CINTA DAN EGOIS

CINTA DAN EGOIS
PART 39


__ADS_3

Segarnya udara pagi di Kobe menggoda mata Erika agar tetap di tempat tidur walau tirai jendela sudah dibuka oleh Yagami hingga matahari menyeruak masuk menyinari seluruh ruang hingga terlihat cerah.


"My litle cute, bangun. Ini sudah jam 7 pagi. Tidak baik bagi ibu hamil tidur pagi," kata Yagami. Erika tetap saja masih tidur dengan membungkus seluruh badan dengan selimut.


"Sebentar lagi, lima menit ya."


"Kamu tidak ingin menemaniku ke kantor? Hari ini adalah jadwal meeting saya, Kise, dan Hiro dari perusahaan grup X."


"Iya, Hubby...aku bangun nih, bantu aku bangun," balas Erika dengan manja mengulurkan tangan ke arah suaminya yang segera mendekat membantunya bangun. Erika malah berpelukan erat di tubuh Yagami sambil meletakkan kepala di bahu pria berkulit putih itu.


"Mmh, di sini memang tempat tidur yang lebih nyaman," kata Erika. Yagami malah mencubit hidungnya.


"Apa kamu menggodaku lagi di pagi hari?"


"Tidak, aku akan segera mandi," balas Erika segera melepaskan pelukannya lalu menuju kamar mandi dengan wajah merona. Yagami hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang kadang-kadang seperti anak-anak.


"Dia sangat imut ketika malu, aku sangat menyukai sifatnya yang seperti itu," gumam Yagami.


Setelah bersiap-siap, mereka pun berangkat ke kantor dengan mobil pribadi diantar oleh sopir pribadi mereka.


"Hubby, kenapa aku harus ikut? Ini 'kan meeting penting buat kalian," kata Erika masih manja.


"Justru karena ini penting kamu harus ikut denganku. Biar mereka tahu kalau kamu adalah istriku yang tidak boleh mereka rebut," balas Yagami membelai rambut istrinya. Erika hanya tersenyum lalu mengecup pipi suaminya.


"Makasih banyak Hubby, kamu memang terbaik," ucap Erika.


"Dan kamu juga jangan sampai tertarik sama pemilik perusahaan grup X sebentar jika sudah bertemu," balas Yagami lagi meraih dagu Erika.


"Iih, kamu kenapa sih, jealous? Kalau begitu, kenapa kamu membawaku ke sana?"


"Supaya jika mereka bertemu kamu di jalan tanpa aku, kamu tidak akan dibawa kabur sebab mereka tertarik padamu."


"Hahaha, itu alasan konyol, ada-ada saja si hubby ini. Aku 'kan lagi hamil, mana mungkin mereka tertarik padaku," kata Erika lagi sambil tertawa melihat tingkah konyol suaminya.


"Tidak ada yang tidak mungkin, 'kan? Awas saja kalau kamu sampai tertarik pada mereka. Akan kukurung kamu dalam kamar."


"Yayaya. Hubby tenang saja, tidak ada pria di dunia ini yang aku cinta dan sayang selalin Hubby. Pokoknya bagiku Hubby adalah pria tampan di seluruh dunia," balas Erika membuat mata Yagami melebar. Lalu tangannya segera merangkul istrinya dengan lembut.


"Makasih banyak, my litle cute."


"Sama-sama, awas juga kalau kamu sampai tergoda sama para pelakor yang ada di mana-mana, humph," balas Erika menggembungkan pipi.


"Aku janji tidak akan melihat mereka. Bagiku, kamulah wanita tercantik," kata Yagami menyentil kening Erika dengan senyuman.


Setiba di kantor, Hiro sudah menunggu duduk di ruang meeting. Yagami segera ke sana dan memberinya salam.


"Apa anda tuan Hiro?"


"Iya, salam kenal, Yagami-san," balas Hiro memberi salam lalu ia dan Erika terkejut saat mata mereka bertatapan.


"Anda?" Kata mereka bersamaan. Yagami bergantian memandanginya.


"Kalian saling kenal?"

__ADS_1


"Tuan ini yang bantu aku memungut dot bayi kemarin yang jatuh ketika keluar dari mini market sesaat sebelum kamu datang menjemputku" jelas Erika. Takut Yagami salah paham.


"Lebih tepatnya aku yang menabrak dia, tapi untung tidak kenapa-napa," tambah Hiro tersenyum.


"Oh begitu, syukurlah. Makasih banyak sudah membantu istriku," balas Yagami.


"Oh iya, kita 'kan belum saling memperkenalkan diri, namaku Ryuzaki Hiro. Panggil saja Hiro, mohon bantuannya nyonya Yagami," kata Hiro memperkenalkan diri dengan menyodorkan tangan ke arah Erika.


"Erika Nathan. Panggil saja Erika," balas Erika menjabat tangan Hiro.


Yagami menatap lekat kedua tangan yang saling bersalaman itu dengan mengerutkan dahi. Ada semacam aura kegelapan di kepalanya.


"Mari silakan duduk!" kata Yagami.


Mereka pun saling berbincang-bincang tentang perusahaan dan proyek kerjasama mereka.


"Selamat pagi, maaf orang ganteng ini terlambat. Ada sedikit kendala di jalan. Ban mobil aku bocor, jadinya singgah dulu di bengkel," kata Kise dengan bangganya seperti biasa mengedipkan mata sebelah.


