
"Ukh..kepalaku pusing," gumam Kayo di rumah Kise yang menurutnya terasa asing.
"Ini di mana? Aku tadi bicara dengan psikopat silver lalu sekarang aku di tempat asing," gumam Kayo memeriksa bajunya.
"Haa, syukurlah, dia tidak melakukan apapun padaku," kata Kayo berbicara kepada diri sendiri dengan senyum licik bahagia.
"Sudah sadar?" Kata Kise muncul di pintu kamar bersandar di sana menyilangkan kedua tangan dengan wajah datar menatap Kayo akibat ada rasa cemburu di hatinya.
"Ka..kamu? Bagaimana bisa kamu ada di sini?"
"Ini rumahku, kenapa kamu panik begitu? "
"Tadi kamu tidak melakukan hal aneh, 'kan?" Tanya Kayo menundukkan kepala. Kise mendekat ke arahnya.
"Kalau iya kamu mau apa? Kamu harus memberiku imbalan karena telah menolongmu dari si mesum Hiro tadi. Jika aku tidak sampai tepat waktu, maka kamu sudah habis dimakan olehnya," kata Yagami tanpa sadar kalau ia selalu memakan Kayo sesuka hatinya. Kayo memanyunkan bibir.
"Makasih kalau gitu."
"Aku tidak suka kamu bekerja untuk orang lain. Mulai besok kamu harus bekerja di perusahaanku. Aku tidak ingin melihatmu dimangsa oleh si gila Hiro itu."
"Dia tidak gila. Jika aku bersamamu, maka kamu lebih-lebih akan memangsaku tiap saat sebagai pelampiasan," cetus Kayo.
"Jadi kamu lebih suka dimangsa olehnya dibandingkan denganku?"
"Bu..bukan begitu, hanya saja..."
"Kalau begitu biar kutunjukkan kalau aku lebih baik darinya dan lebih pantas untukmu," balas Kise jengkel menarik Kayo kedalam pelukannya dan memberikan kiss terbaiknya.
"Stop! Jika kamu hanya menjadikanku pelampiasan, maka jangan sentuh aku lagi. Kamu tidak menjaga perasaanku," rontah Kayo. Namun pelukan Kise semakin erat.
"Aku memang tidak mudah melupakan Erika, tapi aku akan berusaha mencintaimu dan melupakan dia. Beri aku sedikit waktu lagi."
"Kamu egois, kamu hanya meikirkan perasaanmu saja tanpa memikirkan perasaanku. Jika kamu terus begitu, itu artinya kamu hanya akan membuatku rusak. Bagaimana jika kamu tidak bisa melupakannya? Apakah kamu akan terus melampiaskannya padaku?"
"Kenapa sih kamu keras kepala sekali. Aku saja siap kamu jadikan sebagai pelampiasan 'kan? Mari kita mulai secara perlahan. Aku yakin, dengan kebersamaan kita tanpa lose komunikasi, perasaan itu akan tumbuh dengan sedirinya. Gimana?" Jelas Kise kembali meraih dagu Kayo mengarahkan wajah tirus itu ke wajahnya lalu kembali mempertemukan bibir mereka berdua hingga larut dalam suasana itu. Kayo membiarkan saja Kise memangsanya kembali.
"Kamu benar-benar mesum yang sangat brengsek," cetus Kayo mendorong Kise.
"Tapi kamu suka dan hanya pura-pura menolakku. Apa kamu tidak ingin move on dari Yagami?" Kata Kise mencubit kedua pipi Kayo.
"Jangan sok menasehati, kamu saja masih belum move on dari Erika, humph," balas Kayo memalingkan wajah ke arah lain diatas spring bed. Kise menatapnya lekat dari atas diikuti sebuah senyuman.
"Maka dari itu, kita harus saling membantu untuk melupakan masa lalu dengan terus begini. Gimana? Kita nikmati saja cara kita sekarang," kata Kise melanjutkan serangannya.
"Enak di kamu tapi tidak enak di aku, dasar!"
__ADS_1
"Siapa bilang, buktinya kamu menikmati setiap serangan dariku dengan desahan suara yang halus," balas Kise tersenyum bahagia.
"Hmph," cetus Kayo.
"Kamu harus tinggal denganku dan jangan kembali lagi ke perusahaan Hiro. Pokoknya kamu harus jadi sekertaris dan pengantinku kelak."
"Aku tidak bisa keluar dari perusahaan Hiro sekarang. Atau aku akan mengalami masalah."
"Serahkan semua urusan padaku. Lagian sejak awal aku telah mengajakmu untuk kerja bersamaku tapi kamu menolak."
"Yayaya, cepat selesaikan seranganmu, aku capek," ketus Kayo.
