CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 19


__ADS_3

Suasana pagi yang cerah di musim semi di Kobe. Yagami tengah bersiap-siap ke kantor sebagai direktur sekaligus pewaris perusahaan Grup A yang bergerak di bidang properti. Ia memakai kemeja warna hitam dipadukan dengan celana hitam serta pentovel warna hitam dan jam tangan. Jadinya, pakaiannya serba hitam kecuali dasi warna abu garis-garis putih. Saat ke kantor atau formal, ia melepas anting-antingnya.


Pengawal yang berkacamata hitam pun sudah siap berdiri di depan rumah sambil mengawalnya ke mobil serta membukakakan pintu mobil. Tasnya di tenteng oleh salah satu dari mereka.


"Silakan, Tuan," kata pengawal itu membuka pintu mobil. Yagami pun masuk dan duduk di bagian tengah.


Karena hari itu adalah tes wawancara buat penerimaan sekertaris baru di kantor, maka Yagami sendiri yang akan melihat langsung dari cctv kantornya serta riwayat hidup dan pendidikan para pelamar kerja tanpa bertatap muka.


Sesampainya di sana, ia naik lifh khusus buat direktur. Sehingga karyawan dari divisi lain tidak mudah untuk bertemu dengannya. Bahkan belum ada diantara mereka yang pernah bertemu langsung dengannya. Sesampainya di sana, ia langsung duduk di dalam ruang kantornya sambil memperhatikan para pelamar yang sebentar lagi akan di tes oleh staf yang khusus ditugaskan untuk memberikan tes tertulis maupun tes wawancara di ruang khusus yang telah dipersiapkan jauh sebelumnya.


Sementara Erika masih dijalan akibat macet diantar pakai motor oleh Mika.


"Gimana nih, tesnya sebentar lagi akan mulai. Lagi 10 menit. Bisa cepat sedikit, tidak?" desak Erika dari belakang.


"Sabar ya, ini juga lagi macet, kok," balas Mika fokus ke depan menyetir motor miliknya.


"Sepertinya bakalan lama, nih. Aku jalan saja deh." kata Erika sambil turun dari motor .


"Gila ya kamu, tempatnya masih jauh," balas Mika.


"Tapi, tesnya akan dimulai, ini lagi 5 menit."


"Tidak usah jalan kaki, naik segera. Kita akan menyelip di sela-sela mobil saja."


"Awas! Jangan sampai menabrak kendaraan orang lain."


"Tenang saja, aku sudah pro, haha," balas Mika sambil menyelip dan akhirnya mereka tiba di grup A. Mereka terpana oleh tinggi dan besarnya gedung itu yang diatasnya tertulis GRUP A dengan huruf yang sangat besar.


"Cepat masuk," kata Mika.


"Iya, makasih, Mika," balas Erika sambil melepas helem yang dikenakan dan menyodorkannya ke Mika.


"Aku tunggu atau gimana?"


"Tidak usah, kamu duluan saja, aku akan naik taxi saja nanti," balas Erika sambil berjalan dengan cepat menuju bagian Administrasi.


"Permisi, ruang tes di mana ya?" tanya Erika kepada bagian Administrasinya.


"Silakan ke gedung lantai 3."


"Makasih."


Gadis berponi itu pun naik ke lantai 3 dengam seragam warna putih rok hitam membawa tas abu-abu kecil berisis ponsel dan polpen serta sebuah map yang dipegang oleh tangan kirinya.


Saat tiba di sana ternyata tes sudah di mulai.

__ADS_1


"Permisi," sapanya membuka pintu hingga seluruh mata yang ada di ruangan itu tertuju padanya.


"Kenapa kamu telat?" kata pihak yang memberi tes.


"Tadi macet di jalan, Pak," balas Erika masih berdiri di depan pintu.


"Ya sudah, silakan duduk! Sekarang giliran kamu," kata seorang pria dengan usia 27 tahun di depannya. Dan ternyata Erika adalah peserta terakhir.


Yagami hanya memperhatikannya dari balik layar CCTV di dalam ruang kantor pribadinya.


"Hm..sepertinya yang ini cukup menarik dan imut," katanya kepada diri sendiri dengan wajah serius.



Ia pun meminta staf lain untuk menghubungi kepala divisi penerimaan karyawan baru.


"Berkas pelamar kerja yang terakhir, segera bawa ke ruang direktur!"


"Baik," balas salah seorang diantara mereka lalu bergegas ke ruang Yagami.


Berkas Erika pun sudah ada di tangan Yagami. Ia membaca riwayat hidup serta pendidikan Erika dari Universitas Tokyo Jurusan Ekonomi. Tapi yang lebih menarik saat ia membaca prinsip Erika tentang menunggu seseorang yang tak kunjung datang akibat sebuah janji konyol berdua.