"Kamu kebiasaan selalu terlambat," kata Yagami. Erika tertawa pelan menutup mulutnya. Kise melihat aura bahagia di wajah Erika sambil tersenyum. Yagami tambah geram.


"Syukurlah, dia baik-baik saja," gumam Kise dalam hati.


"Aah, aku menyesal membawanya kemari," cetus Yagami dalam hati.


"Ya sudah, kalian lanjutkan meetinya. Aku keluar cari udara segar dulu," kata Erika.


"Iya, hati-hati my litle cute," balas Yagami tersenyum ke arah istrinya.


"Halo, tolong jaga istriku. Ikuti dia kemana pun ia pergi. Kalau sampai dia terluka, tunggu hukuman dariku," kata Yagami kepada pengawal dan sekertaris pribadinya yang merupakan seorang pria juga.


"Aah, bisa mati aku kalau begini. Mengawal istri boss yang tegas," rintih pria berambut merah yang bernama Kaneki itu.


Yagami, Kise, dan Hiro melanjutkan meeting mereka hingga selesai.


"Kayo di mana?" Tanya Kise.


"Tidak ada kabar darinya, ponselnya juga tidak aktif," balas Yagami.


"Kok bisa kamu setenang itu saat adek kamu tidak ada kabar. Peka sedikit dong," kata Kise mulai jengkel.


"Aku kira dia sedang bersama kamu, jadi aku tidak perlu khawatir. Ternyata tidak, sia-sia aku serahkan kepercayaanku padamu kalau begini," balas Yagami menggoda Kise.


"Dia saja tidak percaya padaku. Bagaimana cara aku menjaganya?" Balas Kise dengan nada kesal.


Hiro memperhatikan mereka sejenak sambil tersenyum.


"Jadi, sekertaris saya sekarang adalah adik dari pimpinan grup A? Wah kebetulan sekali," kata Hiro.


"Iya, sejak kapan adik aku jadi sekertaris anda?"


"Sejak tiga minggu yang lalu."


"Sudah, aku akan bujuk dia kembali ke perusahaan kami," kata Yagami.

__ADS_1


"Tidak usah, biar aku saja yang bujuk dia ke perusahaanku," balas Kise.


"Tidak semudah itu, dia sudah jadi sekertarisku," tambah Hiro. Dan terjadilah saling tatap diantara mereka seperti serigala, harimau, dan singa yang siap bertarung.


Setelah meeting, Kise dan Hiro kembali ke perusahaan masing-masing. Yagami menelpon sekertarisnya Kaneki.


"Kalian di mana? Bawa istriku kembali ke kantor sekarang," kata Yagami sambil melonggarkan dasinya bersandar di sofa.


"Baik, Boss," balas Kaneki.


"Nyonya, boss meminta kami membawa anda kembali ke kantornya."


"Okelah, ayo kembali," balas Erika.


"Terima kasih Tuhan. Nyonya sangat baik dan penurut, aku selamat hari ini," gumam Kaneki dalam hati jika digambarkan airmatanya sudah mengalir deras sambil mengikuti Erika dari belakang sepulang dari restoran terdekat.


"Aku kembali," kata Erika membuka pintu kantor. Yagami sudah menunggu di sana.


"Kemari, duduk di pangkuanku," kata Yagami dengan serius. Erika hanya mengikuti apa maunya.


"Kenapa Hubby, kok wajah kamu suram begitu?"


"Salah siapa coba aku begini? Lagian kenapa kamu membalas jabat tangan Hiro tadi? Dan kamu juga tersenyum manis di depan Kise. Lain kali tanpa seijinku, kamu tidak boleh berjabat tangan dengan pria lain


apalagi tersenyum manis seperti tadi," jelas Yagami. Erika cekikikan.


"Jadi itu penyebabnya? Hahaha. Lagian hanya jabat tangan dan memberi senyum kepada sesama. Itu hal wajar, Hubbyku tercinta," balas Erika mencubit pipi Yagami dengan kedua tangan.


"Tetap saja aku tidak suka. Pokoknya kamu hanya bisa tersenyum manis dan bersentuhan denganku," balas Yagami lagi.


"Salah siapa coba membawaku ke sini," goda Erika.


"Lain kali aku akan menghukummu lebih lama jika tidak menuruti perintahku," ketus Yagami sambil mendekatkan wajahnya ke arah Erika dan mendaratkan bibir di sana dengan tangan mengeratkan pelukan di tubuh Erika agar tidak mudah kabur.


"Mmhp. Jangan lakukan ini di kantor, malu dilihat karyawan lain nantinya."


"Kalau gitu, ayo kita pulang ke rumah," balas Yagami menggendong Erika keluar kantor menuju lifh.


"Ehh...turunkan aku," rontah Erika menggembungkan pipi yang sedang merona.


Kaneki yang melihat mereka di luar tersipu malu.


"Kaneki, jaga kantor buatku."


"Siap Boss, selamat bersenang-senang."


***


"Tubuh palsunya di mana? Kok hilang?" Tanya Tn. Nathan terkejut melihat tubuh palsu Yagami menghilang dari dalam ruang rahasianya. Dokter Jino hanya bisa terdiam.


Dilain sisi, Kise tengah berusaha menghubungi Kayo. Tetap saja nomornya tidak aktif.


Makasih udah baca

__ADS_1


😘😘



__ADS_2