"Tidak semudah itu kita selesai. Setelah ini akan ada ronde kedua dan seterusnya. Ini hukuman buatmu karena telah menolak kerja bersamaku," balas Kise kembali mengecup Kayo dan mendengarkan suara halus yang keluar dari mulut Kayo disetiap serangannya.
"Aaakkkht..dasar..me...sum..breng..sek. Huaahh..." desah Kayo berusaha memberontak. Tapi apa daya ia tak mampu melawan si pemangsa dalam dekapannya.
Ring...ring..ring..ring.ring..
"Telpon kamu angkat dulu," kata Kayo.
"Biarkan saja, sebentar lagi aku come."
"Angkat, siapa tahu itu hal penting."
Kise pun segera meraih ponselnya. Dan ternyata ada panggilan 16 kali tak terjawab dari Yagami. Ia pun menelpon balik.
"Halo, Yagami. Maaf tadi aku terlalu bersenang-senang hingga mengabaikan telpon kamu, hehe."
"Kamu ini gimana sih, ada hal penting yang ingin aku bicarakan malah bersenang-senang. Jangan bilang kamu secepat itu berpaling dari Kayo," cetus Yagami dari dalam telpon.
"Aku 'kan sudah minta maaf. Jangan kesal dulu, dari tadi Kayo memintaku mengangkat panggilan darimu. Tapi aku terlalu senang dan tidak ingin segera berhenti di tengah jalan, nanggung jadinya," balas Kise dengan ceplos.
"Apa? Jadi kamu sudah merusak adikku?"
"Bukan merusak kakakku tersayang, tapi memberinya kenikmatan dunia, hahaha. Jangan risau, aku akan bertanggung jawab padanya. Hanya saja, di hatinya masih ada kamu. Jadi, aku butuh waktu yang lama untuk bisa masuk ke hatinya. Hanya jalan ini satu-satunya yang bisa aku tempuh," jelas Kise dengan napas berat.
"Ya sudah, asal kamu bertanggung jawab. Aku tidak akan mengampunimu jika sesuatu terjadi padanya. Satu lagi, jangan seenaknga memanggilku kakak. Enak saja, aku bukan kakakmu."
"Iyalah, tahu. Tetap saja nanti kita akan menjadi satu keluarga. Jadi persiapkan dirimu buat jadi kakak aku, hahaha," goda Kise dari dalam telpon.
"Sudah langsung saja pada intinya. Besok kita akan ada pertemuan dengan perusahaan grup X di kantorku. Jadi kamu siap-siap saja."
"Haa? Kenapa harus dengan grup itu? Aku malas bertemu dengan si Hiro-san itu."
"Kenapa? Dia memiliki jangkauan dan pengaruh yang sangat luas di bidang properti. Jika kamu tidak ingin bekerjasama dengannya, maka biar aku saja. Memangnya kenapa kamu membencinya?"
__ADS_1
"Soalnya, dia saningan baruku. Kamu belum tahu kalau Kayo kerja di perusahaan Hiro?"
"Apa? Kok bisa dia di sana. Kamu harus bujuk dia kerja bersamamu."
"Sudah, tapi dia tetap menolak."
"Baiklah, nanti kita cari solusinya. Yang penting tugas kamu menjaganya dengan baik."
"Siaap kakak, haha."
"Awas kamu."
****
Yagami mengirim pesan ke istrinya yang tengah belanja.
Yagami : My litle cute, apa kamu sudah selesai belanja?
Erika : Belum, hubby. Sebentar lagi 😗
Yagami : Tunggu aku di sana, jangan kemana-mana. Aku akan menjemputmu.
Erika : Yes, Hubby. Aku tunggu 😘
Karena asyik chatan dengan suaminya, Erika tidak memperhatikan jalan di sekitarnya di luar mini market.
Tuk..clang...plang..tung.
Botol yang ia pegang jatuh hingga terpantul ke jalan akibat bertabrakan dengan Hiro.
"Botol ini sangat imut. Maaf telah menabrakmu dan membuat botol ini jatuh ke tanah," kata Hiro kepada Erika sambil menyodorkan botol minuman buat bayi dengan mata membesar menatap Erika.
"Itu untuk calon bayiku. Tidak apa-apa, makasih banyak," balas Erika. Hiro terkejut lalu tersenyum.
"Semoga bayinya lahir dengan sehat."
"Makasih, suamiku sudah menjemputku. Aku duluan, ya," kata Erika segera pergi setelah melihat mobil Yagami datang menjemputnya.
"Iya, hati-hati," balas Hiro.
Makasih udah baca 😘😘
Singgah juga di SOUL EXCHANGE ya. Walau baru 11 episode. 😁
__ADS_1