dari kekasihnya yang pergi sehari setelah mereka resmi jadian.


"Kamu di mana? Apa kamu baik-baik saja?" gumamnya. "Kenapa ponsel kamu tidak aktif? Apa kamu sedang mempermainkanku? Aargght, inilah salah satu alasan aku membenci laki-laki," gumam Erika lagi sembari *** kepalanya dengan kedua tangan.


Kise tiba-tiba mendatangi rumahnya ingin mengajaknya menikmati pemandangan Kobe, gunung, dan laut di Taman Herbal, "Nunobiki." Dimana dapat pula menikmati berbagai macam tanaman musiman dan tanamam herbal.


Kise menyadari kegelisahan Erika selama di sekolah dan cerita dari Mika tentang kepergian Yagami tanpa memberi kabar. Jadi ia ingin menghibur gadis jutek itu.


Mata Erika menangkap sosok Kise setelah menyeka sisa air mata di pipinya.


"Ada keperluan apa datang ke rumahku?" kata Erika masih dengan mata sembab kepada Kise jam 10.00 pagi.


Cowok berambut kuning kecoklatan itu tersenyum lalu mendekat ke arah Erika sambil bersandar di dinding dengan menyelipkan kedua tangan ke dalam saku celana.


"Kamu ada waktu luang, tidak? Yuuk, jalan-jalan ke Taman Nunobiki," ajak Kise sudah rapi dengan jaket warna hitam blis orange dalaman baju kaos putih dipadukan dengan celana jeans selutut dan sepatu kets warna hitam.


Wajah Erika langsung berubah jadi ceria mendengar taman herbal Nunobiki. Dalam ingatannya ia ingin segera melihat bunga tulip dan bunga mawar kesukaannya dari atas rop way ( kereta gantung ). Matanya berbinar-binar menatap Kise lalu ia langsung bangkit dari duduknya.


"Iya, aku mau ikut. Tunggu dulu, aku ganti pakaian," balas Erika bergegas masuk ke dalam rumah.


Mereka berangkat dengan sepeda listrik, "Koberin," berboncengan .


Sesampainya di sana, Kise dan Erika segera memarkir sepeda dan segera naik di rop way menuju ke puncak gunung. Mereka duduk di dalam rop way berhadapan. Setelah di puncak Erika menempelkan kedua tangannya di dinding kaca kereta gantung melihat pemandangan Kobe dari atas di temani aroma segar.


"Waah, indahnya. Bau harum dari bunga berbagai tanaman herbal sangat lembut terasa di hidung," kata Erika dengan gembira.


Kise hanya memandanginya dengan senyuman.


"Kamu suka?"


"Iya, sangaaaat..suka. Makasih banyak telah mengajakku. Lain kali ajak lagi ke wisata lain, ya?"


"Siap, asal kamu bahagia, aku akan mengajakmu ke mana pun," kata Kise dengan wajah serius memandangi gadis cute di depannya yang tengah asyik memandangi bunga mawar serta bunga lavender dari atas rop way.



"Syukurlah, dia suka. Yagami, dasar brengsek. Beraninya kamu meninggalkan gadis seimut ini. Andai, hatinya bisa kumiliki, huh," gumam Kise sambil mendesah.


Lagi-lagi matanya hanya tertuju pada Erika yang tengah mengabadikan moment dengan kamera ponsel miliknya.

__ADS_1


"Tidak mau berfoto bersama?" tanya Kise bangkit dari duduknya mendekat ke arah Erika dan mengambil ponsel di tangan Erika lalu berfoto bersama.


"Kamu...."


"Ingat, jangan dihapus..!"


"Huuh," cetus Erika memayunkan bibir kesal akibat merasa diganggu oleh Kise yang tiba-tiba merebut ponsel dari tangannya lalu berfoto.


"Tuh, 'kan. Kita serasi ternyata," kata Kise memperlihatkan hasil jepretannya.


"Maksud kamu?" tanya Erika dengan wajah datar.


"Tidak apa-apa, silakan lanjutkan mengambil gambar," balas Kise mengalihkan pembicaraan lalu kembali ke tempat duduknya.


***


"Kenapa dia belum bangun juga?" tanya Tn. Nathan kepada dokter Jino yang menangani Yagami.


"Saya juga tidak tahu, padahal ini adalah waktu yang diperkirakan," balas dokter Jino memperbaiki kacamatanya dengan telunjuk tangan.


"Aneh, kok bisa, ya," gumam Tn. Nathan.


"Kalau gitu, saya ke ruang lab dulu mengambil sampel darahnya. Siapa tahu ada yang salah dengan suntikan kami," kata dokter Jino berbalik meninggalkan ruangan dengan kemeja warna putih.


Tn. Nathan berbalik dan mendapati jiwa Yagami sedang tidur di udara melayang-layang sambil ngorok.


"Astaga, pantasan saja ia belum bangun dari koma, jiwanya ada di sana, ckckck," cetus Tn. Nathan berkacak pinggang.


"Yagami, bangun dan segera masuk ke dalam tubuhmu," bisik Tn. Nathan kepada Yagami. Ia pun bangun menatap tubuhnya yang sedang terbaring.


"Tapi, setelah aku masuk ke sana, aku akan melupakan Erika," balasnya.


"Tenang saja, aku akan mencoba membantumu sebisa mungkin, masuklah sekarang. Jika kamu seperti itu terus, bagaimana kamu akan melindunginya?" kata Tn. Nathan membuat Yagami tanpa berpikir lagi langsung berbaring dan masuk ke dalam tubuh aslinya.


Tangannya bergerak. Perlahan matanya mulai terbuka menatap langit-langit ruang ICU lalu menoleh ke samping dan mendapati Tn. Nathan menangis terharu serta bahagia.


"Selamat datang kembali, Nak," sambut Tn. Nathan menyeka air matanya. Namun. Yagami hanya diam.


"Dokter, dia sudah bangun," teriak Tn. Nathan memanggil dokter Jino.


Jangan lupa juga mampir di novel SOUL EXCHANGE ya


maksih 😘😘😘


KISE

__ADS_1



__ADS_2