"Dasar gadis aneh," gumamnya tersenyum.


Wajah asli dan wajah palsu Yagami sangat mirip, tapi yang membedakan sifatnya. Jika tubuh palsunya suka bicara dan mengejar Erika, maka tubuh aslinya sangat cool walau memiliki jiwa yang sama.


"Erika Nathan, silahkan maju ke depan, yang lain boleh pulang."


Erika pun berdiri mengikuti permintaan salah satu staf penerimaan karyawan.


"Kami mengucapkan selamat buat anda karena telah diterima sebagai sekertaris direktur."


"Serius, Pak? Syukurlah. Terima kasih banyak, Pak," kata Erika sambil menyalami satu persatu para staf yang telah memberikan tes kepadanya.


"Nona, direktur meminta anda untuk bertemu beliau besok pagi, jadi persiapkan diri anda," kata pria yang telah memberikan tes wawancara.


"Terima kasih, Pak. Jadi, saya bisa pulang untuk hari ini?" tanya Erika dengan perasaan bahagia sudah diterima kerja.


"Iya, yeiii, sekali lagi terima kasih banyak, Pak. Permisi," katanya kegirangan sambil berbalik keluar dari ruangan menuju lifh lantai 1. Yagami hanya tersenyum memperhatikan wajah imut itu.


"Kenapa aku merasa hangat saat melihat dia?" gumam Yagami lagi.


"Ah, sadarlah, kamu sekarang sudah bertunangan dengan anak penyelamat hidupmu," gumam Yagami lagi bangkit dari duduknya menuju jendela lantai 12 kantor miliknya sembari memasukkan kedua tangan ke dalam kantong celana.


Di bawah sana, ia melihat Erika sedang memanggil taxi buat pulang ke rumah.

__ADS_1


"Taxi," panggil Erika melambaikan tangan. Ia pun segera masuk ke dalam taxi warna putih dan berlalu pergi.


Ring..ring..ring..


Ada panggilan masuk di ponsel Yagami yang diletakkan di meja samping pot bunga warna putih yang isinya bunga mawar warna putih daun hijau.


Ia pun berbalik dan menerima panggilan itu.


"Sayang, kamu di mana? Kok belum pulang?"


"Aku masih di kantor, Kayo," balas Yagami.


"Jam berapa pulang? Pernikahan kita 'kan lagi empat bulan. Aku ingin kamu menemaniku ke sebuah toko baju untuk fitting baju pengantin," kata Kayo dengan manja dari dalam ponsel.


"Kamu tahu 'kan aku lagi sibuk? Kamu pergi saja dengan pelayan rumah," balas Yagami yang sebenarnya tidak ingin menemani Kayo.


"Tidak mau, pokoknya aku mau kamu yang menemaniku, titik," balas Kayo sambil mematikan telponnya.


Yagami membuang napas berat.


"Aah, dasar wanita, ribet sekali," gumamnya.



"Ibuuuuu, aku diterima kerja sebagai sekertaris," teriak Erika melepas sepatunya lalu berlari ke dalam rumah memeluk ibunya sambil mencium pipi Naila.


"Syukurlah, Nak. Selamat, ya, cup," balas Naila membalas pelukan putrinya dan mengecup keningnya.


"Iya, Bu. Jadi, mulai sekarang Ibu harus berhenti kerja. Biar giliranku yang mencari nafkah. Sudah saatnya Ibu istrahat di rumah," kata Erika kepada ibunya.


"Baiklah, Nak. Terima kasih banyak. Ibu sebenarnya sudah lelah," balas Naila mengeratkan pelukan kepada putrinya.


Keesokan harinya, Erika sudah berangkat ke kantor jam 7 pagi. Di sana ia di minta ke ruang direktur kerja hari pertama sebagai sekertaris.


"Nona silakan ke ruang direktur. Tunggu saja di sana, soalnya biasanya beliau datang di jam 10 lewat lifh pribadinya. Itu pun jika sempat datang.


Tepat jam 10 pagi, Yagami tiba di kantor. Saat ia membuka pintu, Erika sudah duduk di dalam dengan mata melotot segera bangkit dari duduknya berlari ke arah Yagami sembari memeluknya.


"Yagami, akhirnya kamu kembali, aku sangat merindukanmu," kata Erika menangis masih memeluk Yagami.


"Ada apa ini? Awas bajuku basah!" balas Yagami dengan wajah datar.


to be continue....


Jangan lupa mampir juga di novel SOUL EXCHANGE ya. maksih